Pendidikan
Sebagian Besar Orang Tua Inginkan Siswa Masuk Sekolah, Dinas : Zona Hijau Boleh Tatap Muka
Tepus,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Sebanyak 10 kapanewon di Gunungkidul sudah ditetapkan menjadi zona hijau pada periode 6 hingga 19 September 2020 ini. Adapun zona hijau sendiri merupakan zona dengan risiko penyebaran virus ada tapi tidak ada kasus positif.
Dengan ditetapkannya zona hijau pada sepuluh kapanewon yang diantaranya Kapanewon Girisubo, Rongkop, Tepus, Tanjungsari, Saptosari, Paliyan, Panggang, Karangmojo, Nglipar dan Gedangsari ini tentunya berdampak cukup signifikan bagi penyelenggaraan pendidikan di kapanewon ini. Beberapa sekolah lebih longgar dalam menjalankan pertemuan dengan siswa meskipun dengan protokol penanggulangan covid19 yang cukup ketat. SMP N 1 Tepus misalnya.
Kepala SMPN 1 Tepus, Heriyanto menjelaskan sebetulnya sejak awal tahun pelajaran 2020/2021 pihaknya sudah mengeluarkan jejak pendapat untuk orang tua berkaitan dengan pelajaran dengan sistem tatap muka. Hasilnya 99% orang tua menyetujui putra-putrinya bersekolah dengan menggunakan protokol ketat.
Namun, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Gunungkidul belum mengizinkan karena risiko penularan di seluruh wilayah masih tinggi. Pihak sekolah pun kala itu tidak bisa berbuat banyak selain menyiapkan sarana prasarana penunjang seperti lokasi untuk sekedar cuci tangan.
“Kalau sekedar sarana kami sudah menyediakan ya, seperti wastafel cuci tangan lengkap dengan sabunnya,” jelas Heri, Kamis (10/10/2020).

Namun setelah menerima keterangan pada 6 September lalu bahwa Kapanewon Tepus sudah masuk zona hijau, pihaknya kemudian melonggarkan aturan pertemuan untuk para siswa. Saat ini para guru di jam kerja standby di sekolah untuk melayani konsultasi para siswa yang mengalami kesulitan dalam proses belajar jarak jauh.
“Kami tidak menggelar KBM secara resmi, tapi seandainya ada siswa yang kesulitan dalam pelajaran daring boleh datang ke sekolah,” imbuh Heri.
Ia mengatakan, dalam penanaman pemahaman bagi para siswa bahwa nilai diambil dari proses dan hasil pembelajaran memang cukup susah jika diimplementasikan dalam jaringan. Sehingga pertemuan sesekali dalam satu Minggu ia mulai terapkan.
“Seperti hari ini guru prakarya meminta siswa datang mengumpulkan karya, pulangnya dibawain materi,” kata dia.
Sementara itu, Kepala Disdikpora Kabupaten Gunungkidul, Bahron Rasyid menjelaskan memang pada kondisi seperti saat ini para siswa, guru dan orang tua harus luwes untuk mendukung proses pembelajaran. Namun demikian di kapanewon yang ditetapkan sudah menjadi zona hijau ia mempersilahkan untuk pertemuan dengan siswa.
“Tentunya dengan protokol ketat,” ujar dia.
Ia meminta siswa-siswi kelas 9 diutamakan dalam proses pertemuan tatap muka. Selain untuk mempersiapkan syarat kelulusan, juga sebagai wujud pelayanan bagi siswa-siswi apabila terdapat permasalahan dalam pembelajaran.
“Kapanewon zona hijau bisa menyelenggarakan pertemuan bagi kelas 9,” pungkasnya.
-
Uncategorized4 minggu yang laluTak Ikut Aksi di Istana, PPPK Gunungkidul Tetap Serukan Desakan Kepastian Status Kontrak
-
Uncategorized3 minggu yang laluAdu Banteng Dua Motor di Wonosari, Dua Pengendara M3nIngg4l di TKP
-
Uncategorized4 minggu yang laluTolak Tawaran Uang Damai, Korban Penganiayaan Brutal Oknum Pesilat Bersikukuh Tak Cabut Laporan
-
Uncategorized4 minggu yang laluSiaga Darurat Gunungkidul Diperpanjang 3 Bulan, Kemarau Diprediksi hingga November
-
Uncategorized4 minggu yang laluProses Pembebasan Lahan Berproses, Sekolah Internasional Bakal Segera Dibangun di Patuk
-
Uncategorized2 minggu yang laluMerintis Watusigar Gemilang, Feri Sulistyono Usung Digitalisasi dan Transparansi Pemerintahan
-
Uncategorized4 minggu yang laluTabrakan di Jalan Lingkar Utara Piyaman, Pelajar 17 Tahun Tewas di Lokasi
-
Uncategorized3 minggu yang laluCek Dapur MBG di Gunungkidul, Wakil Ketua Komisi VII Apresiasi SOP Pelaksanaan MBG
-
Uncategorized4 minggu yang laluKecelakaan Maut di Ponjong, Pengendara Vega Meninggal Usai Tabrakan dengan Karimun
-
Uncategorized3 minggu yang laluWarga Kelor Pertanyakan Pembangunan Tower 72 Meter, Mengaku Tak Pernah Dilibatkan
-
Uncategorized3 minggu yang laluKelor Berubah, Kelor Berbenah, Wayahe Ganti Lurah
-
Uncategorized2 minggu yang laluPintu Depan Terkunci, Suami Temukan Istri Meninggal
