Pemerintahan
SE Bupati Panduan Perayaan Idul Adha, Dari Sholat di Rumah Hingga 4 Hari Penyembelihan Kurban
Wonosari (pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Pemerintah Kabupaten Gunungkidul telah menerbitkan Surat Edaran Bupati tentang panduan penyelenggaraan ibadah Hari Raya Idul Adha dan pelaksanaan kurban 1442 Hijriah. Seperti yang diketahui, Hari Raya Idul Adha yang jatuh pada tanggal 20 Juli 2021 nanti masih dalam masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.
Hari raya Idul Adha yang tentunya berpotensi menimbulkan kerumunan menjadikan surat edaran tersebut penting untuk diperhatikan. Adapun salah satu isi dari SE Bupati tersebut ialah himbauan pelaksanaan malam takbir dan takbir keliling serta sholat di rumah masing-masing guna mengurangi potensi terjadinya kerumunan.
“Kami menghimbau kepada masyarakat untuk melakukan kegiatan takbiran dan sholat ied di rumah masing-masing,” jelas Bupati Gunungkidul, Sunaryanta, Sabtu (10/07/2021).
Selain itu, pelaksanaan penyembelihan hewan serta kriteria hewan kurban dilakukan sesuai dengan syariat Islam. Guna mencegah potensi kerumunan ketika di lokasi penyembelihan hewan kurban, penyembelihan dapat dilakukan dalam periode waktu empat hari, yaitu tanggal 10,11,12 dan 13 Dzulhijjah.
Sebagai alternatif dalam mengurangi kerumunan, penyembelihan hewan kurban dapat dilaksanakan di rumah pemotongan hewan ruminasia ataupun tempat pemotongan hewan kurban lainnya yang telah disiapkan oleh panitia setempat.

“Penyembelihan dan pemotongan hewan kurban dilaksanakan di tempat yang telah disiapkan oleh panitia dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. Pemotongan dilakukan di tempat yang luas sehingga dapat diterapkannya jaga jarak antar panitia. Penyembelihan dan pemotongan tidak dilakukan secara terpusat yang berpotensi menimbulkan kerumunan,” sambungnya.
Untuk pendistribusian daging kurban, panitia diharapkan dapat menerapkan skema pengantaran ke rumah penerima secara langsung guna mengantisipasi kerumunan pengambilan daging kurban.
Sebelumnya, Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunungkidul terus berupaya memastikan kesehatan hewan kurban dengan rajin turun ke lapangan untuk mengambil sampel dari hewan ternak. Hal ini sebagai langkah agar hewan yang akan dikurbankan oleh masyarakat nantinya terjamin kesehatannya. Apalagi Gunungkidul pernah mengalami penyebaran virus anthrax beberapa tahun lalu.
Bambang Wisnu Broto, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul menjelaskan, saat melakukan penyembelihan hewan kurban jumlah personil dalam satu lokasi penyembelihan maksimal terdapat 20 orang, termasuk orang yang berkurban. Panitia diharapkan dapat melarang kehadiran pihak selain petugas penyembelih dan orang yang berkurban.
Bambang juga menghimbau kepada masyarakat ketika membeli hewan kurban harus memastikan kondisi hewannya sehat serta tidak ada indikasi terjangkitnya sebuah penyakit. (Roni)
-
Uncategorized2 minggu yang laluTak Ikut Aksi di Istana, PPPK Gunungkidul Tetap Serukan Desakan Kepastian Status Kontrak
-
Uncategorized1 minggu yang laluAdu Banteng Dua Motor di Wonosari, Dua Pengendara M3nIngg4l di TKP
-
Uncategorized4 minggu yang laluSakit Hati Sering Diejek Ketika Memulung Sampah, 2 Remaja Putri Nekat Bakar Sekolah
-
Uncategorized3 minggu yang laluSempat Diancam Akan Dilindas Lehernya, Dua Remaja Babak Belur Dihajar Kelompok Pemuda Silat
-
Uncategorized4 minggu yang lalu9.000 Penerima Bansos Gunungkidul Disetop karena Terindikasi Judi Online
-
Uncategorized3 minggu yang laluKelok 23 Tuntas 100 Persen, Akses Gunungkidul-Bantul dengan View Laut Selatan Segera Dibuka
-
Uncategorized3 minggu yang laluSaling Bajak Kader Antara PSI dan NasDem Gunungkidul Makin Seru, Ini Tanggapan Sang Ketua
-
Uncategorized3 minggu yang laluPenerima PKH di Gunungkidul Turun 2.000 Orang, Ini Penyebabnya
-
Uncategorized3 minggu yang laluBupati Turun Tangan, Polemik Seleksi Ulu-Ulu Siraman Mulai Ditelusuri
-
Uncategorized2 minggu yang laluTolak Tawaran Uang Damai, Korban Penganiayaan Brutal Oknum Pesilat Bersikukuh Tak Cabut Laporan
-
Uncategorized3 minggu yang laluGunungkidul Jajaki Kerjasama dengan Korea Selatan, Buka Peluang Jadi Pekerja Musiman
-
Uncategorized2 minggu yang laluSiaga Darurat Gunungkidul Diperpanjang 3 Bulan, Kemarau Diprediksi hingga November
