Sosial
Tujuh Ribu Pemudik Sudah Masuk ke Gunungkidul, Wakil Bupati Minta Tak Ada Persekusi
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Himbauan Pemerintah Kabupaten Gunungkidul dan sejumlah komunitas kepada warga perantauan untuk sementara tidak mudik ke kampung halaman di tengah pandemi virus corona nampaknya tak terlalu diindahkan. Terbukti hingga Senin (06/04/2020) pagi tadi, tercatat ada lebih dari 7.000 perantau yang telah pulang ke Gunungkidul.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi, Gunungkidul, Kelik Yuniantoro menuturkan, hingga pagi tadi berdasarkan data yang masuk ke pihaknya, tercatat ada 7.003 pemudik yang telah masuk ke Gunungkidul. Mereka tersebar ke 18 kecamatan yang ada di Gunungkidul.
“Rata-rata lebih dari 300 warga per kecamatan yang sudah datang ke Gunungkidul,” kata Kelik, Senin siang.
Ia menjelaskan, untuk jumlah pemudik terbanyak yakni berada di wilayah Kecamatan Semin dengan 612 warga. Kemudian disusul oleh Playen dan Ponjong dengan 569 warga dan 549 pemudik.
“Wilayah lain juga banyak, tapi 3 itu memang yang mencolok dari segi jumlah,” sambung dia.
Di sisi lain Pemkab Gunungkidul hingga saat ini belum berencana untuk menyiapkan tempat khusus bagi para pemudik dengan berbagai pertimbangan. Diantaranya belum adanya sarana yang cukup aman dan memadai untuk menampung para pemudik dalam melakukan karantina diri usai sampai ke Gunungkidul. Adapun pertimbangan lainnya jika pemerintah menyediakan tempat karantina yang tersentral adalah akan terjadi kerumunan.
Selain itu, dengan menampung pemudik di satu tempat akan jadi semacam pengungsian yang membuka peluang bagi warga untuk turut ditampung dalam tempat pengungsian. Dilanjutkan Kelik, pemerintah sendiri saat ini tengah mendorong pemerintah kecamatan maupun desa untuk menyediakan bangunan milik mereka agar bisa digunakan sebagai tempat tunggal darurat kepada pemudik selama menjalani karantina.
Sementara itu, Ketua Gugus Tugas Pengendalian Covid-19 Kabupaten Gunungkidul, Immawan Wahyudi mengatakan, fenomena lock down kampung mulai muncul di beberapa titik tak hanya di Gunungkidul. Immawan sendiri menggaris bawahi dampak yang mungkin terjadi akibat fenomena ini. Jangan sampai penutupan kampung justru menimbulkan bertambahnya tekanan psikis maupun dikhawatirkan akan menambah persoalan baru.
Dia mengatakan, warga fokus penanggulangan covid-19 dengan protokol atau prosedur yang dilakukan untuk menegakkan prinsip social distancing dan physical distancing. Muncul kebijakan jangan mudik tersebut, menurut Immawan, karena mudik memang ada manfaatnya tetapi risiko dan bahayanya lebih besar daripada manfaatnya.
“Kami berharap pemudik jangan dipersekusi, namun pemudik juga hendaknya mematuhi protokol mengisolasi diri selama 14 hari dan memeriksakan kesehatannya,” ucap Immawan.
Wakil Bupati Gunungkidul itu kembali menghimbau kepada masyarakat agar mengutamanakan kegotongroyongan. Dalam hal ini, masyarakat diminta saling mengingatkan dengan cara dan kultur masyarakat di Gunungkidul.
“Semangat gotong royong ini merupakan kekayaan masyarakat Gunungkidul yang tak ternilai harganya,” pungkas dia.
-
Uncategorized3 minggu yang laluMerintis Watusigar Gemilang, Feri Sulistyono Usung Digitalisasi dan Transparansi Pemerintahan
-
Uncategorized4 minggu yang laluCek Dapur MBG di Gunungkidul, Wakil Ketua Komisi VII Apresiasi SOP Pelaksanaan MBG
-
Uncategorized1 minggu yang laluPerkuat Layanan Kedaruratan, Klinik Utama Wizula Medica Resmi Kerjasama dengan Jasa Raharja Tangani Korban Kecelakaan
-
Uncategorized4 minggu yang laluWarga Kelor Pertanyakan Pembangunan Tower 72 Meter, Mengaku Tak Pernah Dilibatkan
-
Uncategorized3 minggu yang laluPintu Depan Terkunci, Suami Temukan Istri Meninggal
-
Uncategorized2 minggu yang laluIkuti Google Maps, Minibus Wisatawan Terperosok di Tanjakan Bundelan, 1 Penumpang Meninggal
-
Uncategorized4 minggu yang laluPemkab Gunungkidul Mulai Gunakan BTT Rp1,3 Miliar untuk Atasi Kekeringan
-
Uncategorized3 minggu yang lalu149 Karya Inovatif ASN hingga Pelajar Gunungkidul Ramaikan Krenovamaskat Pelita Indah 2026
-
event2 minggu yang laluZAP Fest 2026: The Glowverse Dimulai dari Yogyakarta, Raisa hingga Nassar Siap Meriahkan Perayaan Anniversary ZAP
-
Uncategorized3 minggu yang lalu“Diri dan Liyan”, Ruang Perjumpaan Diri, Leluhur, dan Ingatan dalam Karya Dhewantara Manurung
-
Uncategorized2 minggu yang laluSempat Terdengar Mendengkur, Pria 30 Tahun di Siraman Justru Ditemukan Tak Bernyawa
-
Sosial1 minggu yang laluProfil AKBP Rosana, Kapolres Gunungkidul yang Pernah Ungkap Kasus 1 Ton Sabu
