fbpx
Connect with us

Pemerintahan

Ratusan Pasang Ajukan Nikah, Pemkab Maksimalkan Peran Kalurahan untuk Pengawasan Prokes

Published

on

Wonosari,(pidjar.com)–Memasuki Bulan Syawal ratusan pasangan calon pengantin mengajukan permohonan nikah ke KUA di Gunungkidul. Permohonan pengajuan nikah sendiri meningkat di Bulan Mei hingga Juni.

Kepala Seksi Bimas Kemenag Gunungkidul, Supriyanto menerangkan, dari pantauan di 18 KUA yang ada di Gunungkidul terdapat 518 pasangan yang mengajukan pernikahan pada Bulan Mei. Sementara pada bulan Juni ada 134 pasangan.

“Dari yang melakukan pendaftaraan, ratusan di antaranya yang mengajukan ijab di rumah. Oleh karrna itu dipastikan ada hajatan,” ujar Supriyanto, Jumat (14/05/2021).

Supriyanto menerangkan, adapu  setiap akad nikah baik yang berada di rumah maupun di kantor KUA tetap mengedepankan protokol kesehatan. Sehingga kendati di tengah pandemi, ia memastikan pelayanan akad nikah bisa terlayani dengan baik.

“Tentu saja dengan protokol kesehatan yang ketat, seperti yang sebelumnya,” ujar dia.

Sementara itu, setelah muncul dua klaster penyebaran covid dari kegiatan sosual masyarakat yakni hajatan dan takziyah di awal Ramadhan lalu, Pemerintah Kabupaten Gunungkidul memastikan akan memperketat penyelenggaraan hajatan. Ketua Tim Gugus Tugas Penanganan Covid19, Heri Susanto mengatakan, setelah lebaran ini, pihaknya sudah memetakan zona penyebaran covid19.

“Tentu yang memiliki zona metah tidak kita izinkan kalau orange maupun hijau boleh asal ptotokol kesehatannya ketat,” ujar Heri.

Untuk mencegah klaster hajatan, ia akan memaksimalkan peran gugus tugas di tingkat kalurahan. Ia berharap ada tindakan tegas jika mendapati hajatan yang tidak sesuai demgan protokol kesehatan.

“Karena masih di masa pandemi harapannya kalurahan sebagai leading sektor bisa mempertegas jika ada pelanggaran saat hajatan,” tukas Heri.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler