Sosial
Serangan Sudah Masuk Pemukiman, Warga Minta Diperbolehkan Buru Kera Ekor Panjang
Tepus, (pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Ancaman serangan kera ekor panjang di lahan pertanian warga masih menjadi momok di setiap musim kemarau bagi masyarakat Kalurahan Purwodadi, Kapanewon Tepus. Meskipun kejadian tersebut terulang setiap tahun, namun hingga kini belum ada solusi agar lahan pertanian warga tidak diganggu oleh kera tersebut. Setelah pada awal bulan Juli lalu lahan warga diganggu oleh kera ekor panjang, pemerintah Kalurahan Purwodadi lantas mengirim surat ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Yogyakarta agar warga diperbolehkan untuk memburu guna mengurangi populasi kera ekor panjang di wilayahnya.
Sejak surat dikirimkan pada awal bulan Juli lalu, diketahui hingga Minggu (08/08/2021) ini belum ada balasan dari BKSDA Yogyakarta. Hingga kini Pemerintah Kalurahan Purwodadi masih menunggu terkait permohonan izin tersebut. Permohonan izin perburuan tersebut dimaksudkan untuk mengurangi populasi dan mengusir kera ekor panjang sebagai pencegahan agar tidak mengganggu lahan pertanian masyarakat setempat. Namun begitu, tentunya izin akan sangat penting agar warga tidak mendapatkan masalah lantaran kera ekor panjang berstatus hewan yang dilindungi.
Lurah Purwodadi, Sugiyanto, mengungkapkan, serangan kera ekor panjang saat ini telah meluas ke permukiman warga. Tentunya hal tersebut sangat meresahkan masyarakat Kalurahan Purwodadi. Fenomena tahunan tersebut kerap terjadi di wilayahnya pada musim kemarau. Hingga kini belum diketahui secara pasti berapa jumlah warga dan berapa luas lahan pertanian yang mendapat gangguan dari kera ekor panjang. Terlebih, jangkauan gangguan kera ekor panjang saat ini dapat mencapai dua kilometer dari bibir pantai di wilayah Kalurahan Purwodadi.
“Semoga segera ada solusi dari BKSDA untuk mengatasi persoalan ini,” ujarnya, Senin (09/08/2021).
Belum diketahui secara pasti mengapa tiap musim kemarau kera ekor panjang sering mengganggu lahan pertanian warga, namun yang pasti hal tersebut sangat merugikan masyarakat karena komoditas pertanian mereka yang rusak karena gangguan kera ekor panjang tersebut. Sudiyanto mengaku telah beberapa kali mencoba mengantisipasi gangguan kera tersebut. Akan tetapi usaha yang dilakukannya tidak membuahkan hasil dan gangguan oleh kera tersebut terulang di tiap tahunnya.

Selain adanya gangguan terhadap lahan pertanian, masyarakat Kalurahan Purwodadi juga saat ini dihantui serangan hewan-hewan misterius yang memangsa ternaknya. Sama seperti serangan kera, kejadian tersebut juga kerap terjadi pada musim kemarau. Menjadi misterius lantaran hewan ternak yang dimangsa hanya dihisap darahnya dan meninggalkan bangkainya begitu saja.
“Hingga saat ini sudah ada 14 hewan ternak kambing yang jadi korban, warga diminta meningkatkan pengawasan ke hewan ternaknya,” papar Sugiyanto.
Sementara itu, Ulu-Ulu Kalurahan Purwodadi, Suroyo juga membenarkan jika pihaknya telah mengirim surat izin perburuan ke BKSDA Yogyakarta. Ia mengungkapkan jika BKSDA Yogyakarta belum memberikan jawaban, pihaknya akan mengirimkan surat kembali hingga ada jawaban.
“Permohonan perburuan agar resiko serangan berkurang, harapannya supaya warga bisa panen tanpa khawatir gangguan,” pungkasnya.
-
Uncategorized4 minggu yang laluTak Ikut Aksi di Istana, PPPK Gunungkidul Tetap Serukan Desakan Kepastian Status Kontrak
-
Uncategorized3 minggu yang laluAdu Banteng Dua Motor di Wonosari, Dua Pengendara M3nIngg4l di TKP
-
Uncategorized4 minggu yang laluGunungkidul Jajaki Kerjasama dengan Korea Selatan, Buka Peluang Jadi Pekerja Musiman
-
Uncategorized4 minggu yang laluTolak Tawaran Uang Damai, Korban Penganiayaan Brutal Oknum Pesilat Bersikukuh Tak Cabut Laporan
-
Uncategorized4 minggu yang laluSiaga Darurat Gunungkidul Diperpanjang 3 Bulan, Kemarau Diprediksi hingga November
-
Uncategorized3 minggu yang laluProses Pembebasan Lahan Berproses, Sekolah Internasional Bakal Segera Dibangun di Patuk
-
Uncategorized2 minggu yang laluMerintis Watusigar Gemilang, Feri Sulistyono Usung Digitalisasi dan Transparansi Pemerintahan
-
Uncategorized4 minggu yang lalu7 Hektare Lahan Jati di Bodoyo Terbakar
-
Uncategorized4 minggu yang laluVaksin PMK Gunungkidul Tersisa 22.975 Dosis, Dikejar hingga Ternak Sasaran Terpenuhi
-
Uncategorized4 minggu yang laluTabrakan di Jalan Lingkar Utara Piyaman, Pelajar 17 Tahun Tewas di Lokasi
-
Uncategorized4 minggu yang laluABK Asal Riau Meninggal Saat Melaut di Perairan Kawasan Sadeng
-
Uncategorized4 minggu yang laluPilur Serentak Gunungkidul, 2 Kalurahan Ajukan Seleksi Tambahan
