fbpx
Connect with us

Sosial

Rokok Masih Jadi Salah Satu Pos Pengeluaran Terbesar Masyarakat Gunungkidul

Diterbitkan

pada tanggal

Wonosari,(pidjar.com)–Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Gunungkidul telah merilis pengeluaran per kapita masyarakat Gunungkidul. Tidak berbeda dengan tahun lalu, pengeluaran masyarakat Gunungkidul untuk membeli rokok cukup tinggi. Pos pengeluaran untuk membeli rokok masih menempati lima besar.

Kepala BPS Kabupaten Gunungkidul, Sumarwiyanto menjelaskan, rata-rata pengeluaran per kapita ini diambil dari pengeluaran masyarakat Gunungkidul dalam satu bulan. Rata-rata tersebut diambil dari kelompok komoditas dan kelompok pengeluaran dalam rupiah.

“Kami bagi menjadi tiga kelas ekonomi, 40% terbawah, 40% menengah dan 20% teratas,” beber Sumarwi kepada pidjar.com, Rabu (29/01/2020).

Lebih lanjut ia menjelaskan, pada kelas ekonomi 40% setiap bulannya digunakan untuk membeli makanan dan minuman sebanyak Rp. 79.757,- sedangkan untuk padi-padian Rp. 68.907,-, sayuran Rp 26.570,- dan untuk rokok sebanyak Rp. 18.737,-. Jumlah untuk membeli komoditas rokok sendiri lebih besar dari pada untuk membeli gizi seperti telur dan susu yang hanya Rp. 17.097,-.

Berita Lainnya  Harga Bawang Putih Naik Drastis, Disperindag Gunungkidul Akan Lakukan Pengecekan

Sementara untuk masyarakat 40% menengah setiap bulannya menghabiskan Rp. 149. 360,- untuk membeli makanan dan minuman, Rp. 73.181,- untuk membeli padi-padian dan rokok diperingkat ketiga dengan jumlah Rp. 48.817,-. Pada masyarakat 20% kelas atas, untuk membeli makanan dan minuman sebesar Rp. 262 814,- untuk membeli padi-padian Rp. 66.811,- dan untuk rokok Rp. 79.626,-.

“Kami mengambil sampel total 770 rumah tangga yang tersebar di 18 kecamatan di Gunungkidul,” beber dia.

Sementara itu, Staf Diseksi Statistik Sosial, Aris Muji menambahkan, ada tiga prosedur yang digunakan dalam penyajian data tersebut. Adapun yang pertama dilakukan yakni updating blok sensus drngan total 77 blok sensus. Kemudian pemilihan sampel.

Berita Lainnya  Memetakan Keberadaan Sungai Bawah Tanah di Gunungkidul Sebagai Sumber Air dan Mitigasi Bencana

“Masing-masing blok dipilih 10 rumah tangga pemilihan sampel menggunakan program aplikasi kemudian baru terakhir pencacahan rumah tangga,” jelasnya.

Dari ketiga tahap tersebut setelah keluar data setelah dihitung pengeluaran per kapita masyarakat Gunungkidul.

“Memang untuk pembelian rokok masih menjadi kebutuhan yang menjadi prioritas per kapita di Gunungkidul,” ucap dia.

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan
Iklan

Pariwisata

Berita Terpopuler