Connect with us

Pemerintahan

Sejumlah Peserta Ungkap Kejanggalan Dalam Seleksi Tenaga Kontrak Non PNS RSUD Saptosari

Diterbitkan

pada

Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Proses rekruitmen tenaga kontrak non PNS untuk ditempatkan RSUD Saptosari menuai tanda tanya bagi peserta yang mengikuti seleksi tersebut. Hal tersebut lantaran terlalu banyaknya peserta yang dalam pengumuman hasil mendapatkan nilai 0. Padahal di sisi lain, peserta telah sukses login dan mengerjakan soal pada ujian online yang digelar pada Selasa (23/06/2020) lalu. Rumor banyak berhembus bahwa para peserta yang diterima itu diistilahkan sebagai peserta titipan.

Salah seorang peserta tes, Hendro, warga Kapanewon Karangmojo mengatakan, saat mengerjakan soal online pada laman web yang disediakan panitia, tidak terdapat timer atau waktu hitung selama proses mengerjakan. Ia mendapat jatah ujian sekitar pukul 09.00 WIB. Untuk membuka soal, ia berhasil login dengan alamat email dan menulis nama melalui telfon genggamnya.

“Saat selesai ujian, saya melakukan submit. Tapi berbeda dengan tes biasanya yang langsung ada nilainya, ini disuruh nunggu sampai jam 15.00 WIB,” kata dia kepada pidjar-com-525357.hostingersite.com, Sabtu (27/06/2020).

Kala itu ia sama sekali sangsi dengan tes yang ia kerjakan. Ia sendiri melamar formasi petugas keamanan dengan berkas lengkap menggunakan alamat email yang ia gunakan untuk membuat akun.

Berita Lainnya  Masih Belum Maksimal, Smart City Masuk Jadi Program Prioritas Jangka Menengah

“Kebetulan memang saya dan istri saya sama-sama mendaftar, alamat emailnya hampir sama, nah saat pengumuman administrasi yang terterima atas nama saya, tidak ada alamat email,” jelas Hendro.

Namun naaas, saat pukul 15.00 WIB, tidak ada email yang ia gunakan untuk login. Justru alamat email istrinya yang tercantum. Ia sendiri mulai mencium hal yang janggal lantaran pada link pengumuman tersebut, terdapat puluhan pelamar lain yang mendapat nilai 0.

“Herannya kalau memang emailnya yang keterima email istri saya, kenapa sejak awal pengumuman administrasi tidak ada alamat email yang diterima dan kenapa pengumuman yang diterima atas nama saya,” ungkap Hendro dengan nada kesal.

Ia juga bingung, saat pengumuman tes administrasi tidak ada email yang dicantumkan. Selain itu juga di saat hendak mengerjakan, emailnya bisa digunakan untuk membuka soal.

Berita Lainnya  Momen Liburan Akhir Tahun Wisatawan Sepi, Hoax Tsunami dan Cuaca Jadi Kambing Hitam

“Saya sangat sangsi dengan proses rekrutmen ini, bisa dibilang kecewa,” imbuh dia.

Senada dengan Hendro, Dian warga Playen juga merasakan hal serupa. Saat pengumuman hasil tes, ia mendapatkan nilai 0. Awal mula mengerjakan soal, wanita yang mendaftar formasi perawat vokasi ini disediakan dua link soal. Pada link pertama ia bisa mengerjakan seluruhnya.

“Sudah submit kemudian buka link satunya gak bisa, ada tulisan mohon maaf waktu anda sudah habis, padahal ketentuannya tes selesai jam 11.00 WIB dan saat itu belum ada jam 11.00 WIB, timer juga tidak ada,” keluh Dian.

Ia mulai curiga manakala membuka hasil pengumuman. Hasil tesnya menunjukkan nilai 0.

Berita Lainnya  Habiskan Anggaran 41 Miliar, Puluhan Titik Ruas Jalan Gunungkidul Diperbaiki

“Saya jadi bingung ini sistemnya seperti apa,” jelasnya.

Kasak-kusuk peserta juga muncul dalam kolom komentar laman pengumuman hasil seleksi penerimaan pegawai RSUD Saptosari di web dinkes.gunungkidulkab.go.id. Sejumlah peserta mempertanyakan adanya salah seorang peserta yang datang terlambat namun masih diberikan kesempatan untuk mengerjakan ujian. Peserta kemudian bahkan menurut komentar yang terpampang, kemudian dinyatakan lulus.

Saat dikonfirmasi, Kepala Dinas Kesehatan, Dewi Irawati memastikan bahwa proses seleksi pegawai BLUD ini fair. Ia berdalih, banyaknya peserta yang mendapatkan hasil 0 lantaran belum selesai mengerjakan sudah tersubmit.

“Bisa autosubmit karena internet terputus atau yang lain,” ujarnya.

Saat disinggung mengenai rumor pegawai yang diterima merupakan titipan, Dewi membantah keras. Menurutnya tidak ada peserta titipan yang ditanggapi.

“Tidak ada yang nitip dan tidak ada yang ditanggapi, semua transparan,” tandas Dewi.

Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Pariwisata2 minggu yang lalu

Camping Syahdu di Pantai Watukodok

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)– Gunungkidul memamg menjadi gudangnya wisata alam di DIY. Bagaimana tidak, gugusan pantai selatan Kabupaten Gunungkidul menyuguhkan panorama pesisir...

Pariwisata1 bulan yang lalu

Mulai Pertengahan Mei Mendatang, TPR Baron Direncanakan Hanya Layani Pembayaran Retribusi Non-Tunai

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)– Pemerintah Kabulaten Gunungkidul terus berbenah dalam memperkuat tata kelola retribusi yang lebih transparan, efisien, dan adaptif terhadap perkembangan...

Pariwisata1 bulan yang lalu

Optimalisasi TKP Senopati, Pemkot Siapkan Pangkalan Becak dan Andong untuk Mudahkan Wisatawan

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4   Jogja,(pidjar.com)– Pemerintah Kota Yogyakarta melalui Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Yogyakarta bergerak cepat menyiapkan penataan baru di kawasan Tempat...

Pariwisata2 bulan yang lalu

Wisatawan Pantai Krakal Keluhkan Bawa Tikar Sendiri Tetap Dipungut Uang Sewa, Ini Respon Dinas

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)– Gunungkidul saat ini menjadi primadona bagi wisatawan luar daerah untuk mengisi waktu libur panjang mereka. Dalam setiap momen...

Pantai gunungkidul Pantai gunungkidul
Pariwisata3 bulan yang lalu

Menikmati Pesona Baru Pantai Sepanjang yang Memikat Wisatawan Berkunjung ke Gunungkidul

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Tanjungsari,(pidjar.com)– Berbicara tentang pantai di Kabupaten Gunungkidul memang tidak ada habisnya. Pasalnya, daerah ini memiliki puluhan pantai dengan keindahan...

Berita Terpopuler