fbpx
Connect with us

Pendidikan

Selalu Kekurangan Murid, 2 SD Negeri di Semin Akan Segera Diregrouping

Published

on

Wonosari,(pidjar.com)–Tahun 2021 ini, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Gunungkidul berencana melakukan regrouping atau penggabungan sekolah. Hal ini dikarenakan beberapa Sekolah Dasar (SD) tersebut selalu kekurangan murid sehingga kegiatan belajar mengajar dan administrasi tidak maksimal. Di Gunungkidul sendiri, sejak beberapa tahun terakhir sudah ada sejumlah SD yang digabungkan lantaran permasalahan tersebut.

Sekretaris Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Gunungkidul, Sudya Marsita mengungkapkan, pada tahun ini, pihaknya merencanakan untuk melebur 2 sekolah dasar di Kapanewon Semin. Dua sekolah tersebut yaitu SD Negeri Candirejo 1 dengan SD Negeri Candirejo 2. Penggabungan sekolah ini dimaksudkan agar layanan pendidikan yang diberikan bisa lebih optimal, maksimal, dan efisien. Kemudian juga untuk mengatasi potensi kekurangan murid yang terus terjadi di sekolah-sekolah tersebut.

“Jadi lebih optimal baik pendidikannya maupun administrasinya (jika diregrouping),” kata Sudya Marsita, Jumat (30/07/2021).

Ia menjelaskan, kebijakan penggabungan sekolah seperti ini memang membutuhkan kajian dengan matang. Ada banyak sekali parameter yang harus dijadikan pertimbangan. Diantaranya selain jumlah siswa, juga kondisi geografis sekolah yang akan diregrouping. Sehingga ke depan, hal ini tidak akan menimbulkan permasalahan baik sosial maupun administrasi. Pendekatan dan sosialisasi terhadap masyarakat juga harus dilakukan.

“Terkadang masih ada yang menolak, belum siap dan lainnya. Maka dari itu pertimbangannya harus matang dan pendekatannya juga harus dilakukan dengan baik,” ucapnya.

Berdasarkan pendataan yang dilakukan oleh Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga, ada 58 SD Negeri yang direncanakan untuk diregrouping. Namun memang hingga sekarang ini belum semuanya dapat diregrouping karena berbagai hal.

“Sejak 2014 silam Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga mulai melakukan regrouping,” papar Sudya.

Akan tetapi meski sudah direncanakan sejak beberapa tahun lalu, sampai sekarang baru 17 sekolah yang diregrouping. Sedangkan 41 sekolah lainnya masih dalam perencanaan pemerintah.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Gunungkidul Heri Nugroho menyatakan jika tidak mempermasalahkan penggabungan SD yang digagas oleh pemerintah. Meski begitu, pihaknya mewanti-wanti agar rencana tersebut dikaji sebaik mungkin. Dirinya mendukung program-program pemerintah selama bertujuan untuk mempermudah akses pendidikan.

“Demi pelayanan yang lebih baik, kondisi di lapangan memang banyak sekolah yang kekurangan murid,” ungkap Heri.

Menurut dia, pertimbangan yang harus benar-benar dibahas berkaitan dengan jarak, kondisi geografis dan lainnya. Jangan sampai regrouping yang dilakukan justru mengakibatkan siswa harus menempuh jarak yang jauh untuk sampai ke sekolah.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler