fbpx
Connect with us

Hukum

Peras Kepala Desa, Oknum Wartawan Divonis 10 Bulan Penjara

Diterbitkan

pada tanggal

Wonosari,(pidjar.com)–Seorang oknum wartawan yang diketahui bernama At alias Ceprot (48) divonis 10 Bulan penjara oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Wonosari. At sendiri terjerat kasus pemerasan dan ancaman setelah sebelumnya dilaporkan oleh Kepala Desa Bendung, Kecamatan Semin. Ia dinilai Majelis Hakim yang diketuai Tri Joko telah terbukti bersalah melanggar 369 Ayat (1) KUHAP tentang pemerasan dan ancaman.

Dengan mengenakan kemeja biru lengan pendek, At duduk tertunduk lesu di hadapan majelis hakim. Ia harus menerima kenyataan selama beberapa waktu ke depan mendekam ke dalam jeruji besi.

Putusan At sendiri lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum Siti Junaidah yang menuntut satu tahun dua bulan penjara dengan jeratan Pasal 369 Ayat (1). Namun selama persidangan Majelis Hakim menilai terdakwa koorperatif dan tidak berbelit-belit.

Berita Lainnya  Akhir Juli, Kejari Gunungkidul Target Tetapkan Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Pembangunan Balai Desa Baleharjo

“Dinyatakan terbukti melakukan tindak pidana pemerasan dengan ancaman kepada Kepala Desa Bendung, Kecamatan Semin, Didik Rubiyanto,” ujar Ketua Majelis Hakim Tri Joko, dalam keputusannya.

Di samping itu, putusan hakim atas beberapa pertimbangan salah satunya lantaran At sendiri belum sempat menikmati hasil dari uang hasil kejahatannnya. Terlebih At merupakan tulang punggung keluarga. Kedua alasan ini akhirnya meringankan hukuman kepada yang bersangkutan.

Atas hasil vonis ini, oknum wartawan media online ini menyatakan tidak terima. Pihaknya akan mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi Negeri Yogyakarta.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, At diringkus aparat Unit Reskrim Polsek Semin setelah dilaporkan melakukan pemerasan terhadap Kepala Desa Bendung, Didik Rubiyanto. Penangkapan At sendiri di salah satu warung angkringan di Kecamatan Nglipar manakala sang kepala desa menyerahkan uang. Adapun modus dalam pemerasan tersebut adalah, terdakwa mengancam akan menerbitkan berita dugaaan penyelewengan Program Tanah Sistemik Lengkap (PTSL) di Desa Bendung jika tak mau memberikan sejumlah uang.

Berita Lainnya  Tersangkut Kasus Pencabulan Anak Tiri, Pegawai Kemenag Ajukan Pensiun Dini

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Berita Terpopuler