fbpx
Connect with us

Sosial

Sadar Diri, Ratusan Warga Gunungkidul Rela Melepas PKH

Published

on

Wonosari,(pidjar.com)–Ratusan penerima bantuan pemerintah Program Keluarga Harapan (PKH) di Gunungkidul tercatat menggundurkan diri. Mereka mantap mengundurkan diri  dari program bantuan pemerintah itu lantaran merasa kondisi perekonomian yang sudah membaik. Disisi lain mereka juga merasa malu dengan warga-warga lain yang lebih membutuhkan namun justru tidak mendapatkan bantuan tersebut.

Seperti yang dilakukan oleh Sri Wartini warga Padukuhan Candi, Desa Tegalrejo, Kecamatan Gedangsari. Ia dan suaminya sepakat dan mantap mengundurkan diri dari kepesertaan penerima bantuan PKH yang mereka dapat sejak tahun 2016 silam. Beberapa alasan melatarbelakangi suami istri ini untuk  mengundurkan diri.

“Yang pertama saya sudah merasa cukup dengan perekonomian keluarga sekarang ini. Kedua, malu dengan diri sendiri, lingkungan dan Allah,” kata Sri Wartini, Kamis (13/02/2020).

Menurutnya masih banyak warga yang lebih layak menerima bantuan dari pemerintah itu. Meski  memiliki komponen anak sekolah, namun dengan usaha yang ia jalankan dianggap sudah lebih dari cukup untuk menghidupi keluarga.

“Saya punya usaha bakmi Jawa, cukup untuk memenuhi kebutuhan. Banyak to yang lebih membutuhkan tapi belum diperhatikan,” tambahnya.

Sejak beberapa waktu silam ia resmi lepas dari penerima bantuan. Dengan begitu, ia berharap ada penerima lain yang sebenarnya sudah mampu juga tergerak hatinya untuk lepas dari ketergantungan bantuan pemerintah. Kemudian, mudah-mudahan slot yang ada dapat segera terisi bagi keluarga pra sejahtera yang benar-benar membutuhkan bantuan.

Tak hanya Sri Wartini saja yang melakukan pengunduran diri dari bantuan ini. Ada 5 penerima PKH di Desa Ngloro, Kecamatan Saptosari yang beberapa hari lalu juga menyatakan mengundurkan diri. Alasan mereka pun juga hampir sama, dimana perekonomian sudah membaik dan mampu lebih mandiri lagi.

“Saya sebagai kepala desa patut berbangga dengan warga saya, mereka yang sudah merasa cukup dengan legowo mengundurkan diri sebagai peserta penerima bantuan,” ujar Heri Yulianto, Kepala Desa Ngloro.

Terpisah, Koordinator PKH Gunungkidul, Herjun Pangaribowo mengatakan jika sejak Januari hingga Februari 2020 ini tercatat ada 145 peserta penerima PKH yang mengundurkan diri. Beragam alasan pun disampaikan ke masing-masing pendamping PKH.

“Dari 18 kecamatan semua ada yang mengundurkan diri. Paling banyak di Playen dan Wonosari ada 19 orang, Patuk 12 orang, Saptosari 14 orang, Paliyan dan Semanu masing-masing 10 orang dan kecamatan lainnya rata-rata dari 1 sampai 9 orang,” ujar Herjun.

Dari pendamping juga memberikan pemahaman dan pendekatan pada penerima PKH yang sekiranya dipandang sudah mampu. Namun demikian pendekatan ini sifatnya hanya memberikan arahan dan tidak memaksa agar segera lepas dari penerimaan bantuan.

“Jumlah sampai dengan hari ini 56.211 penerima bantuan. Untuk slot yang kosong kami pun juga tidak bisa sembarang karena yang memiliki kewenangan mengganti adalah Kementerian Sosial,” tutupnya.

 

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler