fbpx
Connect with us

Info Ringan

PRYAKKUM Dorong Sekolah Inklusif Melalui KB GANTARI

Diterbitkan

pada

BDG

Jogja,(pidjar.com)–Pusat Rehabilitasi YAKKUM (PRYAKKUM) dengan dukungan Seeyou Fondation Netherland menyelenggarakan Ngabuburit bareng GANTARI pada 27 Maret 2024. Acara ini dilakukan secara hybrid di PRYAKKUM di Jalan Kaliurang Km 13.5, Besi, Sukoharjo, Ngaglik, Sleman dan melalui zoom. Acara ngabuburit ini sekaligus menjadi ceremony peresmian Kelompok Bermain (KB) Inklusif Gantari yang dilakukan oleh Bapak Insan Yudanarto, ST, M.Pd – Kepala Bidang PAUD Dinas Pendidikan dan Ibu Isti Lanjari – Kepala HRD Pusat Rehabilitasi YAKKUM dan. Acara ini dihadiri oleh Pemerintah Kalurahan setempat dan kurang lebih 80 orang tua anak usia 2 tahun – 5 tahun dan juga masyarakat umum.

Sejak tahun 2021, Pusat Rehabilitasi YAKKUM melalui unit Pendidikan mulai menggagas terbentuknya Kelompok Bermain (KB) Inklusif Gantari yang memberikan layanan pendidikan bagi anak usia dini berkebutuhan khusus dan non berkebutuhan khusus tanpa membedakan latar belakang agama, sosial, budaya, ekonomi, dan kondisi anak. Sekolah inklusif ini memiliki moto Inklusif, Menyinari, dan Menginspirasi. Kurikulum yang digunakan mengacu pada kurikulum merdeka, dengan tetap menyesuaikan kemampuan masing-masing individu pada anak. Terdapat kelas inklusi, kelas bermain outdoor dan indoor, serta kelas individual bagi anak berkebutuhan khusus yang bertujuan untuk memberikan stimulasi lebih pada motorik dan sensoriknya. Saat ini, KB Inklusif Gantari memiliki siswa siswi kurang lebih berjumlah 20 anak (14 anak non berkebutuhan khusus, dan 6 anak berkebutuhan khusus).

Berita Lainnya  Viral Tiktok Manula Hidup Terkatung-katung, Ini Penjelasan Panewu

Melalui acara Ngabuburit bareng Gantari ini, Pusat Rehabilitasi YAKKUM berupaya memberikan edukasi masyarakat pendidikan pendidikan inklusi, tahap perkembangan anak, stimulasi dan pengasuhan anak usia dini melalui penyelenggaraan Talkshow berjudul “Inklusif, Menyinari, Menginspirasi” dengan menghadirkan Dokter Spesialis Anak, Psikolog Anak, Akademisi Sekolah Inklusif dan testimoni dari Orang Tua Anak Berkebutuhan Khusus.

Ibu Isti Lanjari, Kepala Bagian HRD Pusat Rehabilitasi YAKKUM menggaris bawahi bahwa Sejak tahun 2021, PRYAKKUM mulai membuka KB Inklusif Gantari dengan dukungan SeeYou Foundation. Sekolah ini didirikan bertujuan untuk bisa mendidik anak-anak agar dapat mengenal inklusivitas sejak dini. Mengenalkan anak sejak dini terkait pendidikan inklusi, bagaimana cara berbagi, menolong, dan melihat perbedaan sejak dini. Pesan saya terhadap pada orang tua, jangan takut untuk menyekolahkan anaknya di sekolah inklusif karena disabilitas tidak menular.

“Kami dari dinas pendidikan kab sleman mengapresiasi dengan adanya KB Gantari yg taglinenya inklusif, menyinari, menginspirasi. Kami dari dinas pendidikan siap mensupport terkait proses belajar mengajar KB Inklusif Gantari. Tidak ada anak diciptakan sama. Dengan tidak sama, maka diciptakan pembelajaran yang sesuai dengan anak. Kita menyesuaikan kebutuhan anak dan kompetensi yang ada pada anak tersebut,”kata Insan Yudanarto, ST, M.Pd – Kepala Bidang PAUD Dinas Pendidikan

Berita Lainnya  Angka Balita Stunting di Gunungkidul di Angka 18,4%, Begini Kata Pemerintah

“Saya memilih sekolahkan anak di sekolah Inklusi karena guru lebih sabar dengan anak. Detail anak dilaporkan ke orang tua. Saya ingin anak saya mengenal kondisi masyarakat. Tidak semua harus sesuai dengan yang kamu harapkan. Tidak semua orang bisa bicara dengan baik, cara komunikasi berbeda. Saya ajarkan anak untuk tidak ideal. Di sekolah inklusif, anak lebih banyak bisa toleransi dengan keadaan sekitar,”tutur Weldian Cicana, M.Psi, orang tua anak berkebutuhan khusus.

 

“Sekolah di sekolah Inklusi ini kita saling melengkapi. Semua anak punya kekhasan yang berbeda. Keuntungannya dari sisi orang tua, kita harus selalu bersyukur karena setiap anak punya keunikan. Dengan kita mengamanahkan anak-anak belajr lebih dini tentang keberagaman. Anak tidak selalu menghadapi sesuatu yang seragam. Anak akan sangat banyak belajar tentang value dan karakter anak. Anak kita akan jadi role model anak yg lain ketika anak kita tidak ada masalah. Jadi tidak perlu takut untuk menyekolahkan anak di sekolah inklusi”,ucap dr. Sukinah, M.Pd, Ketua Departemen PLB UNY.

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Berita Terpopuler