fbpx
Connect with us

Peristiwa

Pesta Maut di Karangmojo, Miras Impor Dibawa Korban Dari Jakarta

Published

on

Karangmojo, (pidjar.com)–Polisi terus melakukan penyelidikan terkait kasus pesta miras maut yang terjadi di Kecamatan Karangmojo. Sejumlah saksi baik keluarga maupun korban selamat diperiksa polisi. Petugas juga menyita barang bukti berupa botol miras jenis Jack Daniels yang sebelumnya dikonsumsi oleh kedua korban, Ferdi Setia Budi (28) dan Herlambang Susanto (25) kesemuanya warga Padukuhan Pengkol II, Desa Jatiayu, Kecamatan Karangmojo, serta satu botol miras lainnya bermerk Black Label yang belum sempat dikonsumsi.

Kapolsek Karangmojo Kompol Irianto memaparkan, berdasarkan keterangan sementara yang didapat, miras yang dikonsumsi kedua korban didapatkan dari Jakarta. Minuman tersebut dibawa oleh korban yang meninggal dunia, Ferdi. Korban sendiri memang sebelumnya pergi ke Jakarta dan baru pulang pada Jumat (24/08/2018) lalu.

“Korban pulang membawa 2 botol miras,” ungkap Irianto, Minggu (26/08/2018) siang.

Menurut Irianto, segera setelah mendapatkan laporan perihal adanya warga yang meninggal dunia setelah menenggak miras, pihaknya langsung melakukan penggeledahan di rumah korban. Di rumah Ferdi, petugas menemukan satu botol miras bermerk Jack Daniels yang telah habis, botol air mineral yang digunakan untuk mengoplos miras, dan 1 botol miras bermerk Black Label yang masih utuh.

Berita Lainnya  Aktifitas Pengintaian Densus 88 Terhadap Mar, Dari Nongkrong Tengah Malam Hingga Tidur di Ladang

Diceritakan Kapolsek, sepulang dari Jakarta pada hari Jumat, malam harinya, Ferdi pergi ke Balai Padukuhan setempat untuk menyaksikan pagelaran wayang kulit dalam rangka merayakan rasulan. Di lokasi, ia lalu bertemu Herlambang. Keduanya lantas sepakat untuk meminum miras yang telah dikemas oleh Ferdi menggunakan botol air mineral.

“Mereka nampaknya mencari tempat tersembunyi untuk melakukan pesta miras tersebut. Karena anggota di lapangan yang bertugas melakukan pengamanan saat pagelaran tersebut telah melakukan penyisiran untuk mencari kalangan pemuda yang melakukan hal-hal yang negatif,” ujar dia.

Penyelidikan sendiri dilakukan guna mencari penyebab pasti kematian korban. Menurutnya, ada beberapa dugaan terkait pesta miras maut tersebut. Ada kemungkinan miras yang dikonsumsi itu palsu, atau bisa pula oleh korban miras dicampur dengan bahan-bahan lainnya.

Berita Lainnya  Stir Macet di Tikungan, Mobil Berpenumpang 3 Orang Terjun ke Ladang

“Kita masih terus melakukan penyelidikan,” ucap Kapolsek.

Atas kejadian ini, Irianto menghimbau agar kejadian ini menjadi pelajaran bagi semua warga masyarakat agar tidak lagi terulang, Ia sendiri bersama dengan jajaran Polsek Karangmojo sangat berkomitmen dalam memberantas peredaran miras, khususnya di wilayah Karangmojo.

“Razia dan patroli akan terus kita tingkatkan,” papar dia.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, pesta miras pada Jumat malam silam akhirnya berujung petaka. Sebanyak 2 orang pemuda terpaksa dilarikan ke rumah sakit akibat pesta miras tersebut. Keduanya mengeluhkan sakit pada bagian perut dan pinggang dan disertai dengan mual. Bahkan pada Minggu pagi tadi, satu orang korban, Ferdi dinyatakan meninggal dunia setelah sempat beberapa waktu mendapatkan perawatan medis. Sementara hingga saat ini, korban lainnya, Herlambang masih terus mendapatkan perawatan intensif di RS Panti Rahayu Kelor.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler