fbpx
Connect with us

Sosial

Pengemudi Mobil Yang Terbakar Akhirnya Meninggal Dunia, Tanjakan Bundelan Tahun Ini Telan 2 Nyawa

Diterbitkan

pada tanggal

Wonosari,(pidjar.com)–Tanjakan Bundelan yang menghubungkan Bayat, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah dengan Desa Jurangjero, Kecamatan Ngawen menjadi jalur tengkorak yang menakutkan. Di lokasi tersebut, hanya dalam satu tahun ini ada 4 kecelakaan fatal yang terjadi jalur tersebut. Dari sejumlah kejadian tersebut, dua orang korban bahkan harus kehilangan nyawanya.

Kanit Laka Lantas, Satlantas Polres Gunungkidul, Iptu Soni Yuniawan mengatakan, pada tahun ini terdapat 4 kecelakaan lalu lintas di Jalan Bayat-Jurangjero atau kerap dikenal dengan nama Tanjakan Bundelan. Terakhir, sebuah mobil Mitsubishi Colt bernopol AA 1751 PE terbakar usai menabrak tebing di tanjakan ini pada 1 Desember 2019 silam. Sebelumnya, mobil yang berjenis open cup ini mengalami rem blong ketika sedang menuruni bagian curam dari tanjakan ini. Pengemudi lantas menabrakkan mobil ke tebing di kiri jalan yang kemudian berakhir dengan terbakarnya mobil tersebut. Tiga orang penumpang yang terdiri dari pengemudi dan 2 orang kernet sempat terbakar api yang membesar dari bagian mesin ini. Sang pengemudi bahkan mengalami luka bakar hingga 85% dan langsung mengalami kritis.

Berita Lainnya  Daya Beli Kendaraan Yang Bertambah, Pendapatan Pajak Kendaraan Lampaui Target

“Dalam kejadian tersebut, tiga orang mengalami luka bakar. Pengemudi mobil atas nama Wawan Apriyanto (23) warga Dusun Bogem, Desa Bogem, Kecamatan Klaten, Jawa Tengah akhirnya dinyatakan meninggal dunia setelah dirawat kurang lebih 1 minggu di rumah sakit akibat luka bakar parah,” terang Soni, Rabu (18/12/2019).

Kemudian kecelakaan lainnya yang menyebabkan korban meninggal dunia yakni terjadi pada Mei 2019 silam. Dalam peristiwa tersebut, satu unit bus bernomor polisi AB 7561 AK yang berisi sekitar 35 orang wisatawan dari Demak, Jawa Tengah terguling saat hendak menuju ke salah satu Pantai di Kabupaten Gunungkidul. Namun sesampainya di lokasi, bus yang tak kuat menanjak kemudian terguling.

“Dalam kejadian tersebut, 1 orang meninggal dunia akibat terjepit bodi bus,” papar dia.

Lebih lanjut dikatakan, selain kecelakaan tersebut terdapat dua kecelakaan lainnya. Namun beruntung tidak sampai menelan korban jiwa dan hanya mengakibatkan korban luka.

“Totalnya ada 4 kejadian yang terdiri dari 3 kasus kecelakaan roda empat atau lebih, dan hanya satu yang menimpa kendaraan roda dua,” ungkap Soni.

Ia menjelaskan, sejumlah faktor menjadi pemicu terjadinya kecelakaan lalu lintas di lokasi ini. Selain kontur jalan yang berliku serta tanjakan tinggi, faktor kondisi kendaraan juga menjadi pemicunya. Untuk dapat melalui tanjakan ini, memang diperlukan kendaraan yang sehat.

Berita Lainnya  Menilik Upaya PDAM Tirta Handayani Mengantisipasi Kekeringan Tahun Ini

Menurut Soni, dengan tingkat kerawanan yang tinggi tersebut, Tanjakan Bundelan memang menjadi perhatian dari pihaknya. Sejumlah upaya dilakukan guna menekan angka kecelakaan lalu lintas di lokasi ini. Saat ini, dari Satlantas Polres dan Dinas Perhubungan Gunungkidul telah m memasang rambu peringatan di jalur tersebut.

“Kalau untuk melarang kendaraan roda empat nampaknya sulit, tapi sudah ada rambu peringatan di jalur tersebut,” kata dia.

Sementara itu, Kasat Lantas Polres Gunungkidul, AKP Anang ketika dihubungi pidjar.com mengaku belum memantau kembali usulan dari Kasat Lantas lama, AKP Mega Tetuko yang telah menyurati google untuk menghapus jalur itu. Namun pihaknya akan terus melalukan upaya antisipasi agar tidak lagi terjadi kecelakaan.

“Nanti kita cek sudah dihapus belum. Kita juga akan pasang rambu-rambu peringatan agar hati-hati di jalan,” ungkap Anang.

Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Berita Terpopuler