fbpx
Connect with us

Pemerintahan

Pemkab Gunungkidul Kembali Tunda Pembangunan Jalan di Jalur Wisata Kepek-Ngobaran

Published

on

Wonosari,(pidjar.com)–Pemerintah Kabupaten Gunungkidul menunda proyek pembangunan jalan di jalur utama pantai di wilayah Kapanewon Saptosari. Hal ini dikarenakan minimnya anggaran yang dimiliki pemerintah

Kepala Seksi Pemeliharaan, Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPRKP) Gunungkidul, Wadiyana mengatakan, rencananya jalur Kepek Ngobaran dilanjutkan pada tahun anggaran 2020 lalu. Namun adanya refocusing anggaran untuk penanggulangan covid-19 ini, membuat proyek pembangunan tersebut urung dilaksanakan.

Pun demikian dengan rencana kelanjutan pada tahun 2021. Lagi-lagi minimnya anggaran yang dimiliki membuat maka jalur wisata di kawasan Saptosari batal untuk dilanjutkan.

“Tahun ini harusnya ada alokasi 11 miliar rupiah untuk melanjutkan pembangunan jalan Kepek-Ngobaran tapi kemudian dihilangkan dulu oleh tim anggaran” kata Wadiyana, Rabu (06/01/2021).

Adapun jalur yang belum terakses pembangunan sekitar 3,5 km. Pemerintah telah menganggarkan miliaran rupiah untuk pembangunan jalan di jalur wisata tersebut. Tidak menutup kemungkinan, jalur itu baru akan dilanjutkan di tahun anggaran selanjutnya.

Jalur Kepek-Ngobaran merupakan satu-satunya jalur menuju obyek wisata di wilayah Saptosari. Kondisi jalan saat ini sangatlah sempit, berbahaya saat kendaraan berpapasan dengan kendaraan lain. Medannya juga naik turun dan tepat di kawasan lingkungan penduduk.

“Dibuka jalur baru dengan lebar yang telah ditentukan. Rencananya kedepan akses hanya di jalan baru itu, sementara jalan lama digunakan untuk mobilitas kendaraan kecil milik warga,” imbuhnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, untuk yang menjadi fokus yaitu rehabilitasi jalan Wiyoko Siraman, pelebaran jalan Ngawen sampai simpang empat 4 Bundelan, peningkatan jalan Ngeblak-Jatiayu. Kemudian ada beberapa pembangunan dan rehab dengan skala kecil di beberapa kawasan.

“Kami belum pegang DPA jadi belum bisa memastikan mana saja. Yang sudah pasti baru Kepek Ngobaran itu,” tambah dia.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler