fbpx
Connect with us

Pemerintahan

Tangani LSD di Gunungkidul, Kebutuhan Vaksin Capai 120 Ribu Dosis

Diterbitkan

pada

BDG

Wonosari,(pidjar.com)– Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Gunungkidul masih menunggu distribusi vaksin untuk menanggulangi penyakit Lumpy Skin Disease (LSD) di Gunungkidul. Saat ini tercatat sebanyak 328 sapi terinfeksi penyakit LSD dan 3 ekor diantaranya meninggal dunia. Gunungkidul sendiri membutuhkan ratusan ribu dosis vaksin untuk ternak yang ada.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Gunungkidul, Wibawanti Wulandari, mengatakan jika kebutuhan vaksin untuk menanggulangi penyebaran LSD di Gunungkidul mencapai sekitar 120 ribu dosis. Dalam tahap awal, pihaknya telah mengajukan sebanyak 100 dosis vaksin untuk menanggulangi penyebaran LSD.

“Sementara 100 vaksin dulu tapi sekarang belum turun vaksinnya,” Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Gunungkidul, Wibawanti Wulandari, Sabtu (18/03/2023).

Berita Lainnya  Pembangunan Jalan Semanu-Karangmojo Segera Dimulai, Pemerintah Gelontor Anggaran 16 Miliar

Dalam perkembagannya, saat ini sebangak 328 ekor sapi dinyatakan terinfeksi LSD yang menyebabkan 3 ekor sapi meninggal dunia. Penyebaran LSD di Gunungkidul dalam beberapa waktu terakhir ini sudah menyebar di 14 Kapanewon, sedangkan 4 Kapanewon lainnya untuk sementara masih terbebas dari penyebaran LSD.

“Yang belum ditemukan seperti di Kapanewon Tanjungsari, Paliyan, Tepus, dan Saptosari,” imbuhnya.

Terpisah, Kepala Bidang Kesehatan Hewan, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Gunungkidul, Retno Widiastuti, menyebut jika penyakit LSD dapat dicegah dengan memperhatikan kebersihan kandang ternak. Berbagai langkah yang secara mandiri dapat dilakukan oleh masyarakat ialah seperti mengontrol vektor seperi nyamuk, lalat, serta camplak di lingkungan sekitar kandang. Selain itu pengobatan dengan memberikan anti ektoparasit, antihistamin, dan roboransia juga dapat dilakukan untuk menanggulangi LSD.

Berita Lainnya  Tak Hadiri Pelantikan, Lurah Monggol Dipanggil Dinas

“Tentu kebersihan kandang dijaga dan laporkan ke petugas bila ternak sakit, LSD ini tingkat kematian rendah kemudian penularannya tinggi dan kerugian ekonomisnya tinggi,” terang Retno.

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Berita Terpopuler