Hukum
Penolak Jenazah Mantan Danramil Divonis 4 Bulan Penjara
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Kasus penolakan jenazah almarhum Mayor Inf (Purn) S yang pada saat itu berstatus terkonfirmasi covid19 saat hendak dimakamkan di TPU Trengguno Lor, Kalurahan Sidorejo, Kapanewon Ponjong berbuntut panjang. Kasus ini sampai ke ranah hukum. Dua orang warga yang pada saat itu terang-terangan melakukan penolakan harus mempertanggung jawabkan perbuatannya di meja pengadilan. Kedua warga tersebut divonis dengan hukuman penjara.
Sebagai informasi, tanggal 11 Juni 2021 silam, seorang warga dari Kalurahan Ngeposari meninggal dunia di rumah sakit dengan status covid19. Karena yang bersangkutan dulunya merupakan warga Sidorejo, Ponjong, maka pihak keluarga bermaksud memakamkan jenazah mantan Danramil tersebut di Trengguno Lor.
Pada saat tukang gali kubur sudah membuatkan liang halat untuk jenazah yang semasa hidupnya mengabdi sebagai anggota TNI dan berpangkat Mayor Inf tersebut, kemudian datang dua orang warga yaitu Sudiro (Ketua RT) dan Rohmat alias Mandra. Keduanya melakukan penolakan dengan mengatasnamakan lingkungan yang tidak memerima jenazah lantaran takut tertular virus tersebut.
Pada saat itu, jenazah kemudian dikebumikan di wilayah Ngeposari, Kapanewon Semanu. Pihak keluarga kemudian melakukan pertemuan dengan dua pelaku penolakan tersebut. Meski sudah ada penyelesaian kekeluargaan, namun kasus ini tetap berlanjut.
“Awalnya ditangani Polsek Ponjong kemudian ditangani Polres Gunungkidul,” kata Kanit Pidana Khusus Satreskrim Polres Gunungkidul, Ipda Ibnu Ali Puji, Kamis (28/10/2021).
Proses pemeriksaan pada saat itu intens dilakukan. Dalam perkembangannya, kedua warga Trengguno Lor tersebut ditetapkan sebagai tersangka. Tak berselang lama, berkas kemudian dilimpahkan ke Kejaksaan dan dilakukan persidangan di Pengadilan Negeri.
“Dikenakan pasal 14 UURI no 4 th 1984 dengan ancaman hukuman 1 tahun penjara,” ucap dia.
“Untuk persidangan sudah ranah Pengadilan,” imbuh dia.
Kamis (28/10/2021) pagi tadi Sudiro (Ketua RT) dan Rohmad alias Mandra menjalani sidang secara virtual atas kasus penolakan jenazah mantan Danramil tersebut. Sidang sendiri dipimpin oleh Iman Santosa, SH MH dengan anggota Aditya, SH dan Rochman, SH. Sementara tim jaksa penuntut umum adalah Lingga, SH dan Hani, SH dengan panitera Alucius Yudo Kristanto, SH.
Dalam putusan majelis hakim, Sudiro dan Rohmat alias Mandra yang melakukan penolakan pemakaman terhadap jenazah covid19 tersebut dijatuhi hukuman penjara 4 bulan 15 hari. Sejumlah bukti menguatkan bahwa keduanya bersalah. Pun demikian pada saat pemeriksaan, keduanya telah mengakui perbuatan mereka.
Dalam sidang tersebut kedua terdakwa menerima dan tidak mengajukan banding alias sudah menerima putusan pengadilan. Selepas persidangan kedua terdakwa ini langsung dieksekusi ke Rutan Kelas IIB Wonosari.
-
Uncategorized1 minggu yang laluDerita Suami Pasien Bersalin RSUD Wonosari, Bayi Meninggal, Luka Bekas Operasi Istri Bernanah Berbulan-bulan
-
Uncategorized2 minggu yang laluAbsen Dalam Puncak HUT Gunungkidul Buat Rumor Bupati dan Wakil Bupati Jothakan Makin Santer, Ini Klarifikasi Joko Parwoto
-
Budaya7 hari yang laluTradisi Bukaan Kyai Cupu Panjolo, Berikut Simbol-simbol yang Muncul
-
Uncategorized7 hari yang laluTak Ada Sengketa Pilur, Lurah Terpilih Bakal Dilantik 26 November
-
Sosial1 minggu yang lalu9.500 Hektare Lahan Jagung di Gunungkidul Disiapkan untuk Pengembangan Energi Berbasis Hayati
-
Uncategorized1 minggu yang laluGadaikan Motor Rekannya, Seorang Pemuda Diringkus Polisi
-
Uncategorized2 hari yang laluKnalpot Brong Jadi Incaran Khusus Operasi Patuh Progo 2026
-
Uncategorized1 minggu yang laluDukung Program Strategis Pemerintah, KSPSI Dorong Penguatan Pengawasan Hingga Level Bawah
-
Uncategorized4 minggu yang laluPerkuat Layanan Kedaruratan, Klinik Utama Wizula Medica Resmi Kerjasama dengan Jasa Raharja Tangani Korban Kecelakaan
-
Pemerintahan3 minggu yang laluBrandu Masih Ditemukan, Pemkab Gunungkidul Perkuat Edukasi Cegah Penularan Antraks
-
Uncategorized2 minggu yang laluKonser Amal Hari Jadi Gunungkidul ke-196 Raup Rp124 Juta, Donasi Sepenuhnya Untuk Droping Air
-
Uncategorized4 hari yang laluDua Oknum Kejaksaan di Gunungkidul Diduga Terlibat Skandal Asusila
