fbpx
Connect with us

Sosial

Pohon Tumbang di Sejumlah Titik, Rumah 5 Warga Jadi Korban

Published

on

Wonosari,(pidjar.com)–Hujan deras yang melanda sejumlah kawasan di Kabupaten Gunungkidul pada Senin (08/02/2021) siang memicu insiden bencana alam. Selain banjir yang terjadi di Kapanewon Tepus, pada waktu yang sama juga terjadi pohon tumbang yang menimpa pemukiman warga. Meski tak sampai ada korban, kerugian akibat kejadian ini sendiri dilaporkan mencapai jutaan rupiah.

Kepala Badan Pelaksana Bencana Daerah Gunungkidul, Edy mengatakan, peristiwa pertama terjadi sekitar pukul 12.30 WIB. Sebatang pohon Jati di Padukuhan Wareng III, Kalurahan Wareng, Kapanewon Wonosari tumbang lantaran tak kuat menahan tiupan angin kencang. Pohon Jati tersebut roboh melintang di jalan dan juga menimpa kabel listrik. Akibatnya, di sekitar lokasi kejadian mengalami listrik padam.

Selanjutnya, insiden serupa terjadi di Padukuhan Sumberejo, Kalurahan Ngawu, Kapanewon Playen. Sebatang pohon jati tumbang menimpa rumah milik Agus Sugeng. Akibatnya, bagian atap rumah korban mengalami kerusakan cukup parah. Genting maupun usuk luluh lantak tertimpa pohon tersebut. Menurut Edy, dalam insiden ini, tak sampai menimbulkan korban luka.

“Tidak sampai ada korban, namun kerugian ditaksir mencapai Rp 2juta,” ucap Edy.

Sementara di Padukuhan Mulo, Kalurahan Mulo, Kapanewon Mulo, sebatang pohon Jati rubah dan menimpa 2 rumah milik warga setempat. Akibat insiden ini, bagian belakang rumah Haryadi dan Martorejo yang memang berdekatan mengalami kerusakan cukup parah. Sama seperti insiden sebelumnya, tak sampai ada korban luka akibat insiden ini.

“Adapun kerugian sendiri mencapai Rp. 1,5juta, saat ini sudah dikondisikan atap yang rusak sementara ditutup terpal,” ungkap dia.

Di waktu yang sama, kejadian serupa juga menimpa tepatnya di rumah Suyadi dan Mugiyono warga Padukuhan Siraman II (02/02), Kalurahan Siraman, Kapanewon Wonosari. Rumah keduanya mengalami kerusakan tertimpa pohon. Tak ada korban jiwa dalam rentetan kejadian ini, namun kerusakan masih mendominasi di bagian atap.

“Jika ditaksir kerugian keduanya mencapai Rp. 1 juta,” imbuh Edy.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler