fbpx
Connect with us

Sosial

Perekonomian Lesu Terdampak Corona, Ini Kesepakatan Pengusaha dan Tenaga Kerja Gunungkidul

Diterbitkan

pada tanggal

Wonosari,(pidjar.com)–Pandemi corona yang terjadi beberapa pekan terakhir berdampak besar seluruh sektor. Roda perekonomian hingga kegiatan usaha macet. Dikhawatirkan kondisi ini akan berpengaruh terhadap para tenaga kerja. Dengan lesunya kondisi perekonomian yang terjadi saat ini, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnaker) Kabupaten Gunungkidul mengimbau para pelaku usaha untuk melindungi para tenaga kerjanya. Diharapkan, para pengusaha bisa mengedepankan asas kemanusiaan dan menjalin kesepakatan dengan para pekerja terkait dengan pengupahan yang diberikan.

Kepala Bidang Tenaga Kerja, Disnakertrans Gunungkidul, Ahmad Ahsan Jihadan memaparkan, beberapa waktu lalu pihaknya telah melakukan rapat koordinasi dengan sejumlah perwakilan pekerja, perusahaan maupun lembaga lainnya. Koordinasi tersebut membahas mengenai pelaksanaan perlindungan pengupahan bagi pekerja selama dampak wabah corona. Beberapa pokok bahasan pun telah mengerucut dan disepakati oleh pemilik usaha maupun kalangan pekerja.

Salah satu hasil rapat adalah akan adanya penerapan kesepakatan antara pemilik usaha dengan pekerja. Kesepakatan itu sebagai antisipasi terhadap adanya kejadian yang tidak terduga atau apabila perusahaan akan melakukan pembatasan kegiatan usaha yang mengakibatkan sebagian atau seluruh pekerjaannya tidak masuk kerja.

“Perubahan besaran maupun pembayaran harus memperhatikan azas kemanusiaan, termasuk sistem kerja juga harus ada kesepakatan bersama antara perusahaan dan karyawan,” jelas Ahmad Ahsan Jihadan, Sabtu (28/03/2020).

Kesepakatan itu dilakukan agar semua bisa berjalan dengan baik di tengah pandemi corona yang tengah merebak dan mengakibatkan sejumlah hal terbengkalai. Nantinya para pekerja yang terpaksa dirumahkan untuk sementara waktu tetap bisa mendapatkan haknya. Kemudian jika kondisi sudah mulai stabil maka pekerja kembali dipekerjakan seperti biasanya.

Pantauan di lapangan, banyak pertokoan dan jenis usaha lain yang sekarang ini telah tutup. Selain kebijakan dari pemilik usaha, juga lantaran memang sepinya aktifitas masyarakat di tengah wabah ini.

Salah satunya yakni pemilik usaha angkringan di wilayah Kota Wonosari, Heru. Diungkapkannya, pandemi Covid 19 ini sangat berdampak pada daya beli masyarakat. Jika biasanya angkringan yabg ia buka sejak siang tersebut selalu ramai, dengan mawabahnya virus ini dan sejumlah himbauan dari pemerintah usahanya menjadi lesu.

“Sepi jadi pilih tutup, takutnya ndak balik modal. Rencananya minggu depan mulai jualan online via go food,” ujar dia.

Sementara itu, pemilik usaha produksi sarung tangan, Ridha Mustofa mengatakan sejauh ini aktifitas perusahaan masih berlangsung. Meski demikian upaya pencegahan penularan Covid-19 terus dilakukan secara masif.

“Pekerja tetap masuk. Ada cek suhu badan dan diupayakan penyemprotan. Jaga kebersihan pabrik pun juga diutamakan,” ucap Ridha Mustofa.

Pihaknya juga menyediakan fasilitas cuci tangan lengkap dengan sabun dan beberapa peralatan lainnya. Dampak penyebaran virus ini menurutnya sangat luar biasa. Banyak orderan yang dengan tiba-tiba dibatalkan maupun ditunda.

“Produksi juga tidak menentu tapi pekerja tetap kami minta masuk, meski tidak semuanya ada garapan. Untuk ekspor juga sementara terbengkalai, beberapa negara pemesan menerapkan kebijakan lockdown,” imbuh dia.

Sementara ini, belum ada kebijakan peliburan bagi karyawan karena ada beberapa pertimbangan. Kalaupun nantinya perusahaan menerapkan libur sementara waktu, kewajiban yang harus dipenuhi yakni tetap memberikan gaji pokok bagi para pekerja.

“Harapannya kondisi ini cepat berlalu, sehingga usaha dan perekonomian masyarakat tidak lumpuh. Mudah-mudahan semua orang tergugah untuk berusaha mengantisipasi persebaran virus ini,” tutupnya.

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Berita Terpopuler