fbpx
Connect with us

Pemerintahan

25 Kambing Milik Warga Sawahan Mati Mendadak

Diterbitkan

pada

BDG

Ponjong,(pidjar.com)– Sebanyak 25 ekor kambing milik warga Padukuhan Sawur, Kalurahan Sawahan, Kapanewon Ponjong mati mendadak, Selasa (20/02/2024) kemarin. Belum diketahui secara pasti penyebab matinya ternak milik Rahmad tersebut. Penanganan dari UPT Puskeswan sendiri telah dilakuka dengan cara pengambilan sejumlah sampel tanah dan darah.

Pemilik ternak, Rahmad mengatakan, Selasa (20/04/2024) subuh kemarin ia mengecek glkandang ternaknya ternyata beberapa kambing miliknya sudah dalam kondisi kejang dan mati. Dari sekitsr pukul 05.00 sampai 11.00 WIB total ada 25 ekor kambing miliknya yang mati.

“Ya hanya dalam hitungan beberapa jam itu dari 05.00 WIB sampai 11.00 WIB, 25 kambing saya mati mendadak,” papar Rahmad saat dikonfirmasi, Rabu (21/02/2024).

Berita Lainnya  Cuaca Ekstrem Diprediksi Hingga 28 Februari, Masyarakat Dihimbau Lebih Waspada

Menurutnya, sehari sebelum kejadian tersebut tidak ada tanda-tanda aneh pada kambing-kambingnya itu. Ia memberi makan berupa campuran tebon jagung dan beberapa komponen lain seperti biasanya. Ditambah dengan singkong karet.

Atas kejadian tersebut, ia harus menelan kerugian hingga puluhan juta. Kemudian dirinya melaporkan kejadian tersebut ke UPT Puskesmas Hewan di Karangmojo. Petugas kesehatan hewan kemudian datang ke lokasi kejadian untuk melakukan pemeriksaan dan memberikan arahan untuk penanganannya.

“Dikubur massal mbak di satu lubang. Petuga juga melakukan pemeriksaan,” imbuhnya.

Lebih lanjut ia mengungkapkan, sebulan lalu juga ada ternak kambing miliknya yang mati secara mendadak. Ada sekitar 6 kambing yang tiba-tiba mati.

“Yang bulan lalu itu juga kami laporkan ke Puskeswan. Ada pengambilan sampel darah, tanah dan pakan tapi hasilnya negatif anthraks, negatif keracunan juga. Kalau yang kemarin juga diambil sampel, kami masih menunggu hasilnya,” jelas dia.

Berita Lainnya  Desa Bersih Narkoba, Upaya Menekan Peredaran Narkoba Yang Kini Semakin Mengkhawatirkan

Sementara itu, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Gunungkidul, Wibawanti Wulandari mengatakan, pihaknya telah mendapatkan laporan adanya puluhan ternak yang mati mendadak. Adapun sampel darah, sampel tanah, dan sampel pakan telah diambil oleh petugas kesehatan hewan yang kemudian untuk di uji laboratorium.

“Kalau untuk penyebabnya bagaimana kami masih belum tahu. Prinsipnya kami menunggu hasil uji laboratorium, untuk penanganan tentu sudah dilakukan sejak kemarin,” tutupnya.

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Berita Terpopuler