Connect with us

Sosial

Perekonomian Lesu Terdampak Corona, Ini Kesepakatan Pengusaha dan Tenaga Kerja Gunungkidul

Diterbitkan

pada

Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Pandemi corona yang terjadi beberapa pekan terakhir berdampak besar seluruh sektor. Roda perekonomian hingga kegiatan usaha macet. Dikhawatirkan kondisi ini akan berpengaruh terhadap para tenaga kerja. Dengan lesunya kondisi perekonomian yang terjadi saat ini, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnaker) Kabupaten Gunungkidul mengimbau para pelaku usaha untuk melindungi para tenaga kerjanya. Diharapkan, para pengusaha bisa mengedepankan asas kemanusiaan dan menjalin kesepakatan dengan para pekerja terkait dengan pengupahan yang diberikan.

Kepala Bidang Tenaga Kerja, Disnakertrans Gunungkidul, Ahmad Ahsan Jihadan memaparkan, beberapa waktu lalu pihaknya telah melakukan rapat koordinasi dengan sejumlah perwakilan pekerja, perusahaan maupun lembaga lainnya. Koordinasi tersebut membahas mengenai pelaksanaan perlindungan pengupahan bagi pekerja selama dampak wabah corona. Beberapa pokok bahasan pun telah mengerucut dan disepakati oleh pemilik usaha maupun kalangan pekerja.

Berita Lainnya  Berbagi Kebahagiaan Lebaran Bersama Anak Yatim Ala Komunitas Berbagi Untuk Negeri

Salah satu hasil rapat adalah akan adanya penerapan kesepakatan antara pemilik usaha dengan pekerja. Kesepakatan itu sebagai antisipasi terhadap adanya kejadian yang tidak terduga atau apabila perusahaan akan melakukan pembatasan kegiatan usaha yang mengakibatkan sebagian atau seluruh pekerjaannya tidak masuk kerja.

“Perubahan besaran maupun pembayaran harus memperhatikan azas kemanusiaan, termasuk sistem kerja juga harus ada kesepakatan bersama antara perusahaan dan karyawan,” jelas Ahmad Ahsan Jihadan, Sabtu (28/03/2020).

Kesepakatan itu dilakukan agar semua bisa berjalan dengan baik di tengah pandemi corona yang tengah merebak dan mengakibatkan sejumlah hal terbengkalai. Nantinya para pekerja yang terpaksa dirumahkan untuk sementara waktu tetap bisa mendapatkan haknya. Kemudian jika kondisi sudah mulai stabil maka pekerja kembali dipekerjakan seperti biasanya.

Pantauan di lapangan, banyak pertokoan dan jenis usaha lain yang sekarang ini telah tutup. Selain kebijakan dari pemilik usaha, juga lantaran memang sepinya aktifitas masyarakat di tengah wabah ini.

Berita Lainnya  Penderita HIV/AIDS di Gunungkidul Terus Meningkat, Mayoritas Tertular Saat Merantau

Salah satunya yakni pemilik usaha angkringan di wilayah Kota Wonosari, Heru. Diungkapkannya, pandemi Covid 19 ini sangat berdampak pada daya beli masyarakat. Jika biasanya angkringan yabg ia buka sejak siang tersebut selalu ramai, dengan mawabahnya virus ini dan sejumlah himbauan dari pemerintah usahanya menjadi lesu.

“Sepi jadi pilih tutup, takutnya ndak balik modal. Rencananya minggu depan mulai jualan online via go food,” ujar dia.

Sementara itu, pemilik usaha produksi sarung tangan, Ridha Mustofa mengatakan sejauh ini aktifitas perusahaan masih berlangsung. Meski demikian upaya pencegahan penularan Covid-19 terus dilakukan secara masif.

“Pekerja tetap masuk. Ada cek suhu badan dan diupayakan penyemprotan. Jaga kebersihan pabrik pun juga diutamakan,” ucap Ridha Mustofa.

Pihaknya juga menyediakan fasilitas cuci tangan lengkap dengan sabun dan beberapa peralatan lainnya. Dampak penyebaran virus ini menurutnya sangat luar biasa. Banyak orderan yang dengan tiba-tiba dibatalkan maupun ditunda.

Berita Lainnya  Sudah Dapat Tanda Akan Segera Terjadi Hujan, Petani di Gunungkidul Mulai Sebar Benih

“Produksi juga tidak menentu tapi pekerja tetap kami minta masuk, meski tidak semuanya ada garapan. Untuk ekspor juga sementara terbengkalai, beberapa negara pemesan menerapkan kebijakan lockdown,” imbuh dia.

Sementara ini, belum ada kebijakan peliburan bagi karyawan karena ada beberapa pertimbangan. Kalaupun nantinya perusahaan menerapkan libur sementara waktu, kewajiban yang harus dipenuhi yakni tetap memberikan gaji pokok bagi para pekerja.

“Harapannya kondisi ini cepat berlalu, sehingga usaha dan perekonomian masyarakat tidak lumpuh. Mudah-mudahan semua orang tergugah untuk berusaha mengantisipasi persebaran virus ini,” tutupnya.

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Pariwisata4 hari yang lalu

Listrik Kerap Padam, Sistem Pungutan Retribusi Non Tunai di Pantai Gunungkidul Terganggu

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari, (pidjar.com)–Penerapan sistem pembayaran retribusi wisata secara non-tunai di sejumlah Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) kawasan wisata pantai selatan Gunungkidul...

bisnis1 minggu yang lalu

Pony Park Klaten Usung Konsep Wisata Ramah Hewan, Edukasi Interaktif Jadi Daya Tarik Utama

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Klaten,(pidjar.com)– Kehadiran Pony Park Klaten (POPA) yang dijadwalkan resmi dibuka pada 28 Juni 2026 tidak hanya menawarkan destinasi wisata...

Pariwisata1 minggu yang lalu

Libur Sekolah, Obyek-obyek Wisata Mulai Dibanjiri Siswa Study Tour

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari, (pidjar.com)-Libur sekolah tahun 2026 mulai menggerakkan sektor pariwisata di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) termasuk juga di Gunungkidul. Saat...

Pariwisata4 minggu yang lalu

Camping Syahdu di Pantai Watukodok

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)– Gunungkidul memamg menjadi gudangnya wisata alam di DIY. Bagaimana tidak, gugusan pantai selatan Kabupaten Gunungkidul menyuguhkan panorama pesisir...

Pariwisata2 bulan yang lalu

Mulai Pertengahan Mei Mendatang, TPR Baron Direncanakan Hanya Layani Pembayaran Retribusi Non-Tunai

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)– Pemerintah Kabulaten Gunungkidul terus berbenah dalam memperkuat tata kelola retribusi yang lebih transparan, efisien, dan adaptif terhadap perkembangan...

Berita Terpopuler