fbpx
Connect with us

Pemerintahan

Realisasikan Janji Politik Sektor Peternakan, Bupati Dorong Pembangunan Mall Daging di Gunungkidul

Published

on

Wonosari,(pidjar.com)–Kabupaten Gunungkidul dikenal sebagai gudangnya ternak di DIY. Dimana populasi ternak di wilayah ini lebih banyak jika dibandingkan dengan kabupaten ataupun kota lain. Sapi dari sini juga kualitasnya lebih baik banyak dikirim ke berbagai daerah di dalam dan luar Jawa. Namun demikian angka penjualan daging sendiri masih sangat sedikit, dan hanya mencukupi kebutuhan lokal saja.

Potensi yang ada ini langsung dicek oleh Bupati Gunungkidul bersama dengan Kepala Dinas Pertanian dan Pangan. Beberapa lokasi peternakan sapi, kambing, dan ayam di wilayah Wonosari dan Playen ditinjau oleh bupati dan rombongan. Hal ini sejalan dengan janji politik Sunaryanta untuk mengembangkan sektor peternakan di Gunungkidul.

Bupati Gunungkidul, Sunaryanta mengatakan meski berpredikat gudangnya ternak DIY potensi ini perlu dipoles agar lebih berkembang dan semakin memajukan perekonomian warga Gunungkidul. Ia berharap kedepan dibangun mall daging untuk pemenuhan kebutuhan daging lokal Gunungkidul dan wilayah lainnya. Sebab selama ini penjualan tinggi masih dalam bentuk ternak hidup.

Menurut dia, pengelolaan ternak adalah pemberdayaan masyarakat. Hanya saja memang untuk pasar masih belum maksimal, sehingga perlu adanya pemaksimalan disektor ini sehingga dapat semakin maju kembali.

Kualitas ternak dan daging bisa ditingkatkan dengan berbagai hal. Salah satunya pemenuhan kebutuhan pakan, peternak saat ini tidak perlu kebingungan dalam hal ini. Lahan yang dimiliki para petani bisa difungsikan sebagai penyedia hijauan pakan ternak (HPT).

Dalam kesempatan tersebut pemerintah juga menyuntikkan vitamin pada ternak-ternak unggulan ini. Pemerintah juga melakikan pengecekan sentra ternak ayam petelur jenis omega.

Ketua kelompok ternak Sugiyarto mengatakan kelompok ini berdiri sejak tahun 2012 silam. Sebagai upaya penyelamatan ternak sapi kerbau jenis Peranakan Inhil atau sapi lokal (PO) sejumlah upaya dilakukan termasuk dengan dukungan pemerintah.

Sampai saat ini telah berkembang sebanyak 91 ekor sapi dan telah berhasil menjual peranakan dari indukan lebih dari 200 ekor.

“Kami mengembangkan sapi jenis lokal agar populasinya tetap ada. Sapi lokal sendiri memiliki keunggulan tersendiri,” ucap dia.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler