fbpx
Connect with us

Pemerintahan

Rektor Dirumorkan Nyalon Bupati, UNY Terseret Pusaran Pilkada Gunungkidul?

Diterbitkan

pada tanggal

Semanu,(pidjar.com)–Meski baru akan berlangsung pada akhir tahun 2020 mendatang, bagi para kandidat, Pilkada Gunungkidul terasa sudah cukup mepet. Tak heran apabila saat ini, telah mulai ada banyak manuver dari pada calon Bupati maupun Wakil Bupati yang santer akan berlaga pada Pilkada Gunungkidul 2020. Salah satu yang cukup gencar dalam bergerak Sutrisna Wibawa. Rektor Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) ini dikabarkan akan diusung oleh koalisi Partai Gerindra, Demokrat, PAN dan PKS berpasangan dengan Mahmud Ardi Widanto.

Sutrisna Wibawa sendiri telah sejak berbulan-bulan silam turun ke Gunungkidul menyapa masyarakat. Tak hanya itu, baliho Kadung Trisno yang memuat fotonya telah banyak terpasang baik di pedesaan, maupun space berbayar di kawasan Kota Wonosari. Sutrisna baik secara pribadi, maupun berpasangan dengan Mahmud Ardi Widanta kerap kedapatan menggelar pertemuan dengan masyarakat. Banyak pula kegiatan UNY yang dipimpinnya yang difokuskan ke Gunungkidul rajin didatangi oleh pria bergelar Guru Besar ini.

Seperti misalnya dalam kegiatan baksos di Pasar Candirejo, Semin. Ia menggandeng paguyuban dukuh membagikan masker kepada masyarakat. Saat itu, dirinya hadir bersama bakal calon wakil bupati dari PAN, Mahmud Ardi Widanta.

Kemudian pada kesempatan lain, yakni saat Dies Natalis UNY, Sutrisna juga hadir menyalurkan bantuan kepada masyarakat di Kalurahan Ngalang, Kapanewon Gedangsari. Aroma politik juga cukup kental terlihat lantaran meski berstatus sebagai acara UNY, acara ini turut dihadiri pula oleh sejumlah ketua Parpol. Diantaranya yang terlihat hadir adalah Ketua DPC Gerindra Gunungkidul Purwanto. Sutrisna juga acap kali sering tampil nersama Ketua DPC Demokrat, Supriyani Astuti.

Berita Lainnya  Mobilitas Kendaraan Menurun, Kualitas Udara Diperkirakan Semakin Membaik

Yang terbaru, dalam acara webinar nasional kampus masuk desa di kawasan Telaga Jonge, Kapanewon Semanu pada Sabtu (27/06/2020) siang tadi. Puluhan lurah juga dihadirkan menjadi peserta dengan narasumber Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Abdul Halim Iskandar.

Lagi-lagi meski mengusung nama UNY, aroma politik memang sangat terasa dalam pertemuan ini. Pada kesempatan tersebut, nama Sutrisna kerap kali disebut dan seolah ditawarkan kepada para lurah. Acara ini memang banyak dihadiri oleh lurah lantaran menghadirkan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Abdul Halim Iskandar.

“Jadi ingat ya, kita serahkan kepada Sutrisna, Su ini lebih, trisna itu kasih sayang. Jadi silahkan mau diapakan pak Sutrisna ini,” kata Menteri Abdul Halim yang disambut gemuruh gelak tawa para lurah.

Dalam kesempatan tersebut, Abdul Halim Iskandar turut meninjau pembangunan Kampus UNY Gunungkidul. Dalam kunjungan di lokasi kampus UNY Gunungkidul yang terletak di Kalurahan Pacarejo, Kapanewon Semanu ini, Abdul Halim berharap bahwa masing-masing dapat bahu-membahu dan saling melengkapi untuk memperjuangkan kemajuan daerah pedesaan. Perihal teknis seperti pengelolaan dana desa juga dapat terbantu dengan adanya dosen dan mahasiswa dari perguruan tinggi. Karena mereka dapat memberikan input dalam musyawarah perencanaan pembangunan (musrenbang) sampai keperluan administrasi.

Berita Lainnya  Ikut Sukseskan Pemilu, Disdukcapil Pakai Sistem Jemput Bola

“Saya tahu betul UNY punya banyak kegiatan di desa-desa, wong saya sendiri ikut. Saya dulu selepas lulus dari UNY, juga menjadi guru di desa sampai tahun 1999. Di desa, menjadi guru dan sarjana masih sangat dihormati dan masukannya bisa sangat berkontribusi untuk pembangunan. Anak-anak UNY sebagai calon guru dan sarjana jangan sampai melepaskan peluang ini,” imbuh Halim.

Ketika dikonfirmasi berkaitan dengan penyeretan nama UNY dalam politik praktis Pilkada Gunungkidul, Sutrisna Wibawa membantah. Ia menyebut bahwa kegiatan ini bukan merupakan ajang kampanye dirinya. Menurutnya, acara di Telaga Jonge ini merupakan agenda resmi kegiatan kampus UNY.

“Saya kira itu tidak benar (politisasi UNY), saat ini kan program bagaimana perguruan tinggi dengan desa itu menyatu sinergi,” singkat Sutrisna.

Sementara disinggung mengenai statusnya sebagai ASN aktif yang kerap tampil ke publik dengan personal sebagai calon kuat Bupati, Sutrisna enggan berkomentar banyak. Ia kembali beralasan bahwa kesempatan ini merupakan kegiatan kampus.

“Kalau itu di luar ini, ini kan kegiatan akademi kampus,” ucap dia sembari pergi dengan alasan melanjutkan perjalanan.

Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Berita Terpopuler