Pemerintahan
Potensi Peternakan Sapi di Gunungkidul Belum Dilirik Investor
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Kabuapten Gunungkidul dikenal sebagai gudangnya ternak di DIY. Pasalnya populasi ternak di wilayah ini lebih banyak jika dibandingkan dengan kawasan lain, belum lagi sapi-sapi dari Gunungkidul juga banyak memenuhi permintaan pasar baik di DIY maupun di wilayah lain. Salah satu yang perkembangannya pesat dan menjadi icon Bumi Handayani adalah sapi putih atau sapi peranakan ongol (PO).
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Bambang Wisnu Broto mengatakan, Bumi Handayani merupakan penyedia sapi terbanyak di DIY. Sapi PO merupakan jenis sapi asli dari Gunungkidul, saat ini pemerintah tengah memberikan perhatian yang lebih untuk pembibitan dan pengembangan sapi jenis ini.
Untuk peningkatan kualitas sendir ada beberapa terobosan yang dilakukan oleh pemerintah. Diantaranya penggunaan teknologi peternakan, terdapat posyandu 3 bulan sekali untuk ternak, pemenuhan sarana prasarana dan lainnya.
“Ada dua kapanewon yang ditetapkan sebagai sentra pengembangan dan pembibitan sapi PO yaitu di Wonosari dan Playen. Sudah banyak yang melakukan pembibitan,” ucap Bambang Wisnu Broto, Senin (18/01/2021).
Kemudian untuk peningkatan kualitas juga dilakukan dengan cara transfer embrio sehingga bibit yang dihadilkan adalah bibit unggul. Populasi sapi di Gunungkidul sebesar 152.000 ekor. Dari jumlah tersebut memang belum dilakukan pendataan secara rinci, namun untuk sapi PO memang sudah mulai diminati.

Menurutnya mengembangkan sapi PO adalah peluang investasi yang besar. Karena kualitasnya terus ditingkatkan termasuk dengan penanganannya.
“Sudah mulai dilirik oleh para peternak untuk pembibitan jenis ini,” sambungnya.
Disinggung mengenai investor, Bambang mengungkapkan saat ini para peternak pengembangannya masih mandiri dibantu dengan pendampingan oleh dinas. Berkaitan dengan investor hingga sekarang belum ada yang melakukan komunikasi untuk pengembangan dan pembibitan PO.
“Kalau investor kerjasama belum ada. Kemarin kita jalin komunikasi dan penjajakan dengan universitas dan Jepang terkait pengembangan sapi Wagyu, tapi hasilnya belum turun,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Gunungkidul, Irawan Jatmiko mengatakan sektor perteranakan merupakan potensi dan peluang yang sangat besar. Terlebih Gunungkidul sekarang sudah mulai bergeliat dan memiliki jenis sapi unggulan.
Tentunya dengan hal tersebut akan lebih mudah membuka pasaran. Berkaitan dengan investor, menueut Irawan saat ini memang belum ada yang menjalin komunikasi. Akan tetapi nantinya akan diusahakan sehingga sapi-sapi unggulan Gunungkidul memiliki nilai jual dan kualitas tinggi.
“Nanti kita upayakan untuk mencari investor itu, koordinasi dan komunikasi lintas sektoral perlu dilakukan dan ada kajian,”tutupnya.
-
Uncategorized2 minggu yang laluTak Ikut Aksi di Istana, PPPK Gunungkidul Tetap Serukan Desakan Kepastian Status Kontrak
-
Uncategorized1 minggu yang laluAdu Banteng Dua Motor di Wonosari, Dua Pengendara M3nIngg4l di TKP
-
Uncategorized4 minggu yang laluSakit Hati Sering Diejek Ketika Memulung Sampah, 2 Remaja Putri Nekat Bakar Sekolah
-
Uncategorized4 minggu yang laluSempat Diancam Akan Dilindas Lehernya, Dua Remaja Babak Belur Dihajar Kelompok Pemuda Silat
-
Uncategorized4 minggu yang lalu9.000 Penerima Bansos Gunungkidul Disetop karena Terindikasi Judi Online
-
Uncategorized3 minggu yang laluKelok 23 Tuntas 100 Persen, Akses Gunungkidul-Bantul dengan View Laut Selatan Segera Dibuka
-
Uncategorized3 minggu yang laluSaling Bajak Kader Antara PSI dan NasDem Gunungkidul Makin Seru, Ini Tanggapan Sang Ketua
-
Uncategorized3 minggu yang laluPenerima PKH di Gunungkidul Turun 2.000 Orang, Ini Penyebabnya
-
Uncategorized3 minggu yang laluBupati Turun Tangan, Polemik Seleksi Ulu-Ulu Siraman Mulai Ditelusuri
-
Uncategorized2 minggu yang laluTolak Tawaran Uang Damai, Korban Penganiayaan Brutal Oknum Pesilat Bersikukuh Tak Cabut Laporan
-
Uncategorized3 minggu yang laluGunungkidul Jajaki Kerjasama dengan Korea Selatan, Buka Peluang Jadi Pekerja Musiman
-
Uncategorized2 minggu yang laluSiaga Darurat Gunungkidul Diperpanjang 3 Bulan, Kemarau Diprediksi hingga November
