Pemerintahan
Sempat Dinonaktifkan, 27 Ribu Peserta BPJS PBI di Gunungkidul Direaktivasi
Wonosari,(pidjar.com)– Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Gunungkidul mencatat adanya 27 ribu peserta BPJS Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang sebelumnya sempat dinonaktifkan, kini telah kembali diaktifkan. Dengan demikian, masing-masing dapat menggunakan jaminan kesehatan tersebut untuk berobat.
Plt Sekretaris Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Gunungkidul, Suyono mengatakan beberapa bulan lalu pemerintah menetapkan kebijakan penonaktifan kepesertaan BPJS PBI. Setidaknya saat itu ada kurang lebih 56 ribu kepesertaan yang dinonaktifan.
Setelah itu, pemerintah membuka layanan reaktivasi bagi keluarga yang masuk dalam kategori desil 1 sampai 5 dan memenuhi persyaratan menerima jaminan sosial kesehatan dari pemerintah. Kebijakan reaktivasi ini menjadi bagian dari upaya pemerintah menjamin akses layanan kesehatan bagi masyarakat kurang mampu.
“Sampai dengan saat ini kurang lebih 27 ribu kepesertaan BPJS PBI yang telah dinonaktifkan,” kata Suyono.
Dinas sendiri setiap harinya tetap membuka pelahanan bagi warga Gunungkidul yang akan mendaftarkan diri untuk menerima BPJS maupun reaktivasi.
“Di MPP tetap melayani peserta BPJS yang tercecer dan masuk kriteria miskin dan tidak mampu. Sehingga tetep adayang melakukan pendaftaran, jadi walau tidak ada penonaktifan PBI JK pun pelayanan tetap berjalan,” jelasnya.
Meski ada 27 ribu peserta BPJS PBI yang dikatifkan kembali, saat ini pemerintah pusat melalui pendamping PKH tengah melakukan pengecekan kembali di lapangan apakah penerima BPJS PBI telah brnar-benar tepat sasaran atau tidak. Nantinya jika tidak sesuai dengan kondisi di lapangan maka akan kembali diusulkan untuk penonaktifan dan yang bersangkutan diarahkan untuk menggunakan BPJS mandiri.
“Semoga hasil grouncheck bisa mengurangi beban APBD,” jelasnya.
Ia menambahkan, untuk pembayaran BPJS PBI pemerintah menyiapkan anggaran sebesar Rp 42 miliar di tahun 2026 ini. Mengingat kepesertaan BPJS PBI yang menjadi tangungan pemerintah kabupaten kurang lebih sebanyak 89 ribu kepesertaan.
-
Uncategorized2 hari yang laluDerita Suami Pasien Bersalin RSUD Wonosari, Bayi Meninggal, Luka Bekas Operasi Istri Bernanah Berbulan-bulan
-
Uncategorized6 hari yang laluAbsen Dalam Puncak HUT Gunungkidul Buat Rumor Bupati dan Wakil Bupati Jothakan Makin Santer, Ini Klarifikasi Joko Parwoto
-
Budaya2 hari yang laluTradisi Bukaan Kyai Cupu Panjolo, Berikut Simbol-simbol yang Muncul
-
Uncategorized1 hari yang laluTak Ada Sengketa Pilur, Lurah Terpilih Bakal Dilantik 26 November
-
Sosial3 hari yang lalu9.500 Hektare Lahan Jagung di Gunungkidul Disiapkan untuk Pengembangan Energi Berbasis Hayati
-
Uncategorized3 minggu yang laluPerkuat Layanan Kedaruratan, Klinik Utama Wizula Medica Resmi Kerjasama dengan Jasa Raharja Tangani Korban Kecelakaan
-
Uncategorized2 hari yang laluDukung Program Strategis Pemerintah, KSPSI Dorong Penguatan Pengawasan Hingga Level Bawah
-
Uncategorized2 hari yang laluGadaikan Motor Rekannya, Seorang Pemuda Diringkus Polisi
-
event4 minggu yang laluZAP Fest 2026: The Glowverse Dimulai dari Yogyakarta, Raisa hingga Nassar Siap Meriahkan Perayaan Anniversary ZAP
-
Uncategorized4 minggu yang laluIkuti Google Maps, Minibus Wisatawan Terperosok di Tanjakan Bundelan, 1 Penumpang Meninggal
-
Sosial3 minggu yang laluProfil AKBP Rosana, Kapolres Gunungkidul yang Pernah Ungkap Kasus 1 Ton Sabu
-
Pemerintahan3 minggu yang laluBrandu Masih Ditemukan, Pemkab Gunungkidul Perkuat Edukasi Cegah Penularan Antraks
