Sosial
Puluhan Tahun Jadi Tempat Ibadah Utama Masyarakat, Masjid Al-Falah Akhirnya Bisa Segera Direnovasi
Patuk,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Masjid Al-Falah di Padukuhan Semoyo, Kalurahan Semoyo, Kapanewon Patuk menjadi satu-satunya bangunan masjid di wilayah tersebut. Usia Masjid Al-Falah sendiri cukup tua yakni hampir 70 tahun. Namun secara turun menurun, Masjid ini menjadi tempat ibadah utama bagi umat muslim setempat. Namun begitu, kondisinya yang kini mulai rapuh akibat termakan usia, tentunya Masjid ini memerlukan renovasi.
Diungkapkan oleh warga setempat, Franki bahwa masjid tersebut didirikan pada bulan November 1951 dan hingga kini menjadi satu-satunya masjid di wilayah tersebut. Selain menjadi tempat beribadah, halamannya yang cukup luas, juga menjadi lokasi anak-anak untuk bermain atau sekedar berteduh.
Dengan usia yang cukup tua ini, tak bisa dipungkiri bahwa bangunan Masjid Al-Falah pada beberapa titik mengalami kerusakan. Salah satu yang cukup parah adalah bagian atap. Saat hujan tiba, cukup banyak tetesan air masuk ke dalam bangunan masjid.
“Karena semua atap sudah banyak yang rapuh maka warga ingin segera merehab bagian ini sebelum musim hujan tiba. Sebab memang sudah banyak yang bocor,” kata Franki, Jumat (10/07/2020).
Untuk pendanaanya, selain menggunakan kas masjid dan tarikan dari warga, pihaknya mendapat informasi bahwa dalam pembangunan tersebut nantinya juga akan dibantu pembiayaannya oleh salah satu tokoh masyarakat yaitu Wahyu Purwanto.

“Alhamdulilah dari beliau bapak Wahyu akan membantu akan perehapan masjid. Untuk nominalnya belum tahu tetapi kemarin katanya mau dibantu,” ucap Franki.
Sementara itu, koordinator relawan Wahyu Purwanto, Rizal mengatakan bahwa nantinya dalam proses pembangunannya, juga akan dibantu oleh para relawan dari Partai NasDem. Sebab, Semoyo sendiri juga merupakan salah satu basis massa NasDem selama ini.
“Kondisinya memang lumayan memprihatinkan, sudah dimakan usia, atap sudah mulai mau roboh. Tembok agak sedikit terkikis. Untuk itu kita nantinya akan membantu dalam perbaikannya,” ucap Rizal.
Meski belum mengetahui jumlah bantuan yang akan diberikan, namun menurutnya warga cukup antusias dengan kabar renovasi tersebut.

Selain di Semoyo, tim juga melakukan sosialisasi dengan warga di Widoro Lor, Kalurahan Bunder di sana, dilakukan kerja bakti membuka jalan yang selama ini warga belum memilikinya.
“Kita mendatangi kegiatan kerjabakti warga dan memberikan sedikit bantuan terkait pembukaan jalan antar desa Widoro Lama dengan jalan utama, yang semula hanya kebun dan sungai, akhirnya dibuatkan jalan untuk menembus sungai kecil dan akses jalan ke jalan utama,” ucap Rizal.
Lebih lanjut dikatakan, kegiatan ini memang diakui sebagai perkenalan calon bupati Wahyu Purwanto.
“Ya ini upaya merapatkan barisan dan perkenalan pak Wahyu kepada masyarakat,” pungkas dia.
-
Uncategorized1 minggu yang laluTak Ikut Aksi di Istana, PPPK Gunungkidul Tetap Serukan Desakan Kepastian Status Kontrak
-
Uncategorized4 minggu yang laluGegara Uang Kembalian Receh, Pelayan Bakmi Jawa Mengaku Dibentak Oknum Anggota DPRD
-
Uncategorized4 minggu yang laluKDMP Karangrejek Panen Lele 4,9 Ton, Capaian Tertinggi di Indonesia
-
Uncategorized4 minggu yang laluLurah di Gunungkidul Kompak Enggan Teken Berita Acara Serah Terima Aset KDMP, Ada Apa?
-
Uncategorized4 minggu yang laluPetani Ditemukan Meninggal Dunia di Ladang Bleberan
-
Uncategorized4 minggu yang laluLansia Asal Ponjong Ditemukan Gantung Diri di Kandang
-
Uncategorized3 minggu yang laluSakit Hati Sering Diejek Ketika Memulung Sampah, 2 Remaja Putri Nekat Bakar Sekolah
-
Uncategorized2 minggu yang laluSempat Diancam Akan Dilindas Lehernya, Dua Remaja Babak Belur Dihajar Kelompok Pemuda Silat
-
Uncategorized3 minggu yang lalu9.000 Penerima Bansos Gunungkidul Disetop karena Terindikasi Judi Online
-
Uncategorized2 minggu yang laluSaling Bajak Kader Antara PSI dan NasDem Gunungkidul Makin Seru, Ini Tanggapan Sang Ketua
-
Uncategorized4 minggu yang laluDua SPPG di Gunungkidul Belum Kantongi SLHS
-
Uncategorized2 minggu yang laluPenerima PKH di Gunungkidul Turun 2.000 Orang, Ini Penyebabnya
