Pemerintahan
4 Pasien Covid19 di Gunungkidul Probable Omicron
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Empat warga Kabupaten Gunungkidul dinyatakan probable omicron. Hal tereebut telah dibenarkan oleh BBTKLPP dan Dinas Kesehatan Gunungkidul. Beberapa waktu lalu, tracing telah dilakukan oleh petugas. Hasilnya sudah tidak ada penularan dari mereka yang terpapar dan tracing telah dihentikan.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul, Dewi Irawaty mengatakan, beberapa waktu lalu, ada 7 warga Kapanewon Playen yang dinyatakan terkonfirmasi positif covid19. Sampel dari 7 orang tersebut kemudian diuji laboratorium untuk mengetahui perihal kemungkinan adanya varian omicron. Petugas sendiri juga telah melakukan tracing terhadap sejumlah warga yang diduga melakukan kontak dengan para pasien positif ini. Namun begitu, lantaran sudah tidak ada penularan, maka tracing dihentikan.
“Tracing sudah berhenti sejak beberapa waktu lalu karena memang sudah tidak ada yang harus dicek lagi,” terang Dewi Irawaty, Kamis (27/01/2022).
Dari sampel yang diuji tersebut, diketahui 4 orang berstatus probable omicron. Kendati demikian untuk memastikan lebih jauh lagi petugas masih harus melakukan langkah lanjutan yaitu dengan WGS. Tindakan tersebut saat ini masih dilakukan oleh petugas.
“Betul probable Omicron, tapi untuk memastikannya harus dengan WGS. Kita tunggu aja hasilnya ya, kasus teesebut sudah tidak ada lagi perkembangan, sudah stop. Insya Allah sudah aman,” terang dia.

Berdasarkan data per 26 Januari 2022, hari ini tidak ada penambahan kasus. Untuk sekarang, kasus aktif adalah sebanyak 9 orang yang menjalani isolasi. Total, selama pandemi sudah ada 18.008 kasus dengan rincian 16.996 sembuh dan 1.033 orang meninggal dunia.
Dewi menghimbau kepada warga masyarakat untuk tetap mematuhi protokol kesehatan di manapun dan kapanpun. Ia tidak membantah jika saat ini masyarakat sudah mulai abai protokol kesehatan. Di samping itu pembatasan mobilitas juga perlu dilakukan, agar resiko penularan covid19 dari orang lain juga diminimalisir.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Gunungkidul, Drajad Ruswandono mengungkapkan bahwa berkaitan dengan probable omicron ini, pihaknya akan segera berkoordinasi dengan OPD terkait untuk dapat mengambil langkah-langkah antisipasi dan penanganan secara cepat serta tepat.
Sesuai dengan arahan Gubernur DIY, pemerintah diminta untuk siaga dan bersikap cepat. Mulai dari ketersediaan obat-obatan harus lebih diperbanyak dan dilakukan pemantauan secara berkala.
“Karena omicron ini tidak separah delta, maka obat-obatan harus diperbanyak,” jelas Drajad Ruswandono.
-
Pemerintahan3 minggu yang laluPembangunan TPAS Wukirsari Akan Dimulai Awal 2027, Direncanakan Bisa Produksi Bahan Bakar Alternatif
-
Uncategorized3 minggu yang laluGeger Pagi di Ponjong, Perempuan Muda Ditemukan Gantung Diri di Pohon Coklat
-
Peristiwa3 minggu yang laluJenazah Korban Gantung Diri Diotopsi, Kemungkinan Korban Pembunuhan?
-
Peristiwa3 minggu yang laluTragedi Jelang Keberangkatan Umrah, 54 Paspor Jamaah Hangus Akibat Kebakaran Kantor Travel
-
Uncategorized4 minggu yang laluNikung Terlalu Melebar, Mahasiswi Tewas Usai Hantam Motor
-
Uncategorized2 minggu yang laluGegara Uang Kembalian Receh, Pelayan Bakmi Jawa Mengaku Dibentak Oknum Anggota DPRD
-
Uncategorized4 minggu yang laluPilur Kelor Memanas, Lurah Petahana Dituding Curi Start Numpang Program
-
Uncategorized2 minggu yang laluKDMP Karangrejek Panen Lele 4,9 Ton, Capaian Tertinggi di Indonesia
-
Uncategorized2 minggu yang laluPetani Ditemukan Meninggal Dunia di Ladang Bleberan
-
Uncategorized3 minggu yang lalu83 Tukik Dilepas ke Laut, Bupati Gunungkidul Ajak Masyarakat Jaga Kelestarian Penyu
-
Uncategorized2 minggu yang laluLurah di Gunungkidul Kompak Enggan Teken Berita Acara Serah Terima Aset KDMP, Ada Apa?
-
Uncategorized3 minggu yang laluTNI Bangun 9 Jembatan Garuda di Gunungkidul, Hubungkan Kawasan Terpencil
