fbpx
Connect with us

Pemerintahan

Petani Terima Bantuan dari Kementrian, Kali Ngalang Bali Kedunge

Published

on

Gedangsari,(pidjar.com)–“Kali Ngalang Bali Kedunge” atau dalam Bahasa Indonesia berarti Kali Ngalang kembali teraliri air, memang cukup pantas jika digunakan untuk menggambarkan masyarakat petani di Padukuhan Ngasem, Kalurahan Ngalang, Kapanewon Gedangsari. Dam Parit di kawasan tersebut memang sudah bertahun-tahun rusak, sehingga air tak bisa mengalir. Tentu saja hal ini mengimbas pada pertanian masyarakat sekitar. Namun berkat bantuan dari Kementrian Pertanian, kini lokasi tersebut dipenuhi oleh air yang mencukupi kebutuhan pertanian.

Ketua Kelompok Tani setempat, Marsudi Tani Manunggal, Timbul menceritakan bahwa pada tahun sebelumnya, di musim kemarau seperti saat ini, petani sekitar seakan tidak ada harapan sama sekali. Sehingga lahan seluas 5 hektar yang cukup produktif itu terbengkalai begitu saja.

“Jangankan mau dipakai untuk pengairan kala kemarau, wong untuk MCK aja susah air,” jelas Timbul, Selasa (22/09/2020).

Timbul menambahkan, akhirnya pada tahun 2019 silam ia mengajukan bantuan kepada Kementerian Pertanian Republik Indonesia. Bak gayung yang bersambut, pengajuan anggaran pun diterima dan terealisasi pada 2020.

Berita Lainnya  Merananya Kakek Ngadiyono, Hidup Dalam Kegelapan dan Kemiskinan di Hari Tuanya

“Kami mendapat bantuan 1 unit senilai Rp 120 juta ditransfer dan dikerjakan secara swakelola oleh kelompok tani,” imbuh Timbul.

Setelah dam parit tersebut jadi, petani sekitar telah memanfaatkannya untuk mengairi kacang tanah dengan luas 4 hektar dan kedelai 1 hektar. Hasilnya pun cukup fantastis yakni 5,12 ton polong basah.

“Tentu saja kami sangat berterimakasih, di tiga musim tanam padi kami yakin ketersediaan air mencukupi,” papar Timbul.

Terpisah, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Bambang Wisnu  Broto mengapresiasi realisasi pembangunan dam parit ini. Ia berharap, keberadaannya mampu meningkatkan nilai jual hasil pertanian dari masyarakat sisi utara Bumi Handayani ini.

“Dari hasil ubinan kacang tanah dihitung telah melampaui rata rata provitas kabupaten yaitu rata rata provitas kacang tanah 1,2 ton wose per hektar. Jika dikalkulasikan pendapatan kacang tanah mencapai Rp 32 juta rupiah per hektar,” jelasnya.

Di samping itu, lanjut Bambang, masih ditambah dengan hasil pakan ternak dari daun kacang sendiri jika dikalkulasi sekitar Rp 4 juta per hektar. Ia optimis petani saat ini kian sejahtera.

Berita Lainnya  Proyek CSR Spamdus Yang Sempat Diresmikan Kakanwil BRI Mangkrak, Warga Banyumanik Gigit Jari

“Dengan fasilitas yang ada, tentu saja cakupannya makin luas, ketersediaan air mumpun kemudian hasil maksimal, kami yakin ekonomi petani kini kian sejahtera,” pungkas Bambang.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler