fbpx
Connect with us

Sosial

Pendapatan BUMDes Berkembang, Pemdes Pampang Berikan Santunan Kepada Warganya Yang Meninggal dan Miskin

Diterbitkan

pada

Paliyan,(pidjar.com)–Warga Desa Pampang, Kecamatan Paliyan, patut berbangga terhadap pemerintah desa di mana mereka tinggal. Pasalnya, selain penyaluran bantuan dari pusat, pemerintah desa juga memiliki sejumlah program yang memihak kepada masyarakat. Salah satu yang saat ini sedang digencarkan adalah pemberian santunan kepada warganya yang meninggal dunia. Selain itu, warga kurang mampu menerima bantuan dari pamong desa satu kali dalam satu bulan. Yang menarik, dana yang digunakan tersebut bersumber dari pendapatan desa setempat.

Kepala Desa Pampang, Iswandi mengatakan, pemerintah desa memiliki program memberikan santunan kepada setiap warganya yang meninggal dunia. Dana tersebut diambil dari dana sosial yang memang telah disiapkan pemerintah desa.

“Mekanismenya nanti dukuh melaporkan adanya warga yang meninggal itu kemudian melalui kaum dan dicairkan ke bendahara,” kata Iswandi, Rabu (13/03/2019).

Ia mengatakan, selain warga yang meninggal dunia, pihaknya juga memberikan santunan kepada warganya yang mengalami opname di rumah sakit. Tak hanya itu, kadang kala pihaknya juga memberikan pelayanan transportasi ke tempat pengobatan kepada masyarakat kurang mampu.

Berita Lainnya  Melongok Sejarah Serangan Umum 1 Maret Dari Monumen Stasiun Radio Banaran

“Mekanismenya juga sama, pak dukuh mendata dan malaporkan warga yang sakit kemudian dari desa memberikan santunan,” terang dia.

Tak hanya uang santunan, pemerintah desa juga mengajak warga yang lebih mampu untuk memberikan sembako kepada warga lain yang masih kurang. Dalam pembagian tersebut dilakukan setiap hari jumat minggu ke 3.

“Warga dan pamong desa mengumpulkan sembako. Nantinya pada minggu ke 3, atau kita menyebut Jumat Berkah ini kita bagikan kepada 10 warga kurang mampu di Desa Pampang,” kata dia.

Perangkat desa dan anggota kepolisian menyambangi warga miskin

Program tersebut dilakukan lantaran adanya peningkatan pendapatan desa dari berbagai sektor yang ada. Sejak 2017 kemarin, Desa Pampang sendiri telah membentuk BUMDes. Selama dua tahun terakhir, pendapatan yang masuk pun tergolong meningkat.

Berita Lainnya  Promosikan Pendaftaran Calon Anggota Polri, Polres Gunungkidul Gelar Police Expo di Ajang Car Free Day

“Dulunya pendapatan desa hanya berkisar Rp 8 juta, tapi sekarang sudah Rp 20 juta sekian,” imbuh dia.

Peningkatan pendapatan yang scukup signifikan tersebut tidak lepas dari pengelolaan Desa Pampang menjadi desa ekowisata. Selama ini, Desa Pampang telah mampu mengembangkan potensi yang ada di wilayah tersebut.

“Kami menyediakan paket wisata ada jelajah desa, konservasi burung, river tubing, outbond, camping. Bebraapa fasilitas seperti tempat rapat home stay dengan hiburan-hiburan kita berikan,” terang dia.

Selama ini dalam perkembangannya, Pampang juga sudah menjadi lokasi kunjungan. Belum lama ini, wisatawan dari Malaysia juga mendatangi Pampang untuk sekedar melihat atau bahkan belajar dari beberapa potensi yang ada.

“Kemarin berkunjung ke kerajinan perak, budi daya jamur, ke lokasi konservasi dan juga berkunjung ke tempat wisata,” terang dia.

Klik untuk Komentar

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Berita Terpopuler