Peristiwa
Pohon Besar Tumbang Timpa 2 Rumah Sekaligus
Ponjong, (pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Hujan mulai turun di sejumlah wilayah di Gunungkidul dalam beberapa hari terakhir. Di beberapa titik, datangnya hujan juga disertai angin kencang. Di Padukuhan Kenteng, Kalurahan Kenteng, Kapanewon Ponjong, hujan disertai angin kencang yang terjadi pada Minggu (31/10/2021) malam tadi berbuah petaka. Dua rumah milik Wiji (51) dan Parwanto Setu (63) rusak setelah tertimpa pohon besar besar yang tumbang akibat tak kuat menahan hembusan angin kencang. Beruntung dalam insiden ini, tak sampai ada korban jiwa maupun luka.
Kapolsek Ponjong, Kompol Basuki Triyono, mengungkapkan, insiden ini terjadi sekitar pukul 23.30 WIB. Saat kejadian, hujan dengan intensitas sedang tengah mengguyur Padukuhan Kenteng, Kalurahan Kenteng. Penghuni rumah yang sedang beristirahat lantas dikagetkan dengan suara pohon ambruk. Saat dicek, pohon berukuran cukup besar itu menimpa sekaligus 2 rumah. Adapun kedua rumah tersebut memang berjarak cukup berdekatan. Pohon yang tumbang sendiri terletak di bukit yang berada di belakang rumah kedua korban.
“Pohonnya itu hanya seperti menempel di tanah, pas hujan terus tumbang menimpa dua buah rumah. Diduga kuat tanah-tanah di bagian akar terkikir air hujan,” ungkap Basuki, Senin (01/11/2021).
Beruntungnya, saat penghuni sedang beristirahat, pohon berjenis Gedoyo itu hanya menimpa bagian belakang rumah. Batang pohon tak sampai merobohkan atap di tempat tidur penghuni. Mengetahui hal tersebut, Kepolisian Polsek Ponjong bersama masyarakat setempat lantas bergotong-royong untuk membereskan bekas-bekas reruntuhan rumah milik Wiji dan Parwanto Setu.
“Tidak ada korban jiwa, tapi dari kerusakan kedua rumah total kerugian diperkirakan mencapai Rp 25 juta,” Sambungnya.

Berdasarkan dari prediksi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) pada hari ini akan turun hujan dengan intensitas sedang di sejumlah wilayah Gunungkidul yang diharapkan masyarakat lebih waspada dengan potensi kebencanaan yang akan ditimbulkan.
Sementara itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul, Edy Basuki, mengungkapkan, dengan mulai meratanya serta intensitas hujan yang tinggi masyarakat perlu lebih mengantisipasi terulangnya pohon tumbang yang menimpa rumah warga. Masyarakat secara mandiri perlu mengidentifikasi pohon-pohon yang mulai rapuh maupun tidak kuat akarnya agar saat terguyur air hujan dan tertiup angin agar tidak menimpa rumah di sekitarnya.
“Di masa seperti ini pohon-pohon khususnya yang tumbuh di dekat rumah perlu dicek, kalau terlalu rimbun ya dikurangi atau dipangkas rantingnya, kalau sudah rapuh ya ditebang,” imbau Edy.
-
Uncategorized1 minggu yang laluMantan Kepala Benarkan Alat-alat Musik Studio SKB Gunungkidul Berada di Rumahnya, Sebut Untuk Kursus Musisi Muda Kawasan Selatan
-
Uncategorized6 hari yang laluTak Berhasil Saat Diminta Perbaiki Listrik, Dimas Dikeroyok Secara Brutal, Dari Diinjak Hingga Dihantam Senter
-
Sosial3 minggu yang laluKisruh Tunggakan Capai 85 Juta Dalam Dua Tahun Terakhir, Penyetoran Pembayaran PBB-P2 di Kalurahan Sawahan “Bocor”?
-
Uncategorized3 minggu yang laluSuhu Terendah di Gunungkidul Capai 19 Celcius
-
Uncategorized2 minggu yang laluStudio Musik dan Rekaman SKB Gunungkidul Kini Lumpuh Total Gegara Alat Hingga Sound Dibawa Pulang Mantan Pejabat
-
Uncategorized2 minggu yang laluTragis, Wanita Muda Ditemukan Gantung Diri di Kamarnya
-
Pemerintahan2 minggu yang laluProyek Pengeboran Bekah Gagal Total Karena Salah Anilisis, PDAM Tirta Handayani Diminta Gandeng Akademisi
-
Uncategorized1 minggu yang laluDua Kasus Gantung Diri Terjadi dalam Sehari di Gunungkidul, Lansia Pria dan Perempuan Ditemukan Meninggal
-
Uncategorized5 hari yang laluLaka Beruntun Maut 4 Kendaraan di Selang, Seorang Remaja Tewas
-
Uncategorized3 minggu yang laluPemuda 22 Tahun Ditemukan Gantung diri di Dapur Rumah
-
Peristiwa3 minggu yang laluTragis, Lansia di Candirejo Ditemukan Meninggal Terbakar
-
Kriminal4 minggu yang laluPenipuan Program Koperasi Desa Merah Putih Terbongkar, Pelaku Minta Uang hingga Rp80 Juta ke Kalurahan
