Pendidikan
Petugas Kurasi Teledor, ASPD IPA SD Akhirnya Harus Diulang
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Assesment Standar Penilaian Daerah (ASPD) untuk jenjang Sekolah Dasar diwarnai dengan pengulangan mata ujian Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Seperti yang diketahui, ASPD mata pelajaran IPA telah diujikan pada Kamis (27/05/2021) kemarin.
Saat dikonfirmasi, Kepala Bidang Sekolah Dasar Disdikpora Gunungkidul, Sumarto membenarkan perihal keputusan pengulangan ASPD mata pelajaran IPA. Menurutnya ada beberapa masalah baik teknis maupun non teknis yang membuat ASPD yang telah berlangsung tidak optimal. Salah satunya adalah banyaknya kesalahan teknis di mana banyak soal yang multitafsir. Adanya kesalahan ini tentunya membuat para siswa tak optimal dalam mengerjakan soal-soal.
“Misalnya saja pada perintah soal, pilihlah satu yang paling benar kemudian ditulis pilihlah beberapa yang benar, ini rancu dan membuat siswa bingung,” kata Sumarto, Jumat (28/05/2021).
Sumarto menerangkan, pihaknya telah mendalami soal-soal yang diujikan. Menurutnya, kerancuan soal tersebut bahkan terjadi hingga mencapai 30% dari jumlah soal keseluruhan. Berkaitan dengan materi soal, Sumarto mengaku tak tahu menahu lantaran pembuatan soal ASPD SD ini merupakan kewenangan Disdikpora DIY.
“Kami hanya bertugas mengupload saja, saat upload yang ditugasi kurasi kurang teliti,” ujarnya.
Sumarto menambahkan, ada banyaknya kesalahan pada soal ini langsung memicu protes dari sejumlah guru dan Kepala Sekolah sesaat setelah ujian berlangsung. ASPD SD sendiri memang telah menggunakan sistem online sehingga hasil nilai anak didik langsung keluar.
“Kalau misal cuma manual bisa dijadikan bonus, kalau pakai sistem begini kan gak bisa, akhirnya diputuskan untuk diulangi dengan soal cadangan. Sebenarnya untuk ASPD ini tidak begitu pengaruh terhadap kelulusan,” kata Sumarto.
Adapun ujian ulang akan dilaksanakan pada Rabu, 2 Juni 2021 mendatang.
“Kami ada soal ujian susulan, nanti yang digunakan itu,” imbuh dia.
Sementara itu, salah satu wali siswa kelas 6, Nurika mengaku kecewa dengan keteledoran ini. Ia menyayangkan kurang telitinya petugas kurasi sebelum upload soal-soal. Hal semacam ini menurutnya cukup merepotkan siswa maupun wali siswa.
“Kalau begini anak saya jadi harus kerja dua kali,” tandasnya.
-
Uncategorized6 hari yang laluDerita Suami Pasien Bersalin RSUD Wonosari, Bayi Meninggal, Luka Bekas Operasi Istri Bernanah Berbulan-bulan
-
Uncategorized1 minggu yang laluAbsen Dalam Puncak HUT Gunungkidul Buat Rumor Bupati dan Wakil Bupati Jothakan Makin Santer, Ini Klarifikasi Joko Parwoto
-
Budaya6 hari yang laluTradisi Bukaan Kyai Cupu Panjolo, Berikut Simbol-simbol yang Muncul
-
Uncategorized5 hari yang laluTak Ada Sengketa Pilur, Lurah Terpilih Bakal Dilantik 26 November
-
Sosial1 minggu yang lalu9.500 Hektare Lahan Jagung di Gunungkidul Disiapkan untuk Pengembangan Energi Berbasis Hayati
-
Uncategorized6 hari yang laluGadaikan Motor Rekannya, Seorang Pemuda Diringkus Polisi
-
Uncategorized6 hari yang laluDukung Program Strategis Pemerintah, KSPSI Dorong Penguatan Pengawasan Hingga Level Bawah
-
Uncategorized4 minggu yang laluPerkuat Layanan Kedaruratan, Klinik Utama Wizula Medica Resmi Kerjasama dengan Jasa Raharja Tangani Korban Kecelakaan
-
event4 minggu yang laluZAP Fest 2026: The Glowverse Dimulai dari Yogyakarta, Raisa hingga Nassar Siap Meriahkan Perayaan Anniversary ZAP
-
Pemerintahan3 minggu yang laluBrandu Masih Ditemukan, Pemkab Gunungkidul Perkuat Edukasi Cegah Penularan Antraks
-
Uncategorized2 minggu yang laluKonser Amal Hari Jadi Gunungkidul ke-196 Raup Rp124 Juta, Donasi Sepenuhnya Untuk Droping Air
-
Uncategorized4 minggu yang laluIkuti Google Maps, Minibus Wisatawan Terperosok di Tanjakan Bundelan, 1 Penumpang Meninggal
