Politik
Persiapan Pemilu 2024, Bawaslu Gunungkidul Akan Mulai Ajukan Anggaran Kegiatan ke Pemerintah
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Meski penyelenggaraan Pemilihan Umum masih 3 tahun lagi, yaitu pada tahun 2024 mendatang, namun sejumlah persiapan akan dimulai pada tahun 2022 mendatang.
Ketua Bawaslu Gunungkidul, Is Sumarsono mengatakan bahwa sejumlah tahapan menyongsong Pemilu 2024 akan segera dimulai jajarannya. Beberapa diantaranya yaitu mulai dari peningkatan kapasitas sumber daya manusia internal, kerjasama stakeholder, dan sosialisasi regulasi untuk penyelenggaraan Pemilihan Umum.
“Tahapan sendiri akan dimulai pada 2022 mendatang,” kata Is Sumarsono, Selasa (19/10/2021).
Saat ini pihaknya tengah mengajukan anggaran ke pemerintah untuk memulai tahapan-tahapan tersebut. Adapun untuk sosialisasi berkaitan dengan kepesertaan masyarakat dalam penyelenggaraan pemilihan umum, sekarang ini belum diusulkan.
“Untuk hal itu belum dianggarkan. Tapi jika sudah pasti tahapannya akan bisa dianggarkan,” imbuh dia.
Disinggung mengenai anggaran yang diusulkan untuk penyelenggaraan Pemilihan Umum 2024, pihaknya masih belum menganggarkan. Termasuk belum merinci kebutuhan anggaran tersebut.
Sementara itu, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Gunungkidul, Ahmadi Ruslan Hani menambahkan, di Gunungkidul sendiri tahapan Pemilu masih belum dilakukan. Sebab pihaknya masih menunggu kesepakatan penyelenggaraan pemilihan umum oleh pemerintah dengan DPR RI.
“Masih menunggu keputusan kapan hari pemungutan suara dilakukan. Setelah ada keputusan ini akan segera menindak lanjuti dengan tahapan yang sesuai dengan ketentuan,” ucap Ahmadi Ruslan Hani.
Kendati demikian, dalam waktu dekat ini, KPU Gunungkidul akan melaksanakan pendidikan pemilih yang dikemas dalam pendidikan kader demokrasi desa dan pendidikan pemilih di beberapa kalurahan. Pihaknya akan menggandeng sejumlah pihak dalam hal ini agar bisa ikut terlibat dalam mengedukasi masyarakat umum serta pemilih pemula.
“Pendidikan pemilih ini dimaksudkan untuk meningkatkan partisipasi dalam Pemilu dan Pilkada 2024 mendatang,” ucapnya.
Dengan adanya edukasi yang dimulai sejak awal, diharapkan masyarakat mulai lebih paham mengenai demokrasi serta bagaimana asas yang ada. Berdasarkan evaluasi Pilkada 2015 dsn 2020 lalu partisisipasi masyarakat mengalami peningkatan hingga mencapai 10 persen.
-
Uncategorized1 minggu yang laluDerita Suami Pasien Bersalin RSUD Wonosari, Bayi Meninggal, Luka Bekas Operasi Istri Bernanah Berbulan-bulan
-
Uncategorized2 minggu yang laluAbsen Dalam Puncak HUT Gunungkidul Buat Rumor Bupati dan Wakil Bupati Jothakan Makin Santer, Ini Klarifikasi Joko Parwoto
-
Budaya1 minggu yang laluTradisi Bukaan Kyai Cupu Panjolo, Berikut Simbol-simbol yang Muncul
-
Uncategorized1 minggu yang laluTak Ada Sengketa Pilur, Lurah Terpilih Bakal Dilantik 26 November
-
Uncategorized4 hari yang laluKnalpot Brong Jadi Incaran Khusus Operasi Patuh Progo 2026
-
Sosial2 minggu yang lalu9.500 Hektare Lahan Jagung di Gunungkidul Disiapkan untuk Pengembangan Energi Berbasis Hayati
-
Uncategorized1 minggu yang laluGadaikan Motor Rekannya, Seorang Pemuda Diringkus Polisi
-
Uncategorized1 minggu yang laluDukung Program Strategis Pemerintah, KSPSI Dorong Penguatan Pengawasan Hingga Level Bawah
-
Uncategorized4 minggu yang laluPerkuat Layanan Kedaruratan, Klinik Utama Wizula Medica Resmi Kerjasama dengan Jasa Raharja Tangani Korban Kecelakaan
-
Pemerintahan4 minggu yang laluBrandu Masih Ditemukan, Pemkab Gunungkidul Perkuat Edukasi Cegah Penularan Antraks
-
Uncategorized3 minggu yang laluKonser Amal Hari Jadi Gunungkidul ke-196 Raup Rp124 Juta, Donasi Sepenuhnya Untuk Droping Air
-
Uncategorized4 hari yang laluSerangan Binatang Liar Ancam Ternak di Wilayah Selatan Gunungkidul, Warga Diminta Waspada
