fbpx
Connect with us

Sosial

Resmi Dibentuk, Askonas Langsung Soroti Proyek-proyek Besar Gunungkidul Yang Selalu Ditangani Kontraktor Luar

Published

on

Wonosari, (pidjar.com)–Sejumlah pengusaha kontraktor muda di Gunungkidul mendeklarasikan diri membentuk DPC Asosiasi Kontraktor Nasional (Askonas). Pembentukan DPC Askonas Gunungkidul sendiri adalah upaya untuk merespon tantangan dunia konstruksi saat ini dan untuk menciptakan iklim usaha yang sehat. Dengan adanya DPC Askonas Gunungkidul, diharapkan dapat meningkatkan kualitas jasa konstruksi dan dapat turut serta dalam pembangunan di Gunungkidul.

Ketua DPC Askonas Gunungkidul, Mahatma Herdias Wibowo, menyampaikan, seiring dengan perkembangan zaman, tantangan jasa konstruksi sendiri juga semakin dinamis. Menjawab tantangan tersebut, sejumlah pengusaha muda di bidang jasa konstruksi mendeklarasikan diri untuk bergabung dalam DPC Askonas Gunungkidul. Dengan semangat solid dan sinergitas sejahtera bhumikarta, DPC Askonas Gunungkidul yakin dapat mewarnai pembangunan di tingkat lokal maupun nasional.

“Kami akan ikut berkontribusi dalam pembangunan di Gunungkidul setelah diresmikan pada hari ini,” ucapnya di sela-sela acara peresmian di Bangsal Sewokoprojo, Kamis (26/11/2021) kemarin.

Menurutnya, komunikasi sesama anggota menjadi modal penting dalam pengembangan organisasi. Dengan adanya komunikasi, setiap pengusaha dapat berkoordinasi dan belajar untuk bersama-sama memajukan usahanya yang berdampak pada pengembangan organisasi. Meskipun baru terbentuk, DPC Askonas Gunungkidul sendiri telah terakreditasi berdasarkan keputusan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat nomor 1410/kpts/M/2020 tertanggal 04 September 2020. Askonas Gunungkidul pun juga telah mengantongi Lembaga Sertifikasi Memiliki Badan Usaha (LSBU).

“Kita saling komunikasi sesama anggota, saling bantu membantu, saling bahu membahu. Seperti tadi yang disampaikan, kita sama-sama membantu untuk mendapatkan pekerjaan dan itu sifatnya lelang atau tender. Saya juga ditekankan sama yang di daerah dan pusat untuk tidak menjaminkan pekerjaan kepada anggota-anggota saya, tapi bagaimana caranya supaya dapat pekerjaan,” urai Mahatma.

Disinggung mengenai banyaknya proyek di Gunungkidul yang banyak ditangani kontraktor luar Gunungkidul, ia mengungkapkan jika kuncinya ialah komunikasi. Sehingga kemudian tidak terjadi kecemburuan antar pengusaha jasa konstruksi. Ia berharap dengan adanya DPC Askonas Gunungkidul, dapat mempermudah kepengurusan dokumen-dokumen yang diperlukan seperti mengurus SBU, SKP, dan SKA.

“Bahwa Askonas itu selalu mengedepankan yang namanya komunikasi, jadi biar tidak tabrakan dengan yang lain. Kalau saya keluar daerah juga menjalin komunikasi dengan yang di sana,” terangnya.

Bupati Gunungkidul, Sunaryanta, yang hadir dalam peresmian tersebut menyambut baik dengan diresmikannya DPC Askonas Gunungkidul yang anggotanya merupakan pengusaha muda. Ia berharap DPC Askonas Gunungkidul dapat berkontribusi dan berkiprah di bidang jasa konstruksi khususnya di Gunungkidul.

“Mudah-mudahan dapat menggeliatkan sebuah pergerakan dan pertumbuhan ekonomi di Gunungkidul, silahkan mengakses pekerjaan-pekerjaan dengan sesuai aturan dan elegan,” ungkap dia.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler