Hukum
Penyelidikan Kasus Dugaan Penyimpangan Prona Desa Bleberan Berlanjut, Kades dan Bendahara Diperiksa Penyidik Kejari
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Kejaksaan Negeri Gunungkidul terus menelusuri dugaan pungutan liar program Proyek Operasi Nasional Agraria (Prona) di Desa Bleberan, Kecamatan Playen periode 2017 silam. Pada Senin (08/07/2019) kemarin, penyidik Kejari Gunungkidul melakukan proses pemeriksaan terhadap Kepala Desa Bleberan dan Bendahara Desa Bleberan. Adapun jadwal pemeriksaan yang dilakukan pada kemarin merupakan penjadwalan ulang lantaran pada jadwal sebelumnya, agenda pemeriksaan sempat diundur.
Kasi Intel Kejaksaan Negeri Gunungkidul, Abdul Syukur mengungkapkan, Kepala Desa dan Bendahara Desa Bleberan memenuhi panggilan dari Kejaksaan Negeri Gunungkidul untuk dilakukan pemeriksaan. Sejumlah pertanyaan pun diberikan terhadap yang bersangkutan untuk mengetahui lebih dalam terkait duduk permasalahan, uang yang diterima dan beberapa hal lainnya.
“Sudah kami lakukan pemeriksaan, kalau untuk sekarang masih sebatas pengumpulan keterangan dari perangkat dan masyarakat,” kata Abdul Syukur, Selasa (09/07/2019).
Sejumlah berkas pun juga dilakukan pemeriksaan oleh aparat penegak hukum. Tak hanya Kepala Desa dan Bendahara Desa Bleberan saja, melainkan dari pihak Kejaksaan juga melakukan telah menjadwalkan dan melakukan pemanggilan terhadap sejumlah perangkat desa, dukuh, dan tokoh masyarakat yang sekiranya terlibat maupun mengetahui seluk beluk program ini.
Sementara itu, Kasi Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Wonosari, M. Darojat menambahkan, saat ini pihaknya masih terus melakukan pengumpulan keterangan dan bukti-bukti di lapangan atas dugaan pungutan liar yang dilakukan dalam program Prona Desa Bleberan. Tidak menutup kemungkinan, jika Kepala Desa, Bendahara dan perangkat lainnya masih akan terus dilakukan pemanggilan untuk memberikan keterangan.
“Tadi sudah kita panggil dan diperiksa. Untuk temuan dugaan pungli ininl sendiri ditangani baik dari bidang Pidana Khusus maupun Intel,” ujar M.Darojat.
Ia mengungkapkan jika pemeriksaan yang dilakukan oleh petugas sendiri guna mengetahui besaran uang yang dilakukan penarikan oleh oknum tidak bertanggung jawab terhadap pemohon program Prona (Proyek Operasi Nasional Agraria) dalam hal ini masyarakat Desa Bleberan. Selain itu, juga untuk mengetahui aliran uang pungutan yang tidak sesuai dengan peraturan yang telah berlaku tersebut.
“Kita cocokan data yang kami miliki dengan keterangan satu dengan yang lainnya. Uang pungutan itu digunakan untuk apa, masih kita dalami,” imbuh dia.
Disinggung mengenai jumlah temuan kerugian masyarakat, Darojat masih belum dapat memastikannya. Namun yang jelas untuk dugaan penyelewengan program ini masih terus ditelusuri oleh jajarannya. Ia pun berkomitmen untuk segera menyelesaikan perkara yang ditangani oleh bidan Intel dan pidana Khusus Kejaksaan Negeri Wonosari ini.
“Setelah pemeriksaan tentu akan ada analisis untuk menentukan langkah lebih lanjut. Pada intinya kita terus tegakkan hukum jika memang pelanggaran pidana dan merugikan negara benar adanya,” tambahnya.
-
Uncategorized4 minggu yang laluAdu Banteng Dua Motor di Wonosari, Dua Pengendara M3nIngg4l di TKP
-
Uncategorized4 minggu yang laluProses Pembebasan Lahan Berproses, Sekolah Internasional Bakal Segera Dibangun di Patuk
-
Uncategorized3 minggu yang laluMerintis Watusigar Gemilang, Feri Sulistyono Usung Digitalisasi dan Transparansi Pemerintahan
-
Uncategorized3 minggu yang laluCek Dapur MBG di Gunungkidul, Wakil Ketua Komisi VII Apresiasi SOP Pelaksanaan MBG
-
Uncategorized5 hari yang laluPerkuat Layanan Kedaruratan, Klinik Utama Wizula Medica Resmi Kerjasama dengan Jasa Raharja Tangani Korban Kecelakaan
-
Uncategorized3 minggu yang laluWarga Kelor Pertanyakan Pembangunan Tower 72 Meter, Mengaku Tak Pernah Dilibatkan
-
Uncategorized4 minggu yang laluKelor Berubah, Kelor Berbenah, Wayahe Ganti Lurah
-
Uncategorized3 minggu yang laluPintu Depan Terkunci, Suami Temukan Istri Meninggal
-
Uncategorized4 minggu yang laluKelok 18 Dibuka Uji Coba, Rest Area Baru Bisa Dipakai Sekitar Setahun Lagi
-
Uncategorized4 minggu yang laluPeduli Kekeringan, GUBUK dan DWP BRIN Salurkan 37 Tangki Air Bersih untuk Warga Gunungkidul
-
Uncategorized1 minggu yang laluIkuti Google Maps, Minibus Wisatawan Terperosok di Tanjakan Bundelan, 1 Penumpang Meninggal
-
Uncategorized3 minggu yang laluPemkab Gunungkidul Mulai Gunakan BTT Rp1,3 Miliar untuk Atasi Kekeringan
