fbpx
Connect with us

Pemerintahan

Potensi Peternakan Sapi di Gunungkidul Belum Dilirik Investor

Published

on

Wonosari,(pidjar.com)–Kabuapten Gunungkidul dikenal sebagai gudangnya ternak di DIY. Pasalnya populasi ternak di wilayah ini lebih banyak jika dibandingkan dengan kawasan lain, belum lagi sapi-sapi dari Gunungkidul juga banyak memenuhi permintaan pasar baik di DIY maupun di wilayah lain. Salah satu yang perkembangannya pesat dan menjadi icon Bumi Handayani adalah sapi putih atau sapi peranakan ongol (PO).

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Bambang Wisnu Broto mengatakan, Bumi Handayani merupakan penyedia sapi terbanyak di DIY. Sapi PO merupakan jenis sapi asli dari Gunungkidul, saat ini pemerintah tengah memberikan perhatian yang lebih untuk pembibitan dan pengembangan sapi jenis ini.

Untuk peningkatan kualitas sendir ada beberapa terobosan yang dilakukan oleh pemerintah. Diantaranya penggunaan teknologi peternakan, terdapat posyandu 3 bulan sekali untuk ternak, pemenuhan sarana prasarana dan lainnya.

“Ada dua kapanewon yang ditetapkan sebagai sentra pengembangan dan pembibitan sapi PO yaitu di Wonosari dan Playen. Sudah banyak yang melakukan pembibitan,” ucap Bambang Wisnu Broto, Senin (18/01/2021).

Kemudian untuk peningkatan kualitas juga dilakukan dengan cara transfer embrio sehingga bibit yang dihadilkan adalah bibit unggul. Populasi sapi di Gunungkidul sebesar 152.000 ekor. Dari jumlah tersebut memang belum dilakukan pendataan secara rinci, namun untuk sapi PO memang sudah mulai diminati.

Menurutnya mengembangkan sapi PO adalah peluang investasi yang besar. Karena kualitasnya terus ditingkatkan termasuk dengan penanganannya.

“Sudah mulai dilirik oleh para peternak untuk pembibitan jenis ini,” sambungnya.

Disinggung mengenai investor, Bambang mengungkapkan saat ini para peternak pengembangannya masih mandiri dibantu dengan pendampingan oleh dinas. Berkaitan dengan investor hingga sekarang belum ada yang melakukan komunikasi untuk pengembangan dan pembibitan PO.

“Kalau investor kerjasama belum ada. Kemarin kita jalin komunikasi dan penjajakan dengan universitas dan Jepang terkait pengembangan sapi Wagyu, tapi hasilnya belum turun,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Gunungkidul, Irawan Jatmiko mengatakan sektor perteranakan merupakan potensi dan peluang yang sangat besar. Terlebih Gunungkidul sekarang sudah mulai bergeliat dan memiliki jenis sapi unggulan.

Tentunya dengan hal tersebut akan lebih mudah membuka pasaran. Berkaitan dengan investor, menueut Irawan saat ini memang belum ada yang menjalin komunikasi. Akan tetapi nantinya akan diusahakan sehingga sapi-sapi unggulan Gunungkidul memiliki nilai jual dan kualitas tinggi.

“Nanti kita upayakan untuk mencari investor itu, koordinasi dan komunikasi lintas sektoral perlu dilakukan dan ada kajian,”tutupnya.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler