fbpx
Connect with us

Pemerintahan

Rencana Pemindahan Ibu Kota, Minat Transmigrasi Warga Gunungkidul Semakin Meninggi

Diterbitkan

pada

Wonosari,(pidjar.com)–Minat masyarakat Gunungkidul untuk melakukan transmigrasi masih ada. Terbukti pada Desember Tahun 2021 lalu, Pemerintah Kabupaten Gunungkidul telah memberangkatkan 5 Kepala Keluarga (KK) ke Sumatera untuk mengikuti program transmigrasi. Tahun 2022 ini, pemerintah juga masih menunggu kuota dari Pemda DIY. Meski hingga saat ini masih belum diketahui berapa kuota yang didapat, antusias masyarakat Gunungkidul sendiri sangat tinggi untuk mengikuti program transmigrasi. Kawasan yang diincar oleh para transmigran Gunungkidul sendiri berada di Kalimantan. Hal ini disebut tak terlepas dari rencana pemindahan ibu kota.

Kepala Seksi Transmigrasi, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Gunungkidul, Sukasan mengungkapkan, antusias masyarakat Gunungkidul untuk mengikuti program pemerintah ini masih tergolong lumayan tinggi. Hal ini dibuktikan dengan jumlah pendaftar setiap tahunnya yang terus saja melebihi kuota yang didapat. Di samping itu, setiap tahunnya, terdapat cukup banyak masyarakat yang terus mencari informasi maupun berkonsultasi ke Disnakertrans Gunungkidul.

Berita Lainnya  Keputusan Perubahan Plat Nomor Jadi Berwarna Putih

“Tahun kemarin tepatnya di pada Desember, kami memberangkatkan 5 KK ke Pulau Sumatera,” papar Sukasan, Rabu (26/01/2022).

Ia menambahkan, untuk tahun 2022 ini, pihaknya masih belum mendapatkan keputusan terkait dengan kuota yang akan diperoleh Kabupaten Gunungkidul maupun daerah mana yang sekiranya akan menjadi tujuan untuk para transmigran. Namun ternyata hingga saat ini, sudah ada 15 pendaftar yang berkonsultasi dengan dinas untuk mengikuti program transmigrasi.

“Ada 12 orang yang sudah mengembalikan persyaratan. Nanti tinggal berapa kuota dari Provinsi untuk kabupaten Gunungkidul,” jelasnya.

Dari jumlah pendaftar ini, nantinya jika kuota sudah turun, dinas akan melakukan tahap pemantapan kepada para calon transmigran yang sudah melakukan pendaftaran. Pemantapan dilakukan untuk memastikan apakah calon transmigran bersedia melakukan transmigrasi di daerah yang telah ditentukan oleh pemerintah tersebut. Sebab ketersediaan kuota itu berbeda dengan keinginan para pendaftrar.

“Iya memastikan kebersediaan mereka itu sangat wajib. Kita datang ke rumah para catrans ini untuk memastikan bersedia atau tidak diberangkatkan ke lokasi yang telah ditentukan,” jelasnya.

Menurutnya, berdasarkan yang sudah-sudah calon transmigran termotivasi dengan kesuksesan warga lain yang ikut program ini sebelumnya. Mayoritas mereka membidik daerah Mamuju Tengah dan Bulungan. Terlebih dengan rencana pemindahan ibu kota ke kawasan Kalimantan sangatlah berpengaruh dengan minat transmigrasi.

Berita Lainnya  Kesadaran Rendah, Pungutan PBB di Gunungkidul Baru Capai Separuh Dari Target

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Berita Terpopuler