fbpx
Connect with us

Politik

Pesona Bupati Badingah Masih Memukau, PAN dan NasDem Saling Klaim Jadi Pengurus

Published

on

Wonosari,(pidjar.com)–Walau telah menjabat selama 2 periode sebagai Bupati Gunungkidul sehingga tak lagi mungkin mencalonkan diri kembali, pesona Badingah nampaknya belum juga pudar. Bupati yang keibuan tersebut memang memiliki kharisma yang cukup besar dan memiliki pendukung fanatik yang sangat banyak di Gunungkidul.

Tak heran apabila kemudian Badingah diperebutkan oleh partai-partai politik di Gunungkidul. Saat ini, Partai NasDem dan Partai Amanat Nasional sama-sama mengklaim bahwa Badingah masuk dalam struktur partai masing-masing. Kegaduhan politik ini diperkirakan akan terus berlangsung lantaran hingga kini belum ada jawaban yang tegas dari Bupati terkait dualism statusnya tersebut.

Ketua DPD Partai NasDem Gunungkidul, Suparjo menuturkan, Badingah masuk dalam struktur kepengurusan DPD Partai NasDem Gunungkidul. Yang bersangkutan sendiri menempati posisi cukup tinggi di struktur partai yaitu sebagai Dewan Pembina Partai DPD Partai NasDem Gunungkidul.

Menurut Suparjo, masuknya Badingah dalam kepengurusan Partai NasDem sendiri terjadi pasca Pilkada 2015 silam. Saat itu, koalisi yang terdiri dari PAN, Partai NasDem, Partai Golkar, dan PPP sepakat untuk mengusung pasangan Badingah-Immawan. Dalam perjalanannya, lantaran Immawan merupakan pengurus PAN, kemudian diambil jalan tengah untuk kemudian mencatatkan Badingah sebagai salah satu struktur pengurus di Partai NasDem.

“Sejak Pilkada dulu, Badingah memang merupakan kader partai kami,” tutur Suparjo, Senin (24/09/2018) siang.

Suparjo menuturkan bahwa lantaran merasa bahwa Badingah sebagai salah satu kader, maka pihaknya saat Pilkada silam sangat serius dalam berkampanye. Tak hanya mengerahkan kader saja yang diperintahkan untuk bergerak, Partai NasDem juga menyokong biaya kampanye pemenangan yang tidak sedikit.

Meski demikian, lantaran selepas dilantik menjadi Bupati adalah milik rakyat Gunungkidul, maka Partai NasDem tidak mau terlalu jauh mencampuri urusan dari Badingah. Pihaknya hanya menugaskan Badingah untuk fokus dalam membangun Gunungkidul.

“Kita tidak ingin mengganggu Badingah, oleh karena itu saat Pilpres ini, kami juga dengan legowo membatalkan masuknya Badingah dalam tim kampanye Jokowi-Maruf meski beliau kader kami. Kami ingin belia fokus membangun masyarakat Gunungkidul yang sejahtera, artinya memberantas kemiskinan. Itu menjadi tugas pokok dari kami,” urai Suparjo.

Klaim yang sama juga ditegaskan oleh Ketua DPD PAN Gunungkidul, Arif Setiadi. Arif secara tegas menyebut bahwa Badingah adalah kader PAN. Hal ini menurut Arif tertuang dalam SK tahun 2015.

“Kami juga mengusung Bu Badingah di Pilkada,” ucapnya.

Pihak PAN sendiri juga mengaku telah melakukan komunikasi dengan Badingah, dan Badingah menyatakan masih menjadi kader PAN. Jika Badingah tidak mengakui dia kader PAN, pihak partai siap untuk mengambil sikap tegas.

“Semua tergantung Bu Badingah, jika memang mengakui sebagai kader PAN kami akan menentukan sikap langkah. Menjadi kader PAN merupakan sukarela. Konfirmasi yang sudah kami lakukan di hadapan pengurus PAN, beliau (Badingah) menyatakan sebagai pengurus kami,” tandas Arif.

Sementara itu, ketika dikonfirmasi awak media, Badingah memilih untuk bungkam dan enggan berkomentar banyak terkait polemik ini. Tak ada jawaban yang dinyatakan oleh Bupati menanggapi hal ini. Ia justru melemparkan perihal konfirmasi tersebut kepada ke pihak parpol.

“Ya ditanya saja semuanya (parpol terkait). Silahkan panjenengan (anda) menghubungi partai-partai itu,” ujar Badingah ketika ditemui seusai kegiatan Vicon pimpinan Kapolri tentang kesiapan pengamanan Pileg dan Pilpres 2019 di Mapolres Gunungkidul.

Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler