fbpx
Connect with us

Pemerintahan

Penerapan New Normal, Pemerintah Mulai Persiapkan Penyelenggaraan Kembali Car Free Day

Diterbitkan

pada tanggal

Wonosari,(pidjar.com)–Car Free Day di Kabupaten Gunungkidul di masa new normal masih terus digodok. Sebelum masa pandemi, CFD menjadi salah satu titik keramaian di kawasan Kota Wonosari. Setiap hari Minggu pagi, ruas jalan di bagian barat Alun-alun Wonosari memang layaknya pasar tumpah. Banyak pedagang berjualan, masyarakat banyak pula yang berdatangan untuk olahraga atau sekedar membeli barang.

Kepala Sub Bagian Administrasi Pembangunan Sekretariat Daerah Gunungkidul, Eko Nurcahyo memastikan, Car Free Day belum dibuka hingga masa tanggap darurat covid19 di DIY pada 31 Juli 2020 mendatang berakhir. Pihaknya hingga kini terus berkoordinasi dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lain berkaitan dengan persiapan pembukaan kembali CFD.

“Karena ini memang lintas sektoral tadi kebetulan kami menjadi koordinator, ada kepolisian, Pol PP, Dishub, Dispertan, Disperindag. Minggu lalu kami masih koordinasi,” ujarnya kepada pidjar.com, Senin (06/07/2020).

Menurutnya, saat ini pemerintah sedang melakukan persiapan seperti pendataan pedagang, kemudian lokasi parkir dan prosedur pelaksanaan CFD. Harapannya, begitu CFD kembali dioperasikan, protokol covid19 tetap dipatuhi.

“Jadi masih kita matangkan koordinasinya, tapi kami juga menunggu regulasi gubernur, kalau masa tanggap darurat belum selesai ya kami belum buka CFD,” imbuh Eko.

Sementara itu Kepala Bidang Pasar Ari Setyawan menambahkan, pihaknya saat ini melakukan pendataan jumlah pedagang di CFD. Pihaknya juga tengah melakukan penghitungan ulang yang berkaitan dengan jarak antar pedagang satu dan yang lainnya.

“Supaya social distancing tetap terjaga dan tidak terjadi kerumunan seperti sebelum pandemi,” ujar Ari.

Pihaknya juga saat ini tengah mempersiapkan fasilitas cuci tangan di sejumlah titik strategis. Hal ini untuk mencegah penyebaran covid19.

“Kami juga sedang mempertimbangkan lokasi, jumlah pedagang dan jumlah pengunjung,” papar dia.

Sementara itu, Seksi Pengendalian dan Operasi, Dinas Perhubungan Gunungkidul, Bayu Susilo Aji memastikan, jika CFD dibuka, pihaknya akan menerapkan aturan di mana kendaraan pengunjung tidak akan diperbolehkan merangsek ke lokasi CFD. Hal ini lantaran memang, lapak-lapak pedagang ke depan akan diperenggang sehingga diperkirakan tidak akan ada space parkir di seputaran jalur CFD. Ia mengatakan, sesuai dengan Peraturan Bupati Nomor 45 tahun 2020, Pihaknya bertanggung jawab tentang kelancaran lalulintas dan perparkiran

“Kami menyiapkan dan sudah mengkoordinir pengelola perparkiran berkaitan pengalihan area parkir dari ruas jalan masjid ke beberapa kantong parkir,” jelas Bayu.

Juga, lanjut Bayu, pihaknya telah menyiapkan penambahan beberapa barikade untuk mendukung bersama kepolisian dalam hal penutupan dan pengalihan arus lalu lintas. Nantinya selain mengatur penutupan utk semua jenis kendaraan bermotor pada pukul 06.00-08.00 WIB.

“Kami juga mengatur pedagang akan ditempatkan di satu sisi sebelah barat jalan mulai dari simpang tiga Pegadaian sampai simpang tiga Tamkul,” beber Bayu.

Kemudian, untuk sisi timur dibebaskan dari pedagang untuk memberikan ruang untuk yang melaksanakan olahraga. Menurutnya, saat ini OPD pengampu sedang mendata dan akan melaksanakan penataan.

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Berita Terpopuler