Politik
Ratusan Hektar Lahan Tak Subur di Gunungkidul Beralih Fungsi, Dinas Pertanian : Soal Ketahanan Pangan Kita Selalu Surplus
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunungkidul mencatat ada ratusan hektar lahan beralih fungsi. Kendati demikian patut disyukuri alih fungsi lahan terjadi di lahan kering kurang produktif. Sehingga hal itu tidak berdampak terhadap ketahanan pangan masyarakat Gunungkidul.
Kepala Bidang Tanaman Pangan, Raharjo Yuwono mengatakan bahwa pihaknya mendapat laporan adanya 203 lahan pertanian beralih fungsi. Kendati demikian, lahan tersebut merupakan lahan kering kurang produktif.
“Ada 203 hektar lahan di Gunungkidul telah beralih fungsi, macam-macam ada yang untuk area parkir wisata, perumahan, JUT (Jalan Usaha Tani) dan lainya. Tapi itu bukan lahan produktif,” terang Raharjo, Senin (12/10/2020).
Ia mengatakan, meski ratusan hektar lahan telah berubah namun terkait dengan cadangan pangan masyarakat masih selalu aman setiap tahunnya. Para petani di pinggiran terutama, setiap tahun selalu surplus.
“Kalau ketahanan pangan masih surplus, hasil tani yang disimpan masyarakat biasanya cukup untuk satu tahun, hingga panen lagi,” beber dia.

Kendati demikian, pihaknya juga tidak bisa berbuat banyak terrkait semakin banyaknya alih fungsi lahan. Sebab, proses perizinan sendiri berada di ranah BPN, bukan di DPP.
“Alih fungsi lahan biasanya karena pemilik lahan itu sendiri. DPP tidak mendapat permintaan izin karena alih fungsi lahan berada di BPN atau kantor pertanahan,” ungkap dia.
Lebih lanjut dikatakan, pihaknya menghimbau kepada para petani untuk tetap menjaga lahan produktif mereka guna memperkuat ketahanan pangan. Selain itu, menjaga kesuburan tanah dengan menggunakan pupuk organik akan lebih baik.
Beberapa waktu lalu, Calon Bupati yang diusung Partai Golkar dan PKB, Sunaryanta juga berbicara mengenai ketahanan pangan. Dirinya beranggapan bahwa ketahanan pangan menjadi salah satu program yang ia rencanakan ke depan.
Bahkan menurut Sunaryanta, lahan kering sebenarnya mampu dimanfaatkan oleh masyarakat untuk tetap produktif. Tentu dengan bimbingan para ahli dan dukungan teknologi.
“Bisa juga kita melakukan perluasan lahan untuk diolah, bisa kerjasama dengan Dinas Kehutanan agar masyarakat mendapat izin untuk mengolah lahan. Lahan-lahan pekarangan juga perlu dimanfaatkan,” terang Cabup nomor urut 4 itu.
-
Uncategorized4 minggu yang laluTak Ikut Aksi di Istana, PPPK Gunungkidul Tetap Serukan Desakan Kepastian Status Kontrak
-
Uncategorized3 minggu yang laluAdu Banteng Dua Motor di Wonosari, Dua Pengendara M3nIngg4l di TKP
-
Uncategorized4 minggu yang laluGunungkidul Jajaki Kerjasama dengan Korea Selatan, Buka Peluang Jadi Pekerja Musiman
-
Uncategorized4 minggu yang laluTolak Tawaran Uang Damai, Korban Penganiayaan Brutal Oknum Pesilat Bersikukuh Tak Cabut Laporan
-
Uncategorized4 minggu yang laluSiaga Darurat Gunungkidul Diperpanjang 3 Bulan, Kemarau Diprediksi hingga November
-
Uncategorized3 minggu yang laluProses Pembebasan Lahan Berproses, Sekolah Internasional Bakal Segera Dibangun di Patuk
-
Uncategorized2 minggu yang laluMerintis Watusigar Gemilang, Feri Sulistyono Usung Digitalisasi dan Transparansi Pemerintahan
-
Uncategorized4 minggu yang lalu7 Hektare Lahan Jati di Bodoyo Terbakar
-
Uncategorized4 minggu yang laluVaksin PMK Gunungkidul Tersisa 22.975 Dosis, Dikejar hingga Ternak Sasaran Terpenuhi
-
Uncategorized3 minggu yang laluTabrakan di Jalan Lingkar Utara Piyaman, Pelajar 17 Tahun Tewas di Lokasi
-
Uncategorized4 minggu yang laluABK Asal Riau Meninggal Saat Melaut di Perairan Kawasan Sadeng
-
Uncategorized4 minggu yang laluPilur Serentak Gunungkidul, 2 Kalurahan Ajukan Seleksi Tambahan
