Sosial
RSUD Wonosari Telah Rawat Belasan Pasien Suspect Anthraks Dari 2 Kecamatan
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Wonosari hingga saat ini telah merawat belasan orang yang diduga tertular penyakit anthraks. Para korban sendiri berasal dari 2 Kecamatan. Jumlah ini berpotensi bertambah mengingat kemungkinan ada pula warga lain yang suspect anthraks dan kemudian hanya melakukan perawatan di Puskesmas.
Kepala Bidang Pelayanan Medik dan Keperawatan RSUD Wonosari, dr. Triyani Heni Astuti menjelaskan, berdasarkan data yang dimiliki, pihaknya mengakui telah merawat sejumlah orang yang diduga menderita penyakit anthraks. Adapun para korban sendiri terdiri dari 11 warga Desa Gombang, Kecamatan Ponjong dan 1 warga Kecamatan Semanu. Menurut Heni, data tersebut hanyalah data pasien yang selama ini menjalani perawatan di RSUD Wonosari. Pihaknya sendiri sampai saat ini belum dapat mengetahui secara pasti terkait dengan penyakit yang diderita oleh pasien. Sebab, hasil uji lab yang dilakukan di Bogor hingga kini belum diketahui hasilnya.
“Kita masih menunggu (hasil uji lab),” kata Heni, Kamis (09/01/2020).
Ia menambahkan, sebutan suspect anthraks sendiri disematkan kepada para pasien lantaran mereka berada di kawasan yang diduga terpapar antrak. Selain itu, diperoleh informasi pula, sejumlah warga tersebut telah mengkonsumsi daging hewan ternak yang mati secara mendadak.
“Dalam hal ini kita meminta Dinas Kesehatan untuk gencar melakukan sosialisasi agar tidak ada warga yang nekat makan ternak yang sakit atau mati,” ucap dia.

Heni menambahkan, pihaknya mengaku telah siap menampung pasien suspect anthraks di wilayah Gunungkidul. Menurutnya kesiapan sendiri bukan lantaran munculnya kasus di Ponjong namun sebagai standar pelayanan rumah sakit.
“Untuk mekanismenya ya lewat IGD, kemudian nanti kita cek dan jika suspect anthraks, maka akan dirawat di ruang isolasi, kita sudah ada kok,” bebernya.
Ia juga mengatakan, penyakit antrak yang menyerang manusia tidak perlu dikhawatirkan sebab penularannya sampai saat ini diketahui hanya bisa menular melalui hewan ke manusia. Sehingga dirinya berharap tidak ada diskriminasi di masyarakat jika nantinya memang ada temuan kasus positif antrak.
“Kita memang tidak berharap ada penyakit antrak, namun kita perlu waspada. Selama ini penularan baru diketahui dari hewan ke manusia, kalau dari manusia ke manusia masih dalam penelitian,” ungkap Heni.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul, Dewi Irawaty memaparkan bahwa hasil uji lab memang belum diketahui hasilnya. Uji lab sendiri menurutnya membutuhkan waktu yang tidak cepat.
“Masih menunggu hasil dari Bogor,” ucap dia.
Sebelumnya, Ketua Komisi B, DPRD Gunungkidul, Wulan Tustiana mendesak pemerintah serius dalam penanganan antrak. Sebab menurutnya jika pemerintah telat menangani akan dapat berdampak lebih buruk daripada yang saat ini terjadi.
“Hari Senin kita akan memanggil pihak-pihak yang berkompeten untuk menangani kejadian semacam ini,” ujar Wulan.
-
Kriminal3 minggu yang laluDisiksa Dari Dipukuli Hingga Lukanya Dilumuri Garam, Remaja 17 Tahun Mengaku Sempat Diancam Ditembak Oknum
-
Peristiwa2 minggu yang laluPerempuan Muda di Ponjong Ditemukan Meninggal Dunia dengan Seutas Tali Dipohon
-
Sosial2 minggu yang laluKisah Sedih Andheng Pasca Kecelakaan, Saat di RS Nurohmah Hanya Dijahit Telinga, Ternyata Patah Tulang Belakang dan Terancam Lumpuh
-
Uncategorized1 minggu yang laluMBG Libur, Harga Sembako Mulai Turun Drastis
-
Peristiwa4 minggu yang laluLaka Maut Dinihari, Pemotor Tewas Dihantam Pick Up
-
Pemerintahan2 minggu yang laluDinas Bongkar Upaya Kecurangan Pendaftar SMP N 1 Wonosari, Dari ASN Manipulasi Data Bansos Hingga Gunakan Sertifikat Palsu
-
Uncategorized3 minggu yang laluHeboh Bola Api Berekor Panjang Melintas di Langit Gunungkidul, Warga Kaitkan dengan Pulung Gantung Jelang Bulan Suro
-
Peristiwa4 minggu yang laluPeriode Maut Jalanan Gunungkidul, Ratusan Kecelakaan Puluhan Korban Meninggal Dunia
-
Peristiwa3 minggu yang laluDalam Posisi Terduduk, Lansia 81 Tahun Ditemukan Gantung Diri di Belakang Rumah
-
Peristiwa1 minggu yang laluRS Nur Rohmah “Cuek” di Tengah Operasi-operasi Yang Harus Dijalani Andheng, Keluarga Pilih Tempuh Jalur Hukum
-
Uncategorized3 minggu yang laluCetak Sejarah di Moto3, Veda Dapat Hadiah Mobil Impian Dari Konglomerat
-
Peristiwa2 minggu yang laluDiserempet Pemotor Tak Dikenal di Baleharjo, Pemotor Wanita Luka Parah Terjun ke Tegalan
