Pemerintahan
Pengentasan Padukuhan Mokol Dari Kawasan Kumuh, Pemkab Gunungkidul Gelontor Program Khusus
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Penataan kawasan kumuh di pusat kota beberapa tahun ini mulai dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Gunungkidul. Meski berada di pusat kota, namun ternyata masih ada dua kecamatan dengan cakupan 5 desa yang masuk dalam kategori kawasan kumuh. Ada sejumlah indikator mendasari penetapan kawasan kumuh ini. Berkaitan dengan adanya kawasan kumuh di kawasan perkotaan, dari pemerintah pun juga memberikan perhatian khusus dalam meminimalisir terjadinya perluasan kawasan kumuh.
Kepala Bidang Perumahan, Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman (DPUPRKP) Gunungkidul, Bambang Antono menuturkan, berdasarkan surat keputusan Bupati Gunungkidul yang terbit beberapa tahun silam, masih ada dua kecamatan di pusat kota yang masuk dalam kategori kawasan kumuh. Adapun daftar desanya yakni Desa Logandeng di Kecamatan Playen kemudian Desa Kepek, Baleharjo dan Selang di Kecamatan Wonosari.
Menurutnya ada beberapa indikator dari pemerintah dalam perumusan serta penetapan kawasan kumuh. Mulai dari kepadatan penduduk dan bangunan di suatu titik, kondisi drainase, sarana air bersih, pengelolaan sampah yang tepat dan beberapa kategori lainnya.
“Kalau di beberapa titik, itu ada masuk kategori ringan dan sedang. Untuk penanganannya sendiri dilakukan oleh pemerintah kabupaten maupun pusat,” terang Bambang Antono, Selasa (14/04/2020).
Lebih lanjut ia mengatakan, dari data yang dimiliki, untuk di desa-desa tersebut tidak secara keseluruhan padukuhan yang ada masuk kategori wilayah kumuh. Ia mencontohkan seperti untuk Desa Logandeng, penetapan kawasan kumuh ada di Padukuhan Siyono Wetan serta beberapa lainnya.

“Tahun lalu sudah ada program yang kami salurkan yakni dengan pembangunan drainase dan perbaikan jalan. Kemudian kami berikan fasilitas lainnya yang sekiranya meminimalisir suatu kawasan itu menjadi kawasan kumuh,” jelas dia.
Bambang menyadari, penanganan terkait dengan pengelolaan dan pencegahan kawasan kumuh ini memang cukup terbatas. Pihaknya selama ini tidak mendapatkan dana anggaran yang mencukupi. Namun dengan adanya sejumlah perhatian perlahan untuk kawasan kumuh mulai berkurang.
“Sejak beberapa tahun anggaran, sudah ada beberapa yang kami tangani di wilayah Kecamatan Wonosari dan Playen. Untuk dana sendiri tidak banyak, jadi ya kita menyesuaikan plot yang ada saja,” tambah Bambang.
Tahun ini, pemerintah akan menggelontorkan anggaran penanganan kawasan kumuh untuk Padukuhan Mokol, Desa Selang. Penataan dan edukasi pada masyarakat terus diberikan. Langkah ini sebagai upaa pemerintah menunjukkan kesiapan masyarakat, semakin berkembangnya daerah pola hidup dan penataan wilayah pun harus lebih baik.
“Sebenarnya ini bukan melulu tugas pemerintah. Masyarakat juga arus paham dan sadar mengenai kondisi wilayahnya masing-masing,” pungkas dia.
-
Uncategorized4 minggu yang laluTak Ikut Aksi di Istana, PPPK Gunungkidul Tetap Serukan Desakan Kepastian Status Kontrak
-
Uncategorized3 minggu yang laluAdu Banteng Dua Motor di Wonosari, Dua Pengendara M3nIngg4l di TKP
-
Uncategorized4 minggu yang laluTolak Tawaran Uang Damai, Korban Penganiayaan Brutal Oknum Pesilat Bersikukuh Tak Cabut Laporan
-
Uncategorized4 minggu yang laluSiaga Darurat Gunungkidul Diperpanjang 3 Bulan, Kemarau Diprediksi hingga November
-
Uncategorized4 minggu yang laluProses Pembebasan Lahan Berproses, Sekolah Internasional Bakal Segera Dibangun di Patuk
-
Uncategorized2 minggu yang laluMerintis Watusigar Gemilang, Feri Sulistyono Usung Digitalisasi dan Transparansi Pemerintahan
-
Uncategorized4 minggu yang lalu7 Hektare Lahan Jati di Bodoyo Terbakar
-
Uncategorized4 minggu yang laluTabrakan di Jalan Lingkar Utara Piyaman, Pelajar 17 Tahun Tewas di Lokasi
-
Uncategorized4 minggu yang laluPilur Serentak Gunungkidul, 2 Kalurahan Ajukan Seleksi Tambahan
-
Uncategorized3 minggu yang laluCek Dapur MBG di Gunungkidul, Wakil Ketua Komisi VII Apresiasi SOP Pelaksanaan MBG
-
Uncategorized4 minggu yang laluKecelakaan Maut di Ponjong, Pengendara Vega Meninggal Usai Tabrakan dengan Karimun
-
Uncategorized2 minggu yang laluWarga Kelor Pertanyakan Pembangunan Tower 72 Meter, Mengaku Tak Pernah Dilibatkan
