fbpx
Connect with us

Pariwisata

Proses Investasi Taman Safari Panggang Jalan Terus, Pembangunan Diharapkan Dimulai Akhir 2020

Diterbitkan

pada tanggal

Wonosari,(pidjar.com)–Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu (DPMT) Gunungkidul memastikan animo investasi di Kabupaten Gunungkidul terus berjalan meski di tengah pandemi global yang saat ini terjadi. Hingga saat ini, investor yang masuk masih terus berkomunikasi untuk menanyakan perkembangan proses investasi yang hendak mereka tanamkan ke Gunungkidul. Salah satu investor kakap yang terus aktif dalam pemantauan proses pengurusan izin yakni pembangunan Taman Safari di Kecamatan Panggang. Nilai investasi dari proyek ini cukup besar lantaran diproyeksikan menjadi salah satu kebun binatang terbesar.

Kepala DPMPT Gunungkidul, Irawan Jatmiko menuturkan, pandemi corona yang meruntuhkan sejumlah sektor saat ini tak menyurutkan niat para investor untuk menanakan modalnya di Gunungkidul. Sektor pariwisata yang mesti saat ini lumpuh, tetap menjadi bidikan para investor dalam penanaman modal.

“Ada beberapa proses yang tetap jalan. Contohnya seperti perluasan Queen of The South Beach Resort di Girijati dan rencana pembangunan Taman Safari di Panggang,” kata Irawan Jatmiko, Kamis (30/04/2020).

Lebih lanjut ia menjelaskan, untuk pembangunan Taman Safari Panggang masih dalam tahap awal yakni penggurusan izin. Hal ini dikarenakan, tahapan baru sebatas rekomendasi tata ruang. Sementara, investor sedang mengurus pertimbangan teknik ke Badan Pertanahan Nasional.

“Ya kalau ini lancar nantinya bisa lanjut dalam pengurusan izin lokasi kemudian mengurus Amdal untuk pembangunan,” tambah dia.

Disinggung mengenai nilai investasi yang ditanamkan oleh perusahaan tersebut, dirinya belum mengetahui secara pasti. Namun demikian, dari sisi konsep Taman Safari Panggang yang beberapa waktu lalu sudah dipaparkan. Rencananya, taman yang dibangun seluas 50 hektare yang meliputi lahan di Desa Girisekar dan Girisuko.

Konsep yang akan dikembangkan juga berbeda dengan taman safari lainnya yang berada di Bogor atau Pasuruan. Taman Safari Panggang tidak hanya menyajikan wahana kebun binatang, tetapi akan memadukan kesenian adat dan budaya yang dimiliki.

“Rencananya akan ada atraksi seni budaya juga,” imbuhnya.

Dia berharap, proses investasi ini terus berjalan sehingga pembangunan sudah bisa dimulai pada akhir tahun mendatang. Jika nantinya investasi tersebut disetujui, maka Taman Safari Panggang bisa menjadi salah satu pilihan destinasi pariwisata di Gunungkidul.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Gunungkidul, Suharno memberikan apresiasi kepada investor yang berminat masuk ke Bumi Handayani. Menurut dia, keberadaan investor bisa mendukung upaya pembangunan dan perkembangan perekonomian di Gunungkidul. Suharno mengingatkan, agar para investor masuk melalui jalur yang benar dan menaati prosedur yang ada.

“Harus prosedural. Jangan sampai membangun fisik terlebih dahulu, kemudian perizinan belakangan karena itu salah,” ucap dia.

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Berita Terpopuler