fbpx
Connect with us

Pemerintahan

Tangani Pandemi Corona, Pemkab Gunungkidul Siapkan Anggaran Puluhan Miliar

Diterbitkan

pada tanggal

Wonosari,(pidjar.com)–Sejak beberapa waktu lalu, Pemkab Gunungkidul telah menetapkan status Tanggap Darurat Bencana Covid 19. Berkaitan dengan kebijakan ini, koordinasi lintas sektoral pun terus dilakukan dalam ranga penanggulangan penyebaran covid 19 di bumi handayani. Pemerintah sendiri telah menyiapkan dana tak terduga senilai puluhan miliar rupiah untuk penanganan virus itu.

Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Gunungkidul, Saptoyo menjelaskan, berdarakan koordinasi marathon yang terus dilakukan oleh gugus tugas dalam penanganan merebaknya virus Corona, pihaknya telah menganggarkan dana dalam penanganannya. Ditetapkan anggaran sebesar 21 miliar rupiah untuk penanganan di lapangan.

Adapun rinciannya, dana tersebut adalah memanfaakan anggaran belanja tak terduga yang kemudian diberikan ke Dinas Kesehatan sebesar 12,869 miliar rupiah dan RSUD Wonosari yang mencapai 8,475 miliar rupiah. Sehingga total anggaran yang disiapkan untuk penanganan ini mencapai 21,344 miliar rupiah.

“Pengajuan RAB Dana Tanggap Darurat ini melalui belanja tak terduga. Beberapa hari lalu terus dilakukan koordinasi dari semua lini yang terlibat penanganan,” terang Saptoyo, Sabtu (28/03/2020).

Dana tersebut telah dicairkan pada tahap pertama sebesar 4,6 miliar rupiah yang diajukan oleh Dinkes untuk penanganan tahap pertama. Kemudian, pencairan tahap kedua akan dilakukan sesuai dengan permintaan baik Dinkes maupun RSUD Wonosari. Nantinya jika anggaran tersebut masih dirasa kurang mengingat persebaran virus yang tidak menentu, maka dari OPD bisa mengajukan anggaran tambahan.

“Kalau kurang tentu diupayakan bisa dilakukan penambahan. Yang terpenting penanganannya maksimal dan upaya pencegahan dilakukan sebaik mungkin untuk perlindungan kepada masyarakat,” tambahnya.

Lanjut Saptoyo, anggaran tersebut nantinya akan digunakan untuk pembelian alat pelindung diri (APD) yang paling diutamakan dan beberapa kebutuhan kedaruratan yang berkaitan peralatan dan perlengkapan medis. Kemudian anggaran tersebut juga akan dialokasikan dalam pembiayaan bagi pasien yang ditangani.

“Untuk rincian kami serahkan ke OPD karena mereka yang lebih paham. Tapi yang diutamakan adalah APD dan kedaruratan lainnya,”tambah dia.

Sementara itu, berkaitan penanganan corona di Gunungkidul, kalangan DPRD Gunungkidul juga telah memutuskan untuk melakukan efisiensi anggaran. Dana sebesar 4 miliar dari efisiensi tersebut nantinya akan digunakan dalam rangka penanggulangan penyebaran corona di Gunungkidul.

Ketua Komisi B DPRD Gunungkidul, Wulan Tustiana memaparkan, efisiensi anggaran tersebut berasal dari efisiensi sejumlah kegiatan diantaran kunjungan kerja, banggar Badan Musyawarah, pembahasan maupun implementasi Perda, hingga kegiatan Sekretariat Dewan.

Menurut Wulan, langkah cepat ini diperlukan agar nantinya, penanganan terhadap penyebaran covid 19 bisa ditangani pemerintah secara maksimal.

“Kita sudah sepakati dan kita sangat mendukung penuh kebijakan efisiensi anggaran untuk dialokasikan kepada penanganan corona di Gunungkidul,” tandas dia.

Ia sendiri telah meminta kepada jajaran pemerintahan agar fokus secara penuh dalam melakukan penanganan. Penanganan dalam hal ini selain pencegahan, juga memberikan perlindungan kepada masyarakat. Tak lupa juga seluruh komponen garda terdepan seperti kalangan tim medis, maupun pekerja lapangan juga diharapkan bisa mendapatkan perhatian penuh.

“Memang sangat terbatas jika dibandingkan dengan karakter virus yang sangat mudah menular ini. Di sini negara harus hadir dan melindungi rakyat. Kita mendukung penuh langkah-langkah pemerintah dalam hal ini,” papar Wulan.

Masyarakat diminta untuk tetap dan tidak panik dalam menyikapi perkembangan wabah corona ini. Kepanikan yang berlebihan menurutnya hanya akan menimbulkan kegaduhan yang kontraproduktif dalam rangka penanganan. Wulan menghimbau masyarakat untuk percaya penuh terhadap langkah dari pemerintah maupun tim medis dalam melakukan penanganan.

Meski demikian, kewaspadaan memang sangat diperlukan. Kesadaran untuk bersama-sama mencegah menjadi salah satu hal yang krusial untuk tidak memperburuk situasi.

“Dalam hal ini, ikuti semua anjuran pemerintah. Sementara batasi kegiatan di luar rumah, jaga jarak aman serta juga hidup bersih dan sehat,” tutupnya.

Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Berita Terpopuler