fbpx
Connect with us

Pemerintahan

Pemkab Gunungkidul Kucurkan Dana 2,3 Miliar Untuk Program Makanan Lansia

Diterbitkan

pada

BDG

Wonosari,(pidjar.com)– Pemerintah Kabupaten Gunungkidul mengucurkan anggaran sebesar Rp 2,3 miliar untuk program pemberian makanan siap saji bagi para lansia kurang mampu. Tahun 2024 ini, ada 1.780 orang yang mendapatkan sarapan dan makan siang gratis dari pemerintah.

Sekretaris Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Nurudin Araniri mengatakan, program ini telah berjalan sejak tahun 2023 kemarin. Dimana pemerintah memberikan makanan siap saji yang terdiri dari nasi lauk pauk, sayur, buah, dan air mineral bagi masyarakat yang masuk kategori untuk mendapatkan bantuan tersebut.

Adapun penerima manfaat diberikan makanan sebanyak 2 kali dalam sehari atau dalam 1 kali pengantaran. Makanan disiapkan oleh kelompok masyarakat atau kader di tiap-tiap kalurahan maupun kapanewon.

Berita Lainnya  Tak Serahkan Laporan Awal Dana Kampanye, Satu Partai Dicoret dalam Kepesertaan Pemilu

“Anggaran program ini bersumber dari APBD senilau Rp. 2,3 milyar untuk 18 kecamatan. Progam kita mulai tanggal 5 Februari hingga 5 Maret 2024,” kata Nurudin.

Ia menjelaskan, semula penerima bantuan makan pagi dan siang ini sebanyal 2.506 orang. Namun seiring berjalannya waktu, jumlah penerima mengalami penurunan sebanyak 726, hal ini karena penerima meninggal dunia, dan lain-lain. Sehingha saat ini ada 1.780 orang yang mendapatkan bantuan makanan siap santap tersebut.

“2 kali makan itu seharga Rp 30 ribu. Ada kurir yang mengirimkan makanan ke rumah masing-masing penerima,” jelas dia.

Lebih lanjut ia mengatakan, penerima bantuan ini adalah masyarakat yang masuk kategori lansia, anak terlantar, dan disabilitas.

Berita Lainnya  Empat Lumbung Dibangun Tahun Ini, Untuk Cadangan Pangan dan Ajari Petani Berbisnis

Bupati Gunungkidul Sunaryanta mengatakan, program pemberian makanan siap santap bagi para lansia, anak terlantar, dan disabilitas ini dimulai tanggal 5 Februari kemarin dan berlangsung sampai 5 Maret 2024 mendatang. Ia juga mengingatkan agar menu makanan yang disalurkan kepada penerima bantuan memperhatikan kondisi kesehatan, kebersihan dan gizi yang mencukupi.

Bupati juga meminta makanan dikonsultasikan kepada puskemas di wilayah masing-masing.

“Diharapkan makanan yang disalurkan dalam keadaan fresh, yang dimasak ‘dadakan’, yang tentunya mengandung gizi yang baik. Jangan sampai ada kesalahan bisa viral nanti,” ucap Bupati Gunungkidul, Sunaryanta.

Sementara itu, Lurah kalurahan Petir, Rongkop Sarju mengatakan, di wilayahnya terdapat 107 penerima manfaat program Bantuan Sosial Permakanan tersebut.

Berita Lainnya  Kebut Proses Pembangunan Kampus UNY, Pemkab Minta Pelajar Gunungkidul Diutamakan

“Untuk Rongkop makanan dimasak oleh kader posyandu, PKK dimasak secara bergantian mereka memanfaatkan dapur kalurahan sekaligus menyimpan bahan makanan, ada 5 kurir yang melakukan penyaluran ke setiap lokasi,” kata Sarju.

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Berita Terpopuler