Sosial
Perubahan Cuaca Tak Menentu, Waspadai Penyakit Leptospirosis
Wonosari, (pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Perubahan cuaca yang tak menentu belakangan ini di Gunungkidul dapat memicu persoalan baru. Tak hanya berdampak pada hasil pertanian warga, kondisi cuaca semacam ini dapat memicu berbagai penyakit yang dapat membahayakan masyarakat.
Beberapa penyakit yang dapat disebabkan oleh perubahan cuaca seperti yang sekarang terjadi antara lain adalah demam berdarah dan leptospirosis. Keduanya merupakan penyakit akut yang dapat membahayakan jiwa jika tidak ditangani secara tepat. Adapun Leptospirosis merupakan penyakit yang ditularkan melalui kencing ataupun kotoran tikus. Masyarakat Gunungkidul yang mayoritas berprofesi sebagai petani tentu sangat rentan terhadap penyakit tersebut.
Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Dewi Irawaty, mengungkapkan bahwa selain covid19. terdapat dua penyakit akut yang sepatutnya menjadi kewaspadaan bersama saat musim seperti ini. Dua penyakit yang dimaksud ialah Leptospirosis dan Demam Berdarah.
“Leptospirosis merupakan penyakit Zoonosa yang tiap tahun ditemukan di Gunungkidul,” jelasnya, Senin (09/08/2021).
Pada umumnya, bakteri leptospira masuk ke dalam tubuh melalui luka terbuka. Selain itu, bakteri tersebut juga dapat masuk melalui mulut, hidung, mata, dan saluran pencernaan. Orang yang terpapar bakteri Leptospirosis akan mengalami gejala seperti flu pada umumnya. Hal ini menjadikan deteksi dini terhadap penyakit tersebut cukup lemah. Keterlambatan penanganan lebih lanjut pada penderita leptospirosis sendiri dapat berakibat fatal pada pasien.

“Kami membangun jaringan dengan berbagai fasilitas pelayanan kesehatan swasta untuk meningkatkan deteksi dini penyakit tersebut,” sambungnya.
Pelayanan fasilitas kesehatan yang dimaksud antara lain Dokter Praktek Swasta, Klinik Pratama, Perawat Praktek Mandiri, dan Bidan Praktek Mandiri yang tersebar di Gunungkidul, kemudian UPT Puskesmas menjadi koordinator di tiap Kapanewon.
Kepala Bidang Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Gunungkidul, Sumitro menambahkan, selama ini yang banyak ditemukan, media penularan Leptospirosis dapat berasal melalui air yang telah terkontaminasi dengan bakteri. Merujuk pada Data Dinkes Gunungkidul, tiap tahunnya ditemukan kasus Leptospirosis di masyarakat.
Dalam delapan tahun terakhir, kasus terbanyak terjadi pada tahun 2017 yakni mencapai 54 kasus. Dalam tiga tahun terakhir, tren kasus Leptospirosis sendiri telah cenderung menurun. Dengan rincian pada tahun 2018 terjadi 16 kasus, tahun 2019 terdapat 9 kasus, dan tahun 2020 terjadi 6 kasus. Menurut sebaran wilayahnya, Kapanewon Semin, Nglipar, Gedangsari, Patuk, dan Ngawen, menjadi wilayah yang rawan terjadinya kasus Leptospirosis.
“Kapanewon lainnya juga memiliki kerawanan Leptospirosis,” papar Sumitro. (Roni)
-
Uncategorized4 minggu yang laluTak Ikut Aksi di Istana, PPPK Gunungkidul Tetap Serukan Desakan Kepastian Status Kontrak
-
Uncategorized3 minggu yang laluAdu Banteng Dua Motor di Wonosari, Dua Pengendara M3nIngg4l di TKP
-
Uncategorized4 minggu yang laluGunungkidul Jajaki Kerjasama dengan Korea Selatan, Buka Peluang Jadi Pekerja Musiman
-
Uncategorized4 minggu yang laluTolak Tawaran Uang Damai, Korban Penganiayaan Brutal Oknum Pesilat Bersikukuh Tak Cabut Laporan
-
Uncategorized4 minggu yang laluSiaga Darurat Gunungkidul Diperpanjang 3 Bulan, Kemarau Diprediksi hingga November
-
Uncategorized3 minggu yang laluProses Pembebasan Lahan Berproses, Sekolah Internasional Bakal Segera Dibangun di Patuk
-
Uncategorized2 minggu yang laluMerintis Watusigar Gemilang, Feri Sulistyono Usung Digitalisasi dan Transparansi Pemerintahan
-
Uncategorized4 minggu yang lalu7 Hektare Lahan Jati di Bodoyo Terbakar
-
Uncategorized4 minggu yang laluVaksin PMK Gunungkidul Tersisa 22.975 Dosis, Dikejar hingga Ternak Sasaran Terpenuhi
-
Uncategorized4 minggu yang laluTabrakan di Jalan Lingkar Utara Piyaman, Pelajar 17 Tahun Tewas di Lokasi
-
Uncategorized4 minggu yang laluABK Asal Riau Meninggal Saat Melaut di Perairan Kawasan Sadeng
-
Uncategorized4 minggu yang laluPilur Serentak Gunungkidul, 2 Kalurahan Ajukan Seleksi Tambahan
