Sosial
Semarak Kemerdekaan RI, Serunya Lomba Makan Kerupuk dan Tangkap Ikan di Sawah
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Moment Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-74 menjadi ajang perekat antar masyarakat satu dengan yang lainnya. Seperti tahun-tahun sebelumnya, sejumlah kegiatan untuk menyemarakkan 17 Agustus digelar perlombaan baik di tingkat padukuhan, desa, maupun perusahaan swasta di tempat kerja mereka.
Berbagai perlombaan seperti lari karung, makan kerupuk, bahkan menangkap ikan digelar agar kerukunan masyarakat tercipta. Salah satunya, masyarakat Desa Pulutan yang menggelar acara penangkapan ikan untuk menyemarakkan HUT Kemerdekaan RI, Minggu (18/08/2019) kemarin di Lembah Desa Pulutan.
Ikan yang ditangkap pun tergolong cukup susah yakni jenis lele yang memiliki tekstur licin. Sebanyak 70 kilogram lele disebar ke dalam dua petak sawah. Ada dua sesi dalam perlombaan ini, yakni sesi anak-anak dan dewasa. Sesi pertama yang digelar Minggu Pagi, anak-anak dan sore harinya ialah dewasa.
Ratusan peserta memadati area perlombaan. Tak ada syarat khusus, yang penting peserta berani takut kotor karena area lomba sendiri memang cukup berlumpur.
“Lele ada yang diberi tanda khusus, nah yang dapat tanda khusus ada uangnya sumbernya dari panitia dan donatur,” ujar salah satu panitia kegiatan, Agus kepada pidjar-com-525357.hostingersite.com.
Masyarakat terlihat antusias mengikuti perlombaan, sesekali bersorak ketika lele yang akan ditangkap meloncat. Semakin sore masyarakat yang mengikuti semakin terlihat antusias. Hal demikian membuat kerukunan masyarakat terus terjaga dan semakin kompak.
“Memang tujuan kami untuk membuat masyarakat guyub rukun,” ujarnya.

Di lokasi lain, karyawan GK Steak Resto dan Jimbaran Handayani menggelar kegiatan serupa. Bedanya mereka menggelar perlombaan seperti lomba makan kerupuk. Baik jajaran pimpinan maupun karyawan sangat bersemangat mengikuti kegiatan ini.
Sesekali kerupuk yang telah ditali secara khusus ditarik ulur dan peserta terlihat sedikit kesulitan untuk menggigit kerupuk. Tangan peserta dilarang untuk menyentuh kerupuk.
“Tujuannya sederhana agar mereka fresh kembali setelah penat bekerja, dan kembali bersemangat,” tutur Manager GK Steak Arya Nanda Sulistyo.
Meskipun cukup sederhana, namun moment 17an sendiri memang seperti ritual khusus untuk merekatkan kembali hubungan antar warga. Di setiap tahunnya perlombaan-perlombaan seperti ini digelar, namun peminatnya tetap banyak.
-
Uncategorized4 minggu yang laluAdu Banteng Dua Motor di Wonosari, Dua Pengendara M3nIngg4l di TKP
-
Uncategorized4 minggu yang laluProses Pembebasan Lahan Berproses, Sekolah Internasional Bakal Segera Dibangun di Patuk
-
Uncategorized3 minggu yang laluMerintis Watusigar Gemilang, Feri Sulistyono Usung Digitalisasi dan Transparansi Pemerintahan
-
Uncategorized3 minggu yang laluCek Dapur MBG di Gunungkidul, Wakil Ketua Komisi VII Apresiasi SOP Pelaksanaan MBG
-
Uncategorized5 hari yang laluPerkuat Layanan Kedaruratan, Klinik Utama Wizula Medica Resmi Kerjasama dengan Jasa Raharja Tangani Korban Kecelakaan
-
Uncategorized3 minggu yang laluWarga Kelor Pertanyakan Pembangunan Tower 72 Meter, Mengaku Tak Pernah Dilibatkan
-
Uncategorized4 minggu yang laluKelor Berubah, Kelor Berbenah, Wayahe Ganti Lurah
-
Uncategorized3 minggu yang laluPintu Depan Terkunci, Suami Temukan Istri Meninggal
-
Uncategorized4 minggu yang laluPeduli Kekeringan, GUBUK dan DWP BRIN Salurkan 37 Tangki Air Bersih untuk Warga Gunungkidul
-
Uncategorized4 minggu yang laluKelok 18 Dibuka Uji Coba, Rest Area Baru Bisa Dipakai Sekitar Setahun Lagi
-
Uncategorized1 minggu yang laluIkuti Google Maps, Minibus Wisatawan Terperosok di Tanjakan Bundelan, 1 Penumpang Meninggal
-
Uncategorized3 minggu yang laluPemkab Gunungkidul Mulai Gunakan BTT Rp1,3 Miliar untuk Atasi Kekeringan
