fbpx
Connect with us

Politik

Data Kependudukan Dijual ke Timses Paslon Independen, Warga Ngunut Lapor ke Gakkumdu

Published

on

Playen,(pidjar.com)–Warga masyarakat Kalurahan Ngunut, Kapanewon Playen merasa kaget lantaran nama mereka tercatut dalam daftar pendukung pasangan calon bupati independen. Padahal mereka merasa tidak memberikan dukungan dan tidak pernah dimintai syarat berupa fotokopi KTP kepada tim sukses pasangan calon independen yang akan maju dalam kontestasi Pilkada Gunungkidul 2020 tersebut. Para warga sendiri baru mengetahui bahwa data mereka dicatut saat kemudian diklarifikasi oleh petugas verifikasi faktual KPU Gunungkidul. Warga yang geram kemudian memilih jaljur hukum atas pencatutan ini. Setelah sebelumnya menyambangi Kantor Kalurahan, pada Jumat (10/07/2020) tadi warga mendatang Polres Gunungkidul dan juga Gakkumdu Gunungkidul.

Salah seorang warga Kalurahan Ngunut, Ahmat Fatoni menuturkan, di wilayahnya sendiri terdapat ribuan identitas warga setempat yang tercatut sebagai pendukung pasangan calon bupati independen. Awal mula diketahuinya, ada petugas KPU yang mendatangi rumah warga untuk melakukan pencocokan data dukungan.

Warga pun kemudian dibuat bingung dengan kedatangan para petugas tersebut. Pasalnya selama ini, mereka tidak pernah memberikan dukungan kepada salah satu bapaslon maupun juga tidak pernah memberikan data berupa fotocopy KTP.

Berita Lainnya  Polemik Warga Tuntut Pembangunan Selokan di Jalur Anyar Makin Panas, Pendamping Dari DPU Mengaku Lupa Pernah Janji

“Dari situ kita cari tahu siapa oknum yang memberikan data tersebut ke pihak kedua,” kata Ahmad Fatoni saat ditemui di kantor Bawaslu Gunungkidul.

Upaya sejumlah warga ini kemudian mendapatkan titik terang, beberapa hari lalu, pihaknya mendatangi kantor Kalurahan untuk klarifikasi mengenai pencatutan identitas tersebut. Ternyata pengakuan diberikan oleh salah satu oknum pamong desa (Jogoboyo/Kaur Keamanan) yang secara gamblang mengakui telah memberikan data tersebut kepada pihak kedua.

“Pencurian identitas to itu. Informasi yang kami terima bahkan dijual. Ada sekitar 1500 data warga kami yang diberikan,” jelasnya.

Merasa tidak terima dengan hal tersebut, perwakilan warga tersebut lantas mendatangi Polres Gunungkidul untuk melakukan laporan atas pencatutan data. Kemudian pemahaman diberikan kepada perwakilan warga dan lantas mereka diarahkan melakukan pelaporan ke Bawaslu atau Gakkumdu dalam hal ini.

“Kita tadi ke Polres terus diarahkan laporan ke sini,” tambah dia.

Berkaitan dengan temuan itu, pihaknya menuntut keadilan dan kasus ini diproses sebagaimana mestinya. Di sisi lain, oknum pamong desa itu juga dituntut mundur oleh warga lantaran telah menyalahgunakan arsip warga yabg ada di kantor kalurahan.

Berita Lainnya  Malam Pergantian Tahun, Jalur-jalur Ini Ditutup Setelah Maghrib

Sementara itu, Ketua Bawaslu Gunungkidul, Tri Asmiyanto menuturkan, pelaporan dari warga Kalurahan Ngunut ini masih akan dilakukan pendalaman dan pencermatan. Saksi dan barang bukti menjadi hal yang dibutuhkan atas temuan kasus yang cukup meresahkan masyarakat tersebut. Nantinya jika syarat formal dan material memenuhi, maka akan dilakukan kajian lanjutan.

Saat ini, pihaknya belum mengetahui secara pasti apakah ada pelanggaran pidana, pelanggaran pemilu atau hal lainnya dalam laporan pencatutan data. Jika terdapat unsur pelanggaran Pemilu, maka kemudian akan ditindak lanjuti oleh Gakkumdu. Namun jika pasalnya masuk pada hal lain, akan diserahkan pada pihak berwajjb.

“Sekitar 5 hari lah waktu untuk pencermatan dan pendalaman, kalau nantinya memang ada unsur-unsur yang mengarah pada pelanggaran akan langsung kita ambil langkah. Pada prinsipnya laporan akan ditindak lanjuti sebagaimana aturan yang ada,” jelas Tri Asmiyanto.

Perwakilan sejumlah warga tadi juga telah diberi pemahaman baik dari Bawaslu, kepolisian maupun dari kejaksaan. Untuk itu proses nantinya menyesuaikan dengan hasil akhir syarat dan kajian yang dilakukan.

Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler