fbpx
Connect with us

Sosial

Musim Hujan, Waspadai Ular Masuk Rumah

Published

on

Wonosari, (pidjar.com)–Musim hujan yang mulai turun di Bumi Handayani tak hanya memunculkan potensi kebencanaan saja yang mengintai, namun potensi gangguan hewan melata juga patut diwaspadai. Saat musim hujan seperti ini, memang kerap terjadi peristiwa ular yang masuk atau bersarang di dalam rumah. Tentunya jika tidak diwaspadai, dapat membahayakan penghuni rumah di dalamnya. Seperti yang terjadi pada Selasa (23/11/2021) lalu, yang mana ditemukan seekor ular piton sepanjang 2 meter di sebuah kandang ayam di Padukuhan Klepu, Kalurahan Nglegi, Kapanewon Patuk.

Kepala UPT Pemadam Bahaya Kebakaran Gunungkidul, Bambang Supriyana, mengungkapkan jika pihaknya saat ini tidak hanya melakukan penanggulangan kebakaran saja, namun juga melakukan evakuasi ataupun penyelamatan jika terjadi gangguan hewan yang dapat mengganggu masyarakat. Ia menyampaikan, saat musim hujan, potensi ular masuk ke dalam rumah akan meningkat. Hal tersebut karena habitat ular yang mencari suhu lembab untuk berkembang biak saat musim hujan.

“Jadi tugas kami juga termasuk penyelamatan hewan yang sedang dalam bahaya atau hewan yang dapat membahayakan manusia. Seperti misalnya evakuasi sarang lebah atau ular yang masuk ke rumah,” ucapnya saat ditemui di kantornya, Kamis (26/11/2021).

Dari pengalamannya, saat musim hujan, memang sering pihaknya mendapatkan laporan mengenai ular yang masuk ke dalam rumah warga. Ular yang masuk pun beragam, mulai ular kobra hingga phyton. Menurutnya, hal tersebut lantaran habitat ular di alam terganggu adanya hujan yang turun sehingga mencari tempat lembab untuk bersarang. Tempat favorit ular untuk bersarang ialah ditumpukan kayu ataupun tempat lembab di dalam rumah yang sekiranya jarang terjangkau tangan manusia.

“Biasanya kalau musim hujan banyak laporan ular masuk ke rumah dan diminta evakuasi, tahun 2021 ini sudah ada 12 kejadian ular masuk rumah yang kami evakuasi,” papar Bambang.

Kejadian ular masuk rumah sendiri dapat membahayakan para penghuninya. Dalam catatannya, kejadian ular masuk rumah sendiri paling banyak terjadi di wilayah perkotaan Wonosari dibandingkan dengan di kawasan lainnya. Ia sendiri tak mengetahui kenapa wilayah perkotaan justru paling sering adanya kejadian ular masuk rumah.

“Seperti beberapa waktu dulu di Kepek itu juga banyak anak ular kobra ditemukan di rumah warga. Di wilayah kampung-kampung seringnya ular yang ukuran besar, mungkin mencari mangsa unggas di rumah warga,” terang dia.

Menurut Bambang, masyarakat dapat secara mandiri mencegah agar ular tidak masuk ke dalam rumah. Upaya tersebut dapat dimulai membersihkan semak-semak di sekitar rumah dan menata kayu di rumah agar tidak dijadikan tempat bersarang ular. Upaya lainnya yang dapat dilakukan dengan menaruh bau-bauan yang dapat mengusir ular dari rumah.

“Bisa mulai dari membersihkan lingkungan sekitar rumah dulu, kalau misal besok ada ular yang masuk dan perlu penanganan dari Damkar, kami siap untuk membantu,” jelasnya.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler