fbpx
Connect with us

Peristiwa

Upaya Polisi Lindungi Penglajo Gunungkidul Dari Sasaran Kejahatan Klithih

Published

on

Patuk,(pidjar.com)–Beberapa waktu terakhir ini, tindak kejahatan jalanan berupa klithih kembali marak di DIY. Dari 5 Kabupaten yang ada, praktis hanya Gunungkidul dan Kulon Progo yang relatif aman dari aktifitas membahayakan yang sebagian besar pelakunya kelompok geng remaja tersebut. Korban pun terus berjatuhan. Mulai dari korban luka berat hingga sampai meninggal dunia.

Guna mengantisipasi tindak kriminalitas klitih masuk ke Gunungkidul, jajaran Polres Gunungkidul mulai menggelar operasi khusus. Sejumlah titik-titik rawan digiatkan patroli maupun razia. Penggeledahan dilakukan kepada seluruh pengguna jalan untuk mencari barang-barang berbahaya seperti senjata tajam maupun lainnya.

Pada Kamis (25/11/2021) malam kemarin, aparat gabungan menggelar razia di depan Pos Sambipitu, Kapanewon Patuk. Pemeriksaan dilakukan kepada para pengguna jalan yang melintas.

Kasi Humas Polres Patuk, Aipda Purwanto memaparkan, Kegiatan Kepolisian Rutin Yang Ditingkatkan (KKRYD) ini merupakan upaya jajarannya dalam mengantisipasi gangguan kamtibmas dan juga khususnya aksi klitih. Sebab belakangan di daerah lain memang banyak ditemukan tindak kejahatan di jalanan yang mengakibatkan korbannya luka-luka. Berkaca pada kejadian di luar daerah yang seperti itu, maka kepolisian berkomitmen untuk terus siaga dan melakukan patroli lebih gencar lagi.

“Kita ingin jalanan Gunungkidul aman dan nyaman bagi masyarakat,” beber Purwanto, Jumat (26/11/2021) pagi tadi.

Adapun jalur Jogja-Wonosari memang mendapatkan salah satu prioritas utama dalam pencegahan kejahatan jalanan ini. Sebagaimana diketahui, jalur ini merupakan pintu masuk utama ke Gunungkidul dengan tingkat kesibukan yang sangat tinggi. Banyak aktifitas masyarakat, khususnya penglajo yang harus menempuh perjalanan malam menggunakan sepeda motor untuk pulang ke rumahnya.

“Kita menjamin keamanan masyarakat dalam menjalankan aktifitasnya,” beber dia.

Adapun hasil razia yang dilaksanakan ini, pihaknya tidak menemukan barang-barang berbahaya yang dibawa oleh pengguna jalan. Tak ada satu pun pengguna jalan yang bertindak mencurigakan maupun membawa senjata tajam ataupun lainnya.

Ia menjelaskan dari kegiatan tim gabungan tersebut, petugas juga memberikan edukasi tentang keamanan dan ketertiban serta potensi tindak kriminalitas yang terjadi. Misal pencurian ataupun kejahatan lainnya. Selain itu juga diberikan teguran kepada mereka yang tidak tertib.

“Kita berikan teguran bagi 1 pengemudi kendaraan roda empat dan 17 pengendara sepeda motor,” jelas dia.

Operasi semacam ini akan terus digalakkan oleh jajaran kepolisian. Hal ini menjadi penting agar ruang gerak para pelaku kejahatan jalanan bisa diminimalisir.

“Selain razia, kami juga akan menggalakkan patroli rutin baik oleh petugas berseragam maupun berpakaian preman,” tutupnya.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler