fbpx
Connect with us

Peristiwa

Merasa Tak Pernah Telat Bayar Listrik, Mila Ditagih PLN Rp 44juta

Published

on

Playen,(pidjar.com)–Bingung serta gelisah nampak jelas pada gurat wajah Mila Suharnigsih (40) warga Menggoran II (28/05), Kalurahan Bleberan, Kapanewon Playen. Pasalnya, dirinya menerima tagihan pembayaran listrik dari PLN diluar nalarnya, yakni mencapai Rp 44 juta. Sedangkan dirinya merasa tak pernah sekalipun menunggak pembayaran tagihan listrik.

Ditemui pidjar.com pada Jumat (27/11/2020) pagi, ibu satu anak ini bercerita, mulanya ia memasang listrik dengan membeli dari tetangganya, Hartanto karena orang tersebut hendak pindah rumah dengan harga Rp 1 juta pada tahun 2015 lalu. Adapun daya listrik yang ia beli yakni 1.300. Ia pun juga merasa membayar listrik secara teratur setiap bulannya sebelum jatuh tempo.

“Tiap bulannya saya bayar lewat loji di padukuhan, habisnya ya Rp 200 ribuan, pemakaian wajar ada tv kulkas,” papar Mila.

Namun pada pertengahan bulan November ini, ada petugas datang. Saat itu, ia tidak ada di rumah. Di rumah hanya ada anaknya yang masih belia. Kepada anaknya, kedua petugas tersebut mengecek meteran.

“Anak ngabari tapi ya cuma saya persilakan gak usah nunggu saya, wong tak pikir cuma ngecek rutin,” ujar dia.

Kemudian pada tanggal 18 November 2020 lalu, saat ia hendak membayar, ia kaget. Tagihan yang ia bayar mencapai Rp. 795.256,-.

“Tetap saya bayar, walaupun kalau dibandingkan bulan sebelumnya jauh selisihnya,” imbuh dia.

Setelah ia membayar, beberapa hari kemudian datang lima petugas dari PLN ULP Wonosari. Petugas mengatakan ada kesalahan dalam penghitung petugas sebelumnya.

“Keterangan petugas setelah mengecek ternyata ada kesalahan hitung dari petugas terdahulu yang membuat saya ada tunggakan pembayaran sebesar 28.434 KWH,” papar Mila.

Dari tunggakan 28.434 KWH tersebut jika dirupiahkan mencapai Rp 40juta. Selain itu juga harus ada pembayaran bea admin sebesar Rp 4 juta.

“Lha saya kaget banget wong merasa tertib bayar, merasa menggunakan sewajarnya. Kok ada tagihan sebegitu banyaknya saya datang ke kantor PLN Wonosari,” ulas Mila.

Setelah datang ke kantor PLN ULP Wonosari, Mila diberikan penjelasan mengenai metode pembayaran. Awalnya ia mengaku keberatan dengan pembayaran Rp 44 juta.

“Petugas meminta saya membayar DP Rp 27 juta dengan angsuran Rp 1,5 juta tapi saya bilang saya gak mampu,” kata dia.

Petugas customer service kemudian memberikan opsi terakhir dengan nilai tagihan Rp 8 juta. Adapun metode pembayaran sendiri dengan DP Rp 5 juta dan angsuran Rp 629 ribu per bulan.

“Saya kan gak tau, nego-nego maksimal saya bingung akhirnya saya disuruh mendandatangani surat yang disodorkan katanya surat Berita Hasil Pemeriksaan. Saya sampai rumah baca ternyata surat kesanggupan pembayaran,” ujar wanita yang kini telah menjanda karena suaminya meninggal tersebut.

Saat dikonfirmasi, Manager PLN ULP Wonosari, Pranawa Erdianta membenarkan kesalahan internal PLN yang menimpa pelanggan ini. Pranawa mengatakan, Mila sendiri sudah datang untuk konfirmasi.

“Jadi ada hutang daya antara yang tertulis di meteran dan yang tertulis distruk. Setelah kami cek jauh sekali. Kami menocba komunikasi dengan pelanggan dengan hitung-hitungan rumus tertentu pelanggan tersebut kini ada kewajiban membayar Rp 8 juta ,” tandas Pranawa.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler