Sosial
Rokok Masih Jadi Salah Satu Pos Pengeluaran Terbesar Masyarakat Gunungkidul
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Gunungkidul telah merilis pengeluaran per kapita masyarakat Gunungkidul. Tidak berbeda dengan tahun lalu, pengeluaran masyarakat Gunungkidul untuk membeli rokok cukup tinggi. Pos pengeluaran untuk membeli rokok masih menempati lima besar.
Kepala BPS Kabupaten Gunungkidul, Sumarwiyanto menjelaskan, rata-rata pengeluaran per kapita ini diambil dari pengeluaran masyarakat Gunungkidul dalam satu bulan. Rata-rata tersebut diambil dari kelompok komoditas dan kelompok pengeluaran dalam rupiah.
“Kami bagi menjadi tiga kelas ekonomi, 40% terbawah, 40% menengah dan 20% teratas,” beber Sumarwi kepada pidjar-com-525357.hostingersite.com, Rabu (29/01/2020).
Lebih lanjut ia menjelaskan, pada kelas ekonomi 40% setiap bulannya digunakan untuk membeli makanan dan minuman sebanyak Rp. 79.757,- sedangkan untuk padi-padian Rp. 68.907,-, sayuran Rp 26.570,- dan untuk rokok sebanyak Rp. 18.737,-. Jumlah untuk membeli komoditas rokok sendiri lebih besar dari pada untuk membeli gizi seperti telur dan susu yang hanya Rp. 17.097,-.
Sementara untuk masyarakat 40% menengah setiap bulannya menghabiskan Rp. 149. 360,- untuk membeli makanan dan minuman, Rp. 73.181,- untuk membeli padi-padian dan rokok diperingkat ketiga dengan jumlah Rp. 48.817,-. Pada masyarakat 20% kelas atas, untuk membeli makanan dan minuman sebesar Rp. 262 814,- untuk membeli padi-padian Rp. 66.811,- dan untuk rokok Rp. 79.626,-.

“Kami mengambil sampel total 770 rumah tangga yang tersebar di 18 kecamatan di Gunungkidul,” beber dia.
Sementara itu, Staf Diseksi Statistik Sosial, Aris Muji menambahkan, ada tiga prosedur yang digunakan dalam penyajian data tersebut. Adapun yang pertama dilakukan yakni updating blok sensus drngan total 77 blok sensus. Kemudian pemilihan sampel.
“Masing-masing blok dipilih 10 rumah tangga pemilihan sampel menggunakan program aplikasi kemudian baru terakhir pencacahan rumah tangga,” jelasnya.
Dari ketiga tahap tersebut setelah keluar data setelah dihitung pengeluaran per kapita masyarakat Gunungkidul.
“Memang untuk pembelian rokok masih menjadi kebutuhan yang menjadi prioritas per kapita di Gunungkidul,” ucap dia.
-
Uncategorized2 minggu yang laluTak Ikut Aksi di Istana, PPPK Gunungkidul Tetap Serukan Desakan Kepastian Status Kontrak
-
Uncategorized1 minggu yang laluAdu Banteng Dua Motor di Wonosari, Dua Pengendara M3nIngg4l di TKP
-
Uncategorized4 minggu yang laluSakit Hati Sering Diejek Ketika Memulung Sampah, 2 Remaja Putri Nekat Bakar Sekolah
-
Uncategorized4 minggu yang laluSempat Diancam Akan Dilindas Lehernya, Dua Remaja Babak Belur Dihajar Kelompok Pemuda Silat
-
Uncategorized4 minggu yang lalu9.000 Penerima Bansos Gunungkidul Disetop karena Terindikasi Judi Online
-
Uncategorized3 minggu yang laluKelok 23 Tuntas 100 Persen, Akses Gunungkidul-Bantul dengan View Laut Selatan Segera Dibuka
-
Uncategorized3 minggu yang laluSaling Bajak Kader Antara PSI dan NasDem Gunungkidul Makin Seru, Ini Tanggapan Sang Ketua
-
Uncategorized3 minggu yang laluPenerima PKH di Gunungkidul Turun 2.000 Orang, Ini Penyebabnya
-
Uncategorized3 minggu yang laluBupati Turun Tangan, Polemik Seleksi Ulu-Ulu Siraman Mulai Ditelusuri
-
Uncategorized2 minggu yang laluTolak Tawaran Uang Damai, Korban Penganiayaan Brutal Oknum Pesilat Bersikukuh Tak Cabut Laporan
-
Uncategorized3 minggu yang laluGunungkidul Jajaki Kerjasama dengan Korea Selatan, Buka Peluang Jadi Pekerja Musiman
-
Uncategorized2 minggu yang laluSiaga Darurat Gunungkidul Diperpanjang 3 Bulan, Kemarau Diprediksi hingga November
