Peristiwa
Obyek Wisata dan Pemukiman Warga di Nglanggeran Diserbu Kawanan Kera Kelaparan
Patuk,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Serangan kawanan kera ekor panjang dalam beberapa waktu terakhir ini terus meluar. Selain turun dan berkeliaran di lahan-lahan pertanian milik warga dan menjadi hama, kera-kera ekor panjang juga menyerbu obyek wisata Gunung Api Purba Nglanggeran. Walaupun menjadi daya tarik tersendiri bagi para pengunjung, namun puluhan satwa yang termasuk dalam jenis yang dilindungi itu juga membuat resah karena kerap menjarah barang-barang milik warga.
Seperti diungkapkan oleh salah seorang warga setempat, Paijem. Selama ini monyet-monyet yang turun kerap menyerbu warung miliknya. Dirinya pun menjadi sangat sibuk dan bahkan susah untuk beristirahat lantaran jika sedikit lengah, monyet-monyet dengan sigap akan mencuri dagangannya seperti makanan kecil dan roti.
“Kalau lengah mereka berani masuk mencuri roti dan itu cepat sekali, satu monyet berhasil mencuri nanti di belakangnya sudah ada monyet yang bersiap untuk mencuri. Jadi yang pertama mencuri itu seperti memberi tahu ke kawanan lainnya,” kata Paijem, Jumat (25/07/2019).
Walau begitu, hingga saat ini, belum pernah ditemukan kasus penyerangan terhadap warga secara langsung. Akan tetapi, kera yang mempunyai ukuran besar ini diyakini warga berani menantang atau sekedar mengejek perempuan dewasa.
“Kalau monyet-monyet yang kecil itu nggak berani sekali diusir mereka peegi tetapi kalau yang besar itu malah mbekos (marah), yang besar berani dengan perempuan dewasa,” ujar dia.

Ia juga bercerita bahwa di sekitarnya ada warung yang berbentuk semi permanane kerap dimasuki kera berukuran kecil. Hewan tersebut memanfaatkan lubang kecil sebagai pintu masuk untuk mencari makanan.
“Pernah warung milik tetangga yang semi permanen dimasuki monyet kecil melalui lubang di bawah, dan ternyata di luar warung monyet-monyet berukuran besar sudah menjaga mereka,” ungkapnya.
Sementara itu, salah seorang pengelola obyek wisata Nglanggeran, Sudadi mengatakan, serbuan monyet ekor panjang sudah lama dialami. Bahkan menurutnya, sudah 5 tahun terakhir ini serbuan monyet ekor panjang berlansung setiap musim kemarau.
“Saat musim kemarau sering sekali bahkan sebelum-sebelum ini juga sering terjadi serbuan serupa. Kalau untuk tahun ini baru sekitar 3 bulan terakhir mereka menyerbu pemukiman warga,” katanya.
Saat musim penghujan monyet ekor panjang tidak menyerang warga karena di habitatnya yang berada di atas gunung api purba Ngelanggeran masih tersedia banyak makanan dan air. Namun saat seperti saat ini hampir dapat dipastikan setiap hari kera itu turun ke kawasan pemukiman.
“Monyet-monyet turun hanya saat musim kemarau, mereka turun mencari makan dan air. Monyet turun hingga ke pemukiman warga dan menjarah makanan-makanan yang ada di warung-warung. Mereka juga mengobrak-abrik sampah mencari makan,” beber dia.
Menurutnya serangan tersebut tidak mempengaruhi kunjungan wisatawan ke Gunungapi Purba Ngelanggeran. Hingga saat ini belum ada laporan wisatawan yang mengalami serangan monyet ekor panjang.
“Tempat wisata tetap dibuka, tidak pengaruh dengan adanya serbuan monyet. Tetapi wisatawan sering menggoda monyet yang sedang makan, dan karena terganggu monyet-monyet itu, mbekos (marah),” katanya.
Pihaknya juga telah mengantisipasi serbuan monyet ekor panjang dengan cara menanam pohon yang memiliki buah-buah. Namun, ia mengakui jumlahnya masih sedikit belum bisa untuk pakan monyet-monyet tersebut.
“Kami menanam beberapa pohon yang berbuah tidak mengenal musim seperti talok (kersen), kami juga menanam pohon duwet dan jambu tetapi dua pohon tersebut berbuah musiman, bahkan saat seperti ini monyet-monyet memakan buah beringin dan kayu akasia mungkin karena mereka sudah sangat lapar,” ucapnya.
-
Uncategorized4 minggu yang laluTak Ikut Aksi di Istana, PPPK Gunungkidul Tetap Serukan Desakan Kepastian Status Kontrak
-
Uncategorized3 minggu yang laluAdu Banteng Dua Motor di Wonosari, Dua Pengendara M3nIngg4l di TKP
-
Uncategorized4 minggu yang laluGunungkidul Jajaki Kerjasama dengan Korea Selatan, Buka Peluang Jadi Pekerja Musiman
-
Uncategorized4 minggu yang laluTolak Tawaran Uang Damai, Korban Penganiayaan Brutal Oknum Pesilat Bersikukuh Tak Cabut Laporan
-
Uncategorized4 minggu yang laluSiaga Darurat Gunungkidul Diperpanjang 3 Bulan, Kemarau Diprediksi hingga November
-
Uncategorized3 minggu yang laluProses Pembebasan Lahan Berproses, Sekolah Internasional Bakal Segera Dibangun di Patuk
-
Uncategorized2 minggu yang laluMerintis Watusigar Gemilang, Feri Sulistyono Usung Digitalisasi dan Transparansi Pemerintahan
-
Uncategorized4 minggu yang lalu7 Hektare Lahan Jati di Bodoyo Terbakar
-
Uncategorized4 minggu yang laluVaksin PMK Gunungkidul Tersisa 22.975 Dosis, Dikejar hingga Ternak Sasaran Terpenuhi
-
Uncategorized4 minggu yang laluTabrakan di Jalan Lingkar Utara Piyaman, Pelajar 17 Tahun Tewas di Lokasi
-
Uncategorized4 minggu yang laluABK Asal Riau Meninggal Saat Melaut di Perairan Kawasan Sadeng
-
Uncategorized4 minggu yang laluPilur Serentak Gunungkidul, 2 Kalurahan Ajukan Seleksi Tambahan
