fbpx
Connect with us

Pemerintahan

Puluhan Species Tanaman Langka Yang Wajib Ditanam Sekolah di Gunungkidul

Diterbitkan

pada

BDG

Wonosari,(pidjar.com)– Pemerintah Kabupaten Gunungkidul menginstruksikan jajaran organisasi pemerintah hingga sekolah-sekolah di Gunungkidul untuk melakukan penanaman tanaman langka. Hal ini dimaksudkan untuk melestarikan keanekaragaman hayati yang ada di Ginungkidul dan sebagai pencegah bencana alam khususnya tanah longsor.

Surat edaran terkait dengan penanaman tanaman langka ini pun telah ditanda tangani dan dikeluarlan oleh Bupati Gunungkidul, Sunaryanta. Dimana surat tersebut ditujukan kepada OPD, Kapanewon, hingga tingkat kalurahan.

“Instruksi bupati telah disampaikan ke jajaran dari kalurahan sampai lingkungan pemkab. Termasuk untuk lingkungan Dinas Pendidikan sampai ke sekolah-sekolah,” ujar Kepala Dinas Lingkungan Hidup Gunungkidul, Hary Sukmono, Jumat (17/03/2023).

Dalam surat edsran tersebut terdapat 22 jenis tanaman yang wajib ditanam mulai dari Kepuh (Sterculia foetida), Kutu (Bridelia stipularis), Laban (Vitec pubescens), Lo (Ficus glumerata roxb), Mojo (Feroniella lucida), Preh (Ficus ribes), Pulai ( Alstonia schlaris), Rempelas (Ficus ampelas), Asam Jawa ( Tamarindus indica), Bintaos ( Wrightia javanica), Klumpit (Terminalia microcaroa), Bendo (Artocarpus elasticus).

Bulu (Ficus Elasticus), Ilat-ilat ( Ficus callosa), Ipik ( Ficus superba), Kepil ( Nauclea subdita), Serut (Streblus asper), Talok Lanang (Grewia paniculata), Tebelo Pusuh (Cinchona spec), Dlingsem ( Homalium tomentosum), Winong (Tetrameles nudiflora) dan Santigi.

Berita Lainnya  Marak Warga Tuntut Mundur, Paguyuban Dukuh Minta "Perlindungan" Pemerintah

“Tanaman yang asli daerah masing-masing,” papar dia.

Bupati Gunungkidul, Sunaryanta mengatakan, diwajibkannya OPD dan pemerintah kalurahan hingga sekolah-sekolah untuk menanam tanaman langka ini untuk turut melestarikan keragaman hayati. Sehingga tanaman langka di Gunungkidul dapat tetap lestari dan menambah wawasan bagi anak-anak (pelajar).

“Sebanyak-banyaknya ditanam, dirawat, kita harapkan partisipasi masyarakat untuk mengikuti program ini,” kata Sunaryanta.

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Berita Terpopuler