fbpx
Connect with us

Politik

Pesan Jangan Umbar Janji, Fraksi PAN Minta Bupati Sunaryanta Realistis

Published

on

Wonosari,(pidjar.com)–Setelah resmi dilantik menjadi Bupati Gunungkidul, Sunaryanta langsung bergerak untuk merealisasikan gagasannya dalam memajukan Bumi Handayani. Salah satu yang menjadi gagasan pensiunan anggota militer tersebut adalah Sapta Misi yang berkaitan dengan pembangunan bidang strategis diantaranya ekonomi kerakyatan, pariwisata dan investasi. Belakangan ia juga mulai merealisasikan gagasan itu dengan melakukan langkah strategis di sektor pariwisata dan investasi.

Bupati yang masih tergolong muda ini memiliki tekad yang sangat besar untuk menjadikan pariwisata Gunungkidul sebagai pariwisata yang mendunia. Dimana gagasan tersebut akan tertuang dalam dokumen perencanaan pembangunsn RPJMD yang akan segera disusun.

Apa yang diwacanakan Sunaryanta itu pun menuai tanggapan dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) Gunungkidul. Diungkapkan oleh Ketua Fraksi PAN, Anwarudin bahwa secara umum PAN menyambut baik rencana dan gagasan yang dimiliki oleh Sunaryanta. Namun demikian PAN menyebut bahwa Sunaryanta perlu memperhatikan dan meninjau ulang banyak aspek.

Salah satu indikator pariwisata mendunia adalah jumlah kunjungan wisatawan asing ke daerah tersebut. Dilihat dari data yang ada, kunjungan wisman masih sedikit. Terlebih pada kondisi pandemi, kunjungan wisman ke Gunungkidul menurun drastis mencapai 80 persen. Jumlah ini justru lebih tinggi dibandingkan dengan penurunan jumlah wisman secara nasional sebesar 65,64 persen.

“Bisa dibandingkan jumlah kunjungan wisman periode sekarang dengan beberapa tahun lalu. Penurunannya sangat drastis, tentu menyulitkan untuk kembali seperti semula, mengingat pandemi saja belum selesai,” papar Anwarudin, Selasa (16/03/2021).

Sebenarnya, Fraksi PAN sangat kagum dan mendukung wacana bupati namun memang perlu adanya penyesuaian dan peninjauan kembali. Seperti misalnya jabatan yang hanya sampai 2024 dan kondisi daerah yang tidak stabil karena pandemi, hal ini bisa saja menjadi hambatan tersendiri.

“Waktunya semakin mepet, peluangnya sangat berat juga. Sebagai cita-cita atau ambisi ini baik. Tapi juga harus realistis, disesuaikan dengan kemampuan APBD, kemampuan OPD, perencanaan dan lain sebagainya,” imbuh dia.

“Dilihat dari gagasan pasti wow banget gagasan itu,” jelasnya.

Fraksi PAN juga memberi catatan kecil tentang bahwa 3 kunci sukses dunia pariwisata yg selama ini yang mereka kenal dengan 3A, yakni Nature Attraction, Culture Attraction dan Man Made Attraction. Berkaitan dengan culture dan man made attraction ini menurutnya masih cukup berat terlebih aksesbilitas dan amenitas yang ada di Gunungkidul masih sangat kurang.

“Sebagai sebuah cita-cita dan gagasan besar kemajuan Gunungkidul dibidang pariwisata, tentu Fraksi PAN mengapresiasi dan setuju 100%. Namun realistis dalam perencanaan dan penetapan target target pembangunan kepariwisataan Gunungkidul menurut kami merupakan asas yang perlu betul betul dijadikan landasan,” jelasnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, investasi di bidang pariwisata memang potensial. Lebih unggul dibandingkan dengan bidang lainnya, terlebih saat kondisi seperti sekarang. Investasi dibidang pariwisata justru bergeliat sedangkan bidang lain terpuruk.

“Yang perlu dipahami bagaimana investasi masuk kalau terdapat pembatasan dan pengkategorian yang ketat. Geliat investasi harus dirasakan oleh masyarakat, jangan ada monopoli, kapitalisasi ataupun investasi negatif,” paparnya.

“Pesan kami, jangan memberikan angin segar dan statmen terlalu manis. Tahapan-tahapan perencanaan perencanaan harus matang betul, invoasi dan kreasi dari pimpinan baru sudah ada. Kami siap mengawal jalannya pemerintahan,” tutupnya.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler